
pagi belum menampakan senyum sempurna, matahari masih sembunyi di balik awan yang memutih, suasana di Rumah keluarga Dhanlee masih sangat sunyi para penghuni rumah gedong tersebut masih asyik dalam dunia mimpinya, namun berbeda dengan Salma setelah melaksanakan sholat subuh ia pun langsung bergegas ke dapur ini adalah hari pertama ia berada dirumah mertuanya, dan tujuan awal ia menginap dan tinggal disini selama beberapa hari melainkan untuk mendapatkan hati Mami mertuanya agar dapat menerima kehadirannya sebagai menantu dan istri Rey. oleh sebab itu ia berusaha menarik simpati Mamy Linda dengan membuat masakan untuk sarapan pagi ini.
ia pun bergegas menuju dapur disana sudah ada Bi Marni dan Bi Ningsih kedua ART dirumah itu yang tugasnya menyiapkan makanan, sedangkan untuk bagian membersihkan rumah ada Bi Ani dan Bi Kokom, bagian pakaian ada Bi Asih sedangkan taman ada mang Asep dan Robi. Total ART dirumah keluarga Dhanlee ada 10 orang dan juga beberapa security dan body guard.
"selamat pagi bi.."
Salma menyapa kedua Asisten Rumah tangga tersebut,
"pagi nyonya muda"
jawab keduanya kompak
"bi.. jangan panggil saya nyonya ya, panggil saya mbak Salma saja, risih tahu bi"
"lo...nggak bisa begitu nyonya Salma ini kan istrinya Den Rey berarti juga juragan kita to"
jawab bi Ningsih dengan logat jawanya
"Iya saya tahu, tapi saya tidak suka dengan panggilan itu, pokoknya panggil saya mbk Salma titik !! "
"i...Iya nyon..eh mbak "
jawab bik Ningsih lagi sementara bi Marni ikut mengangguk
" bi.. hari ini saya mau masak sarapan untuk semua terutama untuk Mami, jadi bibik berdua bantu- bantu saya saja "
"aduh... jangan mbak nanti nyonya besar marah lo "
tolak bi Marni
"nggak apa Bi, saya kan menantu disini jadi nggak apa-apa kan kalau saya memasak untuk untuk keluarga ini"
"Iya mbak tapi pasti nanti nyonya besar akan marah Mbak, bibik jangan khawatir nanti tinggal bibik berdua bilang ini masakan bibi, "
"sudah bibi tenang saja semua saya yang tanggung jawab"
__ADS_1
setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya kedua Asisten Rumah tangga itupun setuju mereka hanya membantu Salma memotong sayuran dan mempersiapkan semuanya selebihnya untuk proses memasak sepenuhnya Salma yang melakukan. dengan berbincang bersama ART dirumah ini Salma jadi tahu banyak selera dan kebiasaan masing-masing penghuni Rumah ini khususnya Mami Linda dan Papi Jhuan. Kurang lebih satu jam Salma berkutat di dapur mempersiapkan sarapan pagi akhirnya selesai juga dengan menu Nasi goreng spesial, ada juga Ayam serondeng, dan Bubur Ayam. setelah selesai Plating Salma meminta Kedua Bibi tersebut menyajikan ke meja makan, tidak lupa Salma menyeru kopi untuk Papi Jhuan dan air lemon Tea untuk sang Mami.
"bi.. semua sudah selesai sekarang saya akan kembali ke kamar nanti ingat bibi bilang saja kalian yang masak kalau ada yang menanyakan ya"
"Ok.. siap mbak nyonya.."
"ih... bibi nih bercanda terus, saya tinggal ya bi"
ucap Salma sembari berjalan meninggalkan Area dapur dan menuju kamarnya kembali. Setelah di kamar Salam melirik Handphone miliknya yang ditinggalkan di nakas ada beberapa pesan dan panggilan video call dari kontak bertuliskan MY Sayang, Salma pun tersenyum dan segera menghubunginya
" Assalamualaikum..sayang..maaf ya tadi nggak jawab telphon kamu soalnya lagi di dapur"
"waalaikumsalam sayangku...gimana kabarnya pagi ini ?"
"alhamdulillah happy sayang..kamu gimana juga disana?"
"yang pasti aku Sakit disini sayang"
"sakit ?!! tapi wajahmu tidak seperti orang yang sedang sakit "
"Iya sayang,.. sakitnya soalnya nggak bisa diobati disini"
"Mas.... jangan aneh aneh dhonk bikin orang panik saja"
"aku Sakit.. rindu sayang, dan malam susah tidur tanpa kamu"
"kamu tuh ya mas..."
Salma tampak cemberut memanyunkan bibirnya kesal dengan candanan suaminya
" ya udah aku mau siap-siap ya mas udah di tunggu di meja makan buat sarapan"
"Iya udah sayang, love you...and i miss you honey muachhh"
"iya.. i miss you to "
__ADS_1
Salma pun menutup panggilan telponnya dan segera bergegas ke bawah untuk sarapan Salma sengaja turun agak lama utuk menghindari kecurigaan Mami dan Papi mertuanya perihal masakan hari ini
"selamat pagi Pii, Mio, Fanny, dan Richard maaf saya terlambat turun"
"pagi... nak" jawab Papi Jhuan
"pagi..kakak iparku sayang..." jawab Fanny
"pagi juga kak Salma " jawab Richard
hanya Mami Linda yang tak memberikan jawaban, namun Salma tidak mempersoalkan hal itu
"Udah.. buruan kita sarapan, baru juga tinggal sehari disini sudah bikin masalah "
mami Linda ngedumel dan sepertinya memang disengaja, dan mereka semua sudah hafal betul dengan sifat Mamy Linda kalau tidak suka pada orang.
"maafkan saya Mi " Salam menjawab dengan rasa bersalah
"sudah.. sudah.. ayo kita sarapan wahhh...sepertinya menu pagi ini spesial ya"
ucap Papi Jhuan setelah melihat pagi ini memang tampilan menu yang tak seperti biasanya
"wah... bibi masak enak nih " Richard menimpali
Bibi hanya tersenyum menjawab dengan Anggukan mengiyakan, tak menunggu waktu lama mereka pun menikmati sarapan pagi ini dengan nikmatnya.
"tapi.. bener ya masakan pagi ini kok berbeda ya kalau Papi rasa ini sangat enak "
DEGGGG
Salma sedikit kaget takut jika sampai ketahuan siapa sebenarnya yang telah memasak ini semua bisa gawat Mami Linda bisa merepet janda .
"ya jelas dhonk Pi..karna pagi ini kita sarapannya di temani menantu perempuan keluarga Dhanlee"
jawab Fanny, sebenarnya dia tahu pasti ini semua Salma yang sudah mempersiapkan untuk sarapan mereka namun iya tak mau merusak suasana karena ia tahu Salma tengah berjuang mendapatkan restu dan bisa diterima sebagai menantu di keluarga Dhanlee.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