
Benih benih cinta yang tumbuh dihati Salma dan Rey kini sedang ranum ranumnya, meskipun banyak permasalahan yang terjadi akibat hubungan keduanya, namun mereka telah sepakat untuk tetap menghadapi bersama sama.
Sadar adanya perbedaan yang akan menjadi penghalang hubungan keduanya terlebih Salma yang sudah dijodohkan dengan anak kerabat bapaknya yang sudah sangat Salma kenal bahkan sudah ia anggap seperti saudara kandung. maka baik Salma dan Rey sepakat untuk merahasiakan hubungan asmara mereka berdua dari teman dan keluarga termasuk Fanny adik Rey dengan konsekwensinya mereka sangat jarang bertemu langsung mereka hanya mengandalkan alat komunikasi mereka. terlebih saat Rey melanjutkan studinya di Luar negeri praktis hubungan mereka jalani dengan LDR.
Enam bulan sudah keduanya menjalani hubungan percintaan dan hari ini Rey akan pulang ke Indonesia karena tiba tiba Mami Linda mengalami kecelakaan terjatuh di kamar mandi yang menyebabkan beliau mengalami serangan stroke ringan.
setelah tiba di bandara internasional yogyakarta Rey yang telah memesan taxi online pun segera meluncur kerumah sakit dengan jarak tempuh sekitar 2 jam.
dua jam telah berlalu taxi on line yang di tumpangi Rey berhenti di salah satu Rumahsakit ternama di kotaku tempat mami Linda di rawat. setelah mengambil koper di bagasi Rey bergegas turun kemudian masuk ke Rumah sakit dan langsung menuju lift yang akan membawanya ke ruangan yang berada di lantai 6. setelah terlebih dulu fanny menyebutkan ruangan VVIP dan nomer kamar tempat mami nya di rawat.
setelah yakin dengan tanda di pintu ruangan yang tertera VVIP 04 Rey pun segera membuka pintu dan menghambur memeluk mami nya yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan dan slang infus.
"mami..kenapa bisa seperti ini?"
tampak begitu cemasnya Rey melihat keadaan sang mami. sementara diruangan itu sudah ada papi dan Fanny adik Rey satu satunya.
"kata dokter karena benturan yang terlalu keras telah menyebabkan syaraf mami ada yang putus sehingga mami mengalami stroke ringan."
Jelas Fanny sambil berair mata, sementara papi nya mengikuti dengan anggukan.
"mami tenang ya mami pasti akan sembuh dan pulih seperti semula"
ujar Rey menyemangati mami nya.
Salma yang belum mengetahui kalau Rey sebenarnya tengah ada disini, karena setelah mendapat kabar dari Papi nya Rey langsung memesan tiket dan pulang, bahkan tidak sempat memberi tahu Salma, dan ketika Salma mencoba menghubungi Rey beberapa kali tidak bisa pasti sewaktu Rey masih dalam pesawat tadi.
********
"eh kalian sudah tahu belum kalau tante Linda mami nya Fanny sedang di rawat di rumah sakit loh"
Mega membagikan informasi pada ketiga sahabatnya Julian, Salma, dan Silvia.
"iya tadi Fanny kabari aku" imbuh Julian
"gimana kalau pulang kuliah nanti kita kesana ngejenguk Mamy Linda ?" Salma memeberikan ide
"iya gue juga setuju" timpal Silvia
akhirnya mereka sepakat menjenguk Mamy Linda setelah jam perkuliahan selesai. Jam telah menunjuk angka 15:30 perkuliahan Salma juga telah selesai kini mereka bertiga juga sudah sampai dirumah sakit dan langsung menuju ruang inap VVIP kamar nomor 04.
sementara dari dalam ruangan terdengar suara pintu di ketok
TOKK TOKK
papi Jhuanda berjalan mendekat untuk membukakan pintu kebetulan posisinya paling dekat dengan daun pintu.
"selamat sore papi Jhuan"
mereka berempat sangat kompak, setelah melihat siapa yang membukakan pintu
"sore juga"
jawab papi Jhuan
"hay ....Fan..."
keempat gadis itu saling ber cipika cipiki daan berpelukan hangat. sepertinya mereka belum menyadari keberadaan Rey diruangan tersebut. Rey masih melepas rindu dengan maminya sehingga belum begitu memperhatikan siapa yang datang.
Rey pun bangkit dari samping mami Linda seketika diapun terkaget melihat Salma yang datang bersama ketiga sahabatnya.
"Salma....???" "
entah antara terkejut atau senang Rey menyapa Salma
"loh...Rey !!! kok sudah disini?"
