Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
41. insiden di pagi hari


__ADS_3

pagi ini Salma membuat sarapan nasi goreng spesial dengan Ayam suwir, ada juga kwetiaw seafood basah dan goreng, ada juga bubur ayam yang semua ia persiapkan sendiri dengan sedikit bantuan kedua ART dirumah Mertuanya itu.


" sudah semua Bik, saya keatas mandi dan bangunkan suami saya ya bik"


ucap Salma pada Bik Narti yang kini tengah membantu menyusun makanan di meja makan


" iya Non, bibik bersihkan dan rapikan dapur juga "


Salma pun beranjak ke kamar membangunkan suaminya yang ia tinggalkan hampir 2 jam lalu, ia pasti masih tidur pikir Salma saat berjalan menapaki anak tangga , dan setelah sampai di depan kamar ia pun segera memutar handle pintu dan mendapati tempat tidur sudah rapi kembali tidak seperti saat ia tinggalkan tadi


dan jelas saja sosok suami tampanya sudah berpakaian rapi dengan setelan jas warna nabi berpadu dengan kemeja berwarna biru pastel


" loh... udah bangun udah rapi gini Mas ?"


" kaget ya ?"


ucapnya sambil mendekat dan meraih pinggang ramping istrinya dan membawanya kedekapanya dengan Rey dibelakang tubuh ramping itu.


" Mas... aku masih bau asap nih belum mandi lagi nanti kamu bau lo, kan sayang kamu udah wangi dan keren gini"


" siapa bilang kamu bau asap, kamu tuh bau wangi karena didalam hati kamu selalu banyak bunga bermekaran "


" apa sih Mas.. emangnya taman bunga banyak bunga bermekaran i "


" emang .. tapi taman bunga cinta "


" isshh.. pagi - pagi udah BUCIN saja "


" loh emang kenapa kalau BUCIN? salah gitu ? kan aku BUCIN sama Istriku sendiri "


" ya udah iya,.. sekarang aku mau mandi sebentar Mas tunggu di bawah ya, udah aku siapin kopinya di cangkir warna putih , jangan salah punya Papi r slow sugar soalnya"


"memang istri terbaik kamu tuh, bukan cuma sayang suami tapi juga sama kluarga aku "


" huh... gombalin aja terus "


jawabnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi. dan Rey pun segera turun ke meja makan dan disana sudah ada Mami, papi , Silvy, richard dan Sofy. Rey terkaget gimana bisa perempuan itu kini duduk dimeja makan rumah ini itu artinya dia menginap disini


" morning, ko " suara Silvy yang tengah menikmati teh aroma melati hangat dalam cangkirnya


" morning to "


jawabnya sambil menarik kursi dan segera mendudukinya


" pagi Mi, Pi, Rich "


" pagi juga " jawabnya serempak namun tidak untuk Sofy karena memang namanya tidak disebutkan oleh Rey "


"Rey... kok kamu nggak menyapa Sofy sih, padahal dia udah temenin Mami lo sampe larut malam buka - buka hadiah dari teman - teman Mami"


" terus... "


jawabnya ketus dan tanpa ekspresi justru asyik menyeruput kopi buatan istrinya


" ya sapa kek, bilang selamat pagi ini malah pura - pura nggak liat "


" Please Mii tolong nggak usah di perbesar kenapa sih ?"


" begini nih kalau jadi suami udah tunduk patuh sama yang namanya istri "


" Mi... Rey benar kenapa dibesarkan ini kan bukan masalah kenapa sih Mami nggak bisa mengerti juga "

__ADS_1


Silvy dan Richard hanya saling melempar pandangan sementara Sofy yang sejak tadi hanya tertunduk pun segera mulai ber akting


" tante... Sofy tak masalah kok, lagipula Sofy disini buat tante bukan karena Rey, jadi nggak masalah dengan sikap Rey "


ucap Sofy seolah menjadi wanita yang penuh kelembutan


" kamu memang anak yang baik sayang, terimakasih ya "


Mami Linda pun berucap tak kalah lautnya dengan Sofy


" oh , iya Rey man istri manja kamu itu jam segini kok belum juga bangun, suami mau kerja kok malah enak - enakan tidur bukanya mempersiapkan keperluannya. dasar orang kampung tak tahu apa kewajibannya kalau punya suami CEO tuh harus mempersiapkan untuk suaminya "


" Salma masih mandi Mi karena baru selesai memasak sarapan untuk kita semua "


jawab Deh tenang namun terasa sangat menohok di ulu hati, seketika Mami Linda tampak terdiam merasa malu dengan ucapannya yang terbantahkan dengan berbagai menu yang terhidang di meja makan pagi ini, dan benar adanya menu hari sangat berbeda dengan masakan ART nya dirumah ini.


" Udah Mi.. ayok kita mulai sarapannya, itu Salma sudah turun juga "


seru Papi saat melihat menantu perempuanya turun dari anak lantai 2 dan dan menapaki anak tangga satu persatu.


