Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 13. Sebuah pengakuan


__ADS_3

Ini adalah hari kedua Salma dirumah setelah kepulangannya kemaren subuh sesuai rencana hari ini keluarga Raziq akan datang kerumah orangtua Salma, jarum jam telah menunjuk pada angka 10.15 menit terdengar suara bell berbunyi Salma yakin itu pasti Raziq dan keluarganya, Salma pun keluar dari kamarnya dan menghampiri ruang depan.


Tak lama daun pintu terbuka,


"Assalamualaikum...Salma.."


"waalaikumsalam "


"mommy..." Suara Ammar kemudian berlari memeluk Salma


"Ammar rindu dengan mommy" ucapnya manja kemudian Salma menggendong dan memeluknya


"Kak Zahra, Pak dhe ,budhe mari silahkan masuk " Salma kemudian mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam rumah


"Silahkan duduk.."


tak lama bu Marwa dan pak Cahya pun keluar dari halaman belakang


"lhooo lhooo ada tamu to ini tadi " seru bu Marwa


"iya bu, ini keluarga mas Raziq datang "


bu Marwa tampa terheran melihat Salma menggendong seorang anak laki laki yang tampak lekat dengan Salma


"Ini siapa Salma ?" tanya bu Marwa


"oh iya bu kenalkan ini Ammar, ..Ammar ini nenek Marwa.."


"Assalamualaikum bocah bagus "


Ammar pun bersalimdengan nenek Marwa


"Ini anak siapa Salma kok sepertinya sudah sangat akrab dengan kamu?"


"emmmhh ini ..anak mas Raziq bu"


"jadi ini cucu ibu?kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu sudah memiliki anak, dan ibu sudah memiliki cucu salma ?"


"iya Salmakenapa kamu menyembunyikannya dari bapak dan ibu ?"


pak Cahya nimbrung perhatian mereka terarah pada pesona Ammar, bocah kecil berusia 2,5 tahun yang tentu sangat menggemaskan. terlebih orang tua Salma sudah sangat menginginkan hadirnya seorang cucu


"maaf pak, bu.." Raziq kemudian menyalami mertuanya bergantian


" nak Raziq...apa kabarnya ?" alhamdulillah sehat dan baik pak bu , bapak sama ibu sendiri bagaimana"


"aduh aduh...besan ini samapai lupa menanyakan kabar kami yang lainnya ya, "


celetuk pak Somad untuk mengurangi ketegangan yang ada.


"waduhhh maaf lo mas dan mbak yu bukan maksud begitu "


"iya pak kami paham kok"


"oh iya ..Ini siapa kok saya perhatikan baru kali ini ketemu ya"


bu Marwa menunjuk kearah Zahra yang kebetulan duduk berdampingan dengan ibunya Raziq


"perkenalkan saya Zahra bu.."


Zahra berdiri dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman dan mencium punggung tangan bu Marwa

__ADS_1


"itu Amy ya Ammar lo nek "tiba tiba Ammar memperkenalkan wanita yang sebenarnya adalah ibunya


"maksudnya inibagaimana ya kok kami tidak paham ?"


pak Cahya tampak bingung dan merasa ada sesuatu yah di tutupi dari mereka


"jadi begini mas Cahya dan mbk yu .."


pak Somad mencoba menjelaskan pada kedua orangtua Salma untuk keadaan yang sebenarnya


" biar Raziq yang menjelaskan pada ibu dan bapak Yah " pinta Raziq pada ayahnya


"tunggu ..tunggu ini sebenernya ada apa ?"


pak Cahya semakin curiga


"bapak dan ibu sebelumnya Raziq minta maaf, kalau selama ini tidak menceritakan yang sebenernya tentang pernikahan Saya dan Salma, dan juga Zahra "


semua tampak terdiam menyimak apa yang Raziq ceritakan. ada kekhawatiran dan ketakutan bagai mana kalau sampai bapak dan ibu Salma tidak bisa menerima keadaan ini.