Salma tak kalah heran melihat sosok yang dia rindukan selama ini sudah ada di depannya. namun demi untuk tidak di curigai oleh mereka semua pasangan kekasih yang tersembunyi itu menahan segala rasa itu.
"kok kak Rey udah disini aja kapan datang?" celetuk silvia terheran
"baru 1 jam yang lalu" jawab Rey datar
" oh iya,. mami Linda gimana keadaanya mam?"
Salma mendekati mami Linda kemudian mengelus tangan mami Linda yang terkulai tanpa rasa
" ya beginilah Sal "
jawab mami Linda terbata dan sedikit parau
"kenapa kalian semua repot repot kemari?, tante udah tidak apa apa kok"
"nggak apa apa kok tante kita semua mengkhawatirkan keadaan tante makanya pulang kuliah kami langsung mampir kemari " jawab Mega dengan ciri khas chentilnya
setelah beberapa lama mereka berada di sana mereka pun berpamitan untuk pulang. Mega, Silvia dan Julian pulang bersama karena mereka satu arah sementara Salma berlawanan arah sehingga dia pulang sendiri, tak mungkin mereka mengantar balik Salma karena diantara mereka berempat rumah Salma memang jaraknya paling jauh dari pusat Kota.
"Salma.. sayang.. tunggu biar aku antar kamu"
suara Rey menghentikan langkah Salma yang masih berdiri di koridor Rumah sakit
"emmmhh nggak usah Rey aku bisa pulang naik Ojol kok. lagipula kamu baru sampai kamu pasti capek"
__ADS_1
tolak Salma yang tak ingin merepotkan kekasih hatinya itu.
"pokoknya kamu nggak boleh nolak, memangnya kamu nggak kangen denganku?"
Rey menggoda Salma sehingga Salma hanya bisa tersenyum malu pipinya memerah.
"ssstttt apa apaan sih Rey ntar ada yang dengar gimana?"
"ayo lah ada banyak hal yang mau aku bicarakan sama kamu" ajakan yang memaksa,
Rey dengan spontan menggandeng tangan Salma dan menyejajarkan langkah mereka bersama menuju parkiran.
Tadi di dalam setelah melihat Salma dan ketiga temanya berpamitan Rey langsung berinisiatif untuk mengantar Salma dengan alasan untuk pulang beristirahat dan mandi.
" Sal ..sampai kapan kita akan sembunyi seperti ini back street terus dari keluarga dan orang orang terdekat kita ?"
Rey seperti menyimpan kekesalan dan seperti bosan jika harus bersembunyi terus
" ya mau gimana lagi Rey kamu tahu Kan dari awal hubungan kita ini akan sulit mendapatkan restu. kita saja yang terlalu memaksakan keadaan dan perasaan kita"
"terus salahnya dimana kalau kita mengikuti rasa cinta ini?"
Rey tampak begitu frustasi
"baiklah kalau ada yang harus dipersalahkan akulah orangnya Sal, karena aku yang sudah lancang mencintai kamu seorang gadis berjilbab, haruskah kita menyalahkan Tuhanku ataupun Allahu ???"
Rey benar benar tampak putus asa.
Salma pun berurai air mata dan hanya bisa mengigit bibir bawahnya berharap tangisannya bisa ditahan, keduanya larut berkecamuk dengan emosi masing masing Rey menggenggam erat tangan Salma.
"sekarang terserah kamu saja gimana baiknya" Salma pasrah
"tapi aku bener bener mencintai kamu Salma, dan aku tak mau kehilangan kamu"
Salma hanya terdiam berurai air mata, entah apa yang harus dia ucapkan, hubungannya ini begitu rumit, sejujurnya Salma sangat mencintai Rey begitupun sebaliknya ,namun diantara mereka ada perbedaan yang tak mudah untuk di satukan.kedua orang tua mereka pasti tidak akan mungkin merestuinya
"Tuhan jika rasa cinta ini adalah anugerah dari mu mengapa engkau jatuhkan hatiku padanya pada gadis berkerudung ini???!!! kenapa Tuhan??"
Rey benar benar rapuh kali ini. sementara Salma tetap tertunduk disamping Rey.kali ini keduanya begitu hanyut dan rapuh dengan perasaan cinta mereka yang tumbuh di antara perbedaan keyakinan mereka. Rey meraih tubuh ramping Salma kemudian memeluk dengan erat, keduanya menangis berputus asa karena tidak akan mungkin ada jalan untuk menyatukan cinta mereka.
beberapa lama Salma merasa tenang dalam pelukan Rey, ada rasa tenang disana meski Rey sendiri merasa begitu rapuh namun kenyataannya Rey mampu menenangkan Salma saat ini. sadar ada hal yang tak biasa dan baru kali ini mereka lakukan Salma pun segera menarik dirinya dari pelukan Reynand
"Maaf Rey ..."
