Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 14 pertemuan part#2


__ADS_3

Berkali kali suara hand phone Salma berdering namun belum juga ada respon dari pemiliknya rupanya Salma sedang berada di kamar mandi membantu ibunya membersihkan diri, sore ini menurut hasil pemeriksaan dokter bu Marwa sudah diperbolehkan pulang, setelah menjalani perawatan selama 3 hari kondisi kesehatan bu Marwa pun sudah membaik.


"bu..hari ini ibu sudah di boleh kan pulang, Salma urus administrasi dulu ya " jelas Salma pada ibunya


"iya ndok"


memang semenjak terkuaknya kenyataan pernikahan Salma dan Raziq, bu Marwa bersikap dingin pada anaknya mungkin saja beliau merasa kecewa dengan semua itu, mereka jadi tidak banyak bicara dan hanya berbicara seperlunya.


"bu Salma tinggal ya "


Salma pun berjalan menyusuri koridor Rumah sakit menuju bagian administrasi, sambil berjalan Salma tampak mematikan hand phone nya


"lohh..Mega menelponku sebanyak 5x kok aku nggak dengar ya " ucapnya lirih sambil terus berjalan.kemudian Salma pun memutuskan untuk menghubungi Mega, setelah tersambung


"Assalamualaikum..Mega... "


"waalaikumsalam Salma...kamu udah pulang dari Kairo kok tidak kasih kabar?apa kamu sudah lupa dengan ku?"


Mega berkata panjang lebar tanpa jeda, masih sama seperti Mega yang dulu yang kalau lagi bicara seperti kereta tak ada putusnya


"bukan begitu, maaf aku belum sempat karena saat ini ibuku masih di rawat di Rumah Sakit"


"loh...ibu kamu kenapa?,sakit apa?"


"emmmhh..."


kata kata Salma tertahan tidak mungkin menceritakan ini ke Mega via tlpn. Salma pun langsung menggantikan topik pembicaraan


"maaf tadi kamu menelponku aku tidak tahu soalnya tengah sibuk membantu ibu di dalam kamar mandi"


"iya gak apa apa, sudahlah sekarang kamu di rumah sakit mana?"


tanya Mega nggak sabaran


"kami di Rumah Sakit Harapan Bunda"


"ok...sebentar q meluncur"


"tunggu...hari ini ibu udah boleh pulang"


TUTTT TUTTT


Mega sudah mematikan sambungan telphonnya begitu saja


"dasar Mega..." gerutu Salma


BRUKKKKK


lagi lagi Salma menabrak seseorang hingga hand phone nya berserakan di lantai rumah sakit


"maaf..maaf "


keduanya mengucap bersamaan


"Salma...."


"Rey "


keduanya tersenyum pertanda apakah ini, dalam 2 hari ini mereka selalu bertemu di Rumah Sakit ini dan dengan kejadian yang sama


"Rey maaf ya soal kemaren aku harus buru buru pergi jadi nggak sempet membersihkan kopi yang tumpah di baju mu "


"udah lah nggak apa , oh iya dari kemaren kita asik jumpa bertabrakan terus disini, kamu ngapain disini" tanya Rey


"Ibuku lagi dirawat disin, kamu sendiri juga ngapain disini?"


"fanny habis melahirkan disini, suaminya masih di Singapura jadi aku yang gantiin jagain disini"


"fanny udah menikah? "


"iya..loh memangnya kalian nggak pernah komunikasi?"


"begitulah..waktu itu handphone ku hilang jadi semua kontak temen temenku juga hilang"


setelah beberapa saat mereka saling bertanya, keduanya tampak bahagia, wajahnya berbinar binar


"OH iya,..Fanny dirawat di ruang apa ?" tanya Salma

__ADS_1


"paviliun Eiddelweis no 2"


"maaf kalau ibu kamu?"


"Tulip 21"


"sekarang kamu mau kemana?"


tanya Rey lagi


"aku mau ke bagian administrasi untuk mengurus administrasi soalnya nanti sore ibu udah boleh pulang"


"okey...nanti sebelum ibu mu pulang insyaallah aku jenguk boleh kan?"


"hah...Rey mengucap insyaallah?" gumam Salma masih dengan mulut ternganga


Rey tersenyum tipis melihat ekspresi Salma yang seperti itu, batinnya tahu apa yang ada di pikiran Salma


"Salma aku ke ruangan Fanny dulu ya, assalamualaikum "


"belum lagi terjawab kenapa bisa Rey mengucap kalimat insyaallah sekarang dia mengucap salam ada apa ini, sebenarnya apa yang terjadi pada Rey " batin Salma bergejolak penuh tanda tanya


"duluan ya Sal..."


hingga Rey berlalu Salma masih belum menyadarinya pikirannya sedang rumit keheranan. saat sadar ternyata Rey sudah menghilang hanya tersisa sekelebat punggungnya masuk ke dalam lift


*****


DI KAMAR FANNY


Rey memasuki kamar perawatan Fanny dengan wajah berbinar penuh rona bahagia


"kakak kenapa happy banget, kayak Habis menang lotere saja "


celetuk Fanny melihat rona bahagia sang kakak yang selama ini jarang terlihat


"ini lebih dari sekedar menang lotere, "


" hemmmsss...terus apa dhonk ?"


"Fan...kakak ketemu Salma dia disini sekarang ,?"