" selamat pagi semuanya "


sapa Salma dengan menampilkan wajah cerianya


" selamat pagi sayang, duduk sini, ambilkan aku nasi gorengnya aku sudah nggak sabar dengan godaan nasi goreng masakan kamu sayang "


" iya Mas "


terlihat para istri mengambilkan sarapan ke masing - masing piring suaminya kecuali Sofy ia tengah menyantap kwetiaw goreng seafood buatan Syaqina dan memakannya dengan lahap


" hemmm.. masakan kaka ipar memang lezat "


puji richard dengan kwetiaw basahnya dan Silvy dengan kwetiaw goreng, sementara Papi lebih suka sarapan dengan bubur ayam, dan Mami tampak mengambil nasi gorengnya "


" siapa dulu Yang masak Pi.. istri Rey memang jago manjain lidah dan perut, apalagi di ranjang "


" Mas..! "


Salma mendelik dengan tatapan menghunus karena malu dengan ucapan suaminya


" kanapa sih Sayang kan memang bener "


" buktinya mana samapai sekarang juga belum hamil - hamil juga "


sungguh perkataan yang begitu tajam menusuk hati Salma hingga terasa ngilu sampai ke jantung


" Mi..udah dhonk kasian Salma kenapa sih Mami bahasnya itu terus "


sergah Silvy yang merasa ucapan sang Mami sangat menyakitkan sebagai sesama perempuan


" ken ap kan memang fakta mana ada kalau dia wanita sehat sudah satu tahun lebih masih juga belum ada tanda - tanda hamil "


" Mi.. berapa kali Rey bilang kalau anak itu rejeki, anak itu anugerah yang di percayakan pada umatnya, mau kita minta seperti apapun kalau Tuhan belum mengizinkannya percuma Mi "


kali ini Rey sudah benar - benar megah dengan sikap sang Mami pada istrinya.


" Sudahlah, karena perempuan ini sekarang Mami jadi semakin tak ada harganya dirumah ini semua jadi ikut memusuhi Mami , Sofy kita pergi dari sini "


Mami pun beranjak dari meja makan dan diikuti Sofy dibelakangnya


" Sabar ya Sal.. Mami kamu memang keras kepala "

__ADS_1


" iya Pi , Salma maklum kok "


" sayang kamu berkemas ya kita sekalian pulang "


" loh kok buru- buru mengungkapkan beberapa malam lagi "


" tadinya mau seperti itu Pi tapi setelah lihat Mami masih saja seperti itu Pi malah semakin menjadi, Rey cuma memikirkan keadaan Salma Pi "


" ya baiklah, papi mengerti itu "


Salma pun telah selesai mengemasi barangnya memang tidak dibawa pulang semua seperti pakaian mereka selalu menyimpan dirumah ini untuk beberapa karena sewaktu - waktu mereka menginap mereka tak perlu membawa baju untuk ganti


" Sayang... maafin Mami ya "


" iya Mas, aku nggak apa kok aku cuma merasa masih belum bisa menjadi menantu yang baik saja untuk Mami meskipun aku selalu berniat dan berharap untuk bisa menjadi yang Mami mau, tapi itu sulit Mas. dari awal hubungan kita ini hubungan yang rumit terlalu banyak perbedaan kita "


" sudah ya,.. aku nggak mau istriku yang cantik ini jadi berkurang cantiknya karena menangis pagi - pagi begini "


" ya udah yuk Mas,.. aku pamit sama Mami dulu ya "


" nggak usah lah sayang kita berangkat saja lagi pula Mami pasti masih marah "


" Mas.. semarah apapun keadaan mami saat ini kita nggak boleh mengimbanginya, aku cuma mau minta maaf sekalian pamitan "


" ya udah aku tunggu di bawah ya "


Salma pun menuju ke lantai 3 menemui Mami sementara Rey masih enggan ikut menemui mami nya dan memilih menunggu di lantai bawah


Kurang beberapa langkah lagi sampai di depan pintu kamar mertuanya tapi mertuanya dan Sofy justru sudah tampak keluar kamar dan seperti akan pergi terlihat dari pakaian mereka yang rapi dan Mami Linda menyandang tas mahalnya dari brand ternama yang berharga ratusan juta


" Mami... Salma minta maaf ya atas ketidak nyamanan dirumah ini, sekalian Salma pamit pulang "


" baguslah kalau kamu sadar diri, setidaknya tidak perlu membuatku darah tinggi dengan melihatku disini "


" maafkan Salma Mi "


Wanita paruh baya itu tetap saja angkuh dan enggan melihat anak menantunya yang dengan tulus meminta maaf


" yuk.. Sofy kita berangkat kita shopping sepuasnya hari ini "


" tentu tante Sofy akan antar dan temani tante kemanapun sepuasnya "


" oh.. sayang kamu memang yang terbaik, seandainya kamu menantu tante pasti Rey akan sangat bahagia "


"tante jangan seperti itu, Sofy tak mau menjadi pelakor tante, bagi Sofy bisa dekat dengan tante sudah cukup "


" maaf Mii Salma permisi ya "


ucapnya dengan mengambil langkah lebih dulu karena merasa kurang nyaman dengan obrolan mereka berdua yang terkesan disengaja dan memanas - manasi hatinya


ketika Salma hendak melangkahkan kakinya menapak di anak tangga pertama kakinya tersandung bagian bawah rok Gamisnya yang menjuntai dan...


Brukkk


seketika tubuh Salma oleng dan tergelincir beruntung tanganya masih sempat menggapai besi pegangan tangga sehingga Salma masih bisa selamat, kamu sejurus dengan hal itu Mami Linda yang hendak menuruni anak tangga ikut terdorong kaki Salma yang terpeleset tadi sehingga insidenpun tak bisa dihindari


Brukkk


" ah... tolong..."


bersambung ya gaes....

__ADS_1


tetep bantu like, komentar dan jadikan favorit mumpung hari senin berikan vote supaya AUTHOR semakin semangat 🙏🏻🙏🏻


__ADS_2