Salma berusaha melepaskan diri dari pelukan ternyaman itu.
"Maaf Sal aku tak bermaksud kurang ajar sama kamu"
Rey merasa bersalah. setelah keduanya merasa tenang Rey pun melanjutkan lagi perjalan mereka untuk mengantar Salma pulang. setelah kurang lebih 20 menit sampai juga di depan rumah Salma. Ada yang berbeda dan lain setelah Rey menghentikan mobilnya. Ada beberapa orang tampak keluar masuk ke dalam rumah sederhana itu,
tanya Rey sedikit bingung, dan Salma lebih bingung lagi ada acara apa sebenarnya dirumah ini, karena sebelumnya bapak dan ibu nya sama sekali tidak membicarakan kalau mau ada acara.
"aku juga nggak tahu Rey Seingat ku ibu tidak pernah cerita kalau mau ada acara dirumah"
jawab Salma tak kalah bingung, tak lama keduanya pun turun dari mobil berbarengan.
"Sal aku ikut masuk ya ?"
pinta Rey Salma pun hanya mengangguk mengiyakan.
ketika sampai di depan pintu melihat Salma sudah pulang bu Marwa langsung menghampiri anak gadisnya.
"aduh nduk..kamu itu kemana kok baru pulang jam segini, bapak sama ibu cape telpon telpon kamu tak juga ada jawaban."
"tapi maaf bu ini sebenernya mau ada acara apa dirumah kita kok ini banyak orang dan banyak makanan catering seperti mau pesta?"
Salma berusaha mencari kejelasan
"sudah jelasinnya nanti saja sekarang kamu masuk mandi sudah di tunggu mbk Naura dari tadi"
"mbak Naura?? Kok bisa ada mbak Naura siapa yang akan di rias?" Salma bicara sendiri bu Marwa segera menarik tangan Salma untuk masuk ke kamarnya.
"oh iya nak siapa ibu lupa"
"Reynand bu.."
"Iya nak Rey tolong jangan pulang dulu tunggu sebentar disini ya"
sebelum akhirnya bu Marwa masuk ke dalam kamar salma dan meninggalkan Rey dalam kebingungan.
Sementara di dalam kamar Salma tampak terjadi ketegangan antara Salma dan ibunya rupanya malam ini keluarga Raziq akan melamar Salma.
" Bu ini maksudnya apa kok bisa ada mbk Naura segala siapa yang mau di make up bu?"
Salma tak tahan lagi dengan sikap aneh ibunya
"Maaf nduk ibu tidak sempat kasih tahu kamu hari ini kelurga Pak dhe Somad akan melamarmu"
BRAKKK seketika Salma down merasa dunianya berputar seperti menaiki pesawat olang alik hingga membuat terhuyung dan nyaris jatuh terkulai ke lantai
"kenapa ibu tega sama Salma bu?"
__ADS_1
ucap Salma lirih sambil menahan air matanya namun sia sia, butiran bening itupun berderai mengalir di belahan kedua pipi salma
"bu kenapa ibu sama bapak tidak kasih tahu Salma kalau malam ini akan ada acara seperti ini, lalu Salma ini ibu anggap apa?"
suara Salma dengan nada meninggi
"maafkan kami nduk sebenarnya ini juga dadakan tadi setelah kamu berangkat kuliah tiba tiba pak dhe Somad menelpon bapak memberi tahu kalau Raziq sudah pulang dari Kairo dan disini hanya tiga hari setelah itu dia akan kembali ke Kairo untuk menyelesaikan study nya disana, sebenernya malam ini bukan lamaran saja tapi sekaligus menentukan hari pernikahan kalian"
"apa bu....pernikahan??!!!"
Salma semakin marah mendengar penjelasan sang ibu, itu artinya sudah tidak mungkin hubungannya dengan Rey akan dipertahankan lagi. karena sudah jelas tidak akan mungkin orangtuanya akan merestui itu.
sementara Rey masih duduk diruang tamu benaknya dipenuhi dengan pertanyaan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya
"ehem"
Rey bangkit dari duduknya setelah mendengar suara pak Cahyo batuk yang di buat buat
"se..selamat malam pak"
Ucap Rey hendak menyalami tangan pak Cahyo
"hemm, ada keperluan apa kamu disini?"
selidik pak Cahyo dengan nada sinis
"Maaf pak tadi saya mengantarkan Salma pulang, soalnya tadi Salma habis menjenguk mami saya di Rumah sakit"
" baiklah berhubung kamu disini sekarang ini ada baiknya kamu sekalian mengikuti acara malam ini"
entah apa yang dimaksud pak Cahyo untuk meminta Rey mengikuti acara tersebut.kemudian dia berlalu ke dalam menuju kamar Salma
ditinggalkannya Rey dengan rasa penasaran.
jarum jam di dinding telah menunjuk angka 19:20 tak lama kemudian keluarga pak Somad datang dan segera turun dari dalam mobil yang berhenti tepat di halaman rumah pak Cahyo mereka berjumlah 7 orang. pak Somad beserta istrinya, 3 orang laki laki dewasa salah satu diantaranya pasti Raziq dan dua orang perempuan muda.