"kakak ketemu Salma ? serius?!!, kakak nggak sedang ngingau kan, karena saking inginnya bertemu Salma " Fanny berusaha meyakinkan dirinya


"sebenernya ini pertemuan kami yang kedua sih,"


"maksud kakak , sebelum ini kakak juga sudah bertemu dengan Salma ?"


"iya, kemaren tanpa sengaja kami bertemu di depan caffetaria Rumah Sakit ini, tanpa sengaja kami bertabrakan dan kopi yang dia bawa tumpah ke baju kakak, sebab itu kemaren langsung pulang tanpa pamitan denganmu lebih dulu"


"pantesan tiba tiba menghilang "jawab Fanny manggut


"Ehhh tapi tunggu kenapa bisa kebetulan gini, jan jangan kalian memang berjodoh, " celetuk Fanny


"husshhh ngawur kamu, dia itu sudah ada suami, bahkan dia memiki anak laki laki "


"tahu darimana kakak?"


"kemaren waktu jumpa itu dia sedang mengejar anaknya makanya terjadi insiden itu" kenang Rey, sepertinya ada aroma kekecewaan di raut wajah Rey


"gini ya kak kita tidak pernah tahu dengan yang namanya jodoh, mau dia udah punya anak mau dia sudah ada suami atau istri orang kalau memang jodoh pasti ada aja jalannya kak"


"tapi... kakak mu ini bukan tipe lelaki penggoda istri orang "


Rey menjawab santai sambil menoel hidung mancung adiknya yang terbaring di atas ranjang Rumah sakit. tak lama terdengar suara pintu di ketik


TOKK TOKK


"kak tolong liat siapa yang datang " pinta Fanny


"ya baikklah.."


CEKREKK pintupun terbuka, Rey masih terdiam perasaannya yang terlihat gugup tidak bisa di sembunyikan


"permisi...boleh saya bertemu dengan Fanny"


suara lembut Salma sedikit mengurangi ketegangan yang ada

__ADS_1


"OH.. tentu ayok..silahkan masuk " ajak Rey setelah menutup pintu kembali


"Fanny....." teriak Salma sembari merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sahabat lamanya


"sa...Salma...." merekapun berhambur dalam pelukan penuh kerinduan


"selamat ya kamu sudah menjadi ibu sekarang"


"kok kamu bisa tahu aku disini..."tanya Fanny sedikit terheran


"emmmhh.. " Salma melirik kearah Rey yang duduk terdiam di sofa


"ok...i know pasti kakak udah cerita ya"


"OH, iya Salma kamu punya banyak hutang penjelasan padaku "


Salma mengernyitkan dahi merasa bingung dengan ucapan Fanny barusan


"apa ni maksudnya ?"


"banyak pokoknya, mulai dari hubungan kamu dengan kakakku, sampai kamu menikah dengan orang lain"


"Fanny "


belum lagi selesai perkataan SALMA telah terlebih dulu dipotong oleh Rey. Salma mengerti kakaknya akan sangat keberatan ketika harus dibicarakan masa lalunya.


"ya..yaa maaf baiklah, sekarang gimana kabar mu?"


"alhamdulilah aku baik baik saja seperti yang kamu lihat kan ?" jawab Salma


" oh, iya menurut informasi ibu kamu sakit dan dirawat disini ya ?" tanya Fanny


"iya tapi alhamdulillah nanti sore sudah boleh pulang "


DI tengah keasyikan mereka saling bertukar cerita hand phone Salma pun berdering,


"maaf sebentar ,aku angkat telpon dari Mega nih Fann"


"Mega...OH ini pasti akan jadi reuni yang menghebohkan" ucap fanny lirih


"Assalamualaikum..mega "


"kamu di mana aku sudah di ruang inap ibu kamu tapi kamu nggak ada"


suara di seberang sana


"aku lagi nengokin Fanny dia melahirkan di Rumah Sakit ini juga, "


"fanny ?? aku mau dhonk kesana kalian di paviliun mana?"


"Eiddelweys nomer 02 "


TUTTT TUTTT


"kebiasaan anak itu nggak berubah juga setiap kali telepon tak pernah pamit langsung main matikan saja"


dengus Salma


"memang tuh anak nggak berubah juga ya" Fanny pun menimpali


tak berselang lama kehebohan pun terjadi untung ini ruang VVIP jadi nggak bakalan menganggu pasien lain. kamar rawat Fanny serasa udah seperti ruang terbuka yang penuh kehebohan dengan suara Mega.


setelah puas berkangen kangenan Salma dan Mega berpamitan, bertepatan juga dengan waktunya Fanny untuk memeberikan Asi untuk bayinya.


"nanti setelah aku keluar dari Rumah sakit kalian janji harus datang kerumah" pinta Fanny kepada kedua sahabatnya itu


"iya..kita pasti datang kan mau ngegendong ponakan tersayang, jawab mega "


"awas kalau sampai bohong ya..kan tinggal kamu yang belum merasakan indahnya menimang bayi Ga " imbuh Fanny lagi dengan tujuan meledek Mega


"doain deh biar aku juga cepat menyusul kamu"


jawab Mega dengan wajah memelas


"pasti kok kita Doain " jawab Fanny lagi, sementara Salma terdiam


"ya udah kita pamit dulu ya Fan"

__ADS_1


ucap Salma setelah cipika cipiki dengan sahabatnya


"Rey yang tampak tertidur di sofa karena semenjak kedatangan para wanita dia memilih diam di sofa sambil memainkan handphone nya hingga tertidur


__ADS_2