Salma pun keluar dari kamarnya kali ini dia tampak berbeda dari biasanya malam ini dia ber make up dan berbaju gamis formal, semakin menambah kecantikan salma. Bapak dan ibunya menggandeng tangan kanan dan kiri Salma.
Rey masih berdiri di sudut ruang tamu itu...rasa penasarannya terjawab sudah, namun semua seakan terlambat seandainya tadi dia tak ikut masuk, seandainya tadi dia secepatnya pergi dan berlalu dari rumah Salma, dan seandainya tadi ibu dan bapak Salma tak menahannya untuk tinggal disini pasti ia tidak akan menyaksikan pemandangan yang menyakitkan ini. gadis yang selama ini dia cintai telah dilamar oleh pria lain didepan matanya, namun dia hanya bisa terdiam bahkan tidak memiliki kekuatan untuk memprotes bahwa gadis yang mereka lamar itu adalah kekasihnya. Rey hanya diam mematung bergejolak menahan semua rasa amarah, rasa sakit dihati, yang kini terasa dihujam seribu peluru.
namun Rey tetap tegar karena sebelumnya dia telah mengetahui kalau hal ini pasti akan terjadi.
Acara inti lamaran telah selesai Rey pun memberanikan diri untuk mendekat kearah Salma, begitupun juga Salma yang hanya bisa terdiam menahan airmata, menahan rasa bersalahnya terhadap Rey sungguh bukan niatnya untuk menyakiti hati Rey dengan menyaksikan dirinya di lamar pria lain.
"Sal..aku mau bicara sebentar" bisik Rey kemudian mundur menjauh dari orang orang di sana
Setelah memastikan semua aman karena orangtua Salma tengah asyik berbincang dengan calon besannya. Salma pun segera keluar menyusul Rey, rupaya gelagat Salma terbaca oleh Raziq yang diam diam terus memperhatikan gerak gerik Salma dan seorang pria yang dirasa asing baginya.
"Rey..aku bener bener minta maaf aku sama sekali tidak tahu akan hal ini"
Salma terbata bata berusaha menjelaskan pada Reynand
"sstttt.."
kedua jari Rey menutup bibir mungil kekasihnya itu, dia sanget mengerti suasana hati Salma saat ini.
"aku tahu ini bukan yang kamu inginkan kita tak perlu membahas ini sekarang, aku akan baik baik saja dan begitu juga yang aku mau dengan kamu"
"jadi kamu akan menyerah dan tak akan memperjuangkan cinta kita" ucap Salma dengan berairmata
"Salma..sayang, untuk saat ini aku tak ingin memperburuk keadaan saat ini dengan keegoisan ku untuk saat ini tak ada yang bisa aku agungkan untuk bisa mempertahankan mu selain rasa cinta ini, kamu tak perlu khawatir kan ketulusan ku"
diraihnya kedua tangan Salma dengan perasaan penuh cinta, kemudian diletakkan pada bibir Rey dan di kecup lembut Salma terpejam dengan berair mata.
" aku mencintaimu Salma.."
Raziq cukup tahu menyaksikan pemandangan yang mengharukan ini, kemudian melangkah lebih mendekat lagi dan hal itu di sadari oleh Rey dan Salma.
"perkenalkan saya Reynand dhanlee"
Dengan suka rela Rey memperkenalkan dirinya kepada lelaki yang kini menjadi calon suami dari kekasihnya.
"Raziq.."
Raziq menyambut jabatan tangan Rey dengan ramah
"baiklah saya permisi pamit dulu, selamat untuk kalian berdua"
"bisakah kita berbicara sebentar?"
Raziq merasa perlu untuk mendapat penjelasan
"tidak untuk saat ini brothers, aku tidak ingin merusak suasana bahagia ini"
tolak Rey yang tak ingin ada keributan disini
"Sal..aku pamit ya"
Salma hanya mengangguk mengiyakan, Salma sangat merasa bersalah terhadap Rey.
Salma masih menatap kekasihnya berlalu dari rumahnya.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