Raziq masih melanjutkan ceritanya alangkah terkejutnya bapak dan ibu Salma mendengar kebenaranya seketika bu Marwa lemas terkulai ke lantai


" ibu..."


Salma berteriak melihat ibunya jatuh pingsan


"tolong bawa ibu ke rumah sakit secepatnya" Salma menangis histeris kawatir dengan keadaan ibunya. Raziq dengan cekatan membopong bu Marwa ke mobil kemudian segera membawa ke rumahsakit terdekat


setelah sampai dirumah sakit bu Marwa di bawa menggunakan bangkar masuk kedalam IGD. Salma tak henti hentinya menangis


sementara Zahra tetap memeluknya erat memberi penguatan.


"sabar ya Sal, kamu harus tenang semua pasti akan baik baik , sekarang kamu harus banyak banyak berdoa ya Salma"


dokter pun keluar dari ruang IGD


"bagaimana keadaan ibu saya dokter?"


"tenang..ibu anda mengalami syock berat sepertinya, hal itulah yang menyebabkan jantungnya tidak normal, sehingga keluarga harus benar benar menjaga supaya hal hal yang sifatnya membuat pasien stress harus di hindari "


" sekarang apa bisa kami melihat pasien dokter?" Raziq bertanya


"untuk sementara waktu pasien biar beristirahat terlebih dahulu "


"baiklah dok "


"kalau begitu saya tinggal periksa pasien yang lain " dokter pun berlalu meninggalkan salma dan keluarganya


" alhamdulillah, sekarang ibu mu sudah tidak apa apa tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, budhe dan pak dhe pamit dulu ya Salma besok insyaallah kami kesini lagi, biar Raziq dan Zahra menemanimu dan bapak mu disini dulu, takutnya nanti kalau ibu mu sudah bangun masih belum bisa menerima keadaan kalian "


ucap pak dhe Somad sembari penepuk pundak salma pertanda menguatkan hati Salma.


"terimakasih pak dhe" Salma mencium punggung tangan mantan mertuanya tersebut setelah itu keduanya berlalu dari rumahsakit untuk pulang


Sementara pak Cahya masih terduduk di depan pintu ruang perawatan bu Marwa wajahnya masih tampak dengan kemarahan yang tertahan. Salma perlahan mendekati bapaknya meski ketakutan melanda jiwanya


"maafkan Salma pak "


Salma bersimpuh di kedua kaki bapaknya,


"Salma tak bermaksud membohongi bapak dan ibu, Salma benar benar menyesal pak "

__ADS_1


"sudahlah nduk bapak sedang tidak ingin membicarakan itu, lebih baik kita fokus dengan ibu mu yang masih terbaring lemah di dalam sana "


"pak..maafkan Raziq, Raziq sudah mengecewakan bapak dan ibu, Raziq juga sudah menghancurkan masa depan Salma, Raziq yang egois pak "


Raziq pun bersimpuh sambil sesenggukan, Pak Cahya pun hanya tertegun sambil menyeka air matanya


"sudahlah nak semua sudah terjadi untuk apa lagi kita sesali, keluarga bapak memang malu nak, karena selama ini kalian telah membohongi kami , kami fikir kalian benar benar menjalani kehidupan berumahtangga dengan sesungguhnya"


kenang pak Cahya


" rasanya ini seperti mimpi nak bapak dan ibu sering memuji kalian bahkan semua tetangga dan kerabat tahunya kalian pasangan yang cocok "


"maafkan kami pak, sekali lagi kami minta maaf "


Raziq terus saja mengharapkan maaf dari pak Cahya. Sementara pak Cahya hanya memanggut sambil menelan rasa kecewa yang mendalam.


" Salma sekarang bapak mau sholat dulu, tolong kamu tungguin ibu kamu sebentar "


pak Cahya pamit untuk pergi ke mushola untuk menunaikan sholat isya . di depan ruang rawat bu Marwa masih ada Salma Raziq, Zahra dan Ammar,


"Kak Zahra boleh nitip ibu sebentar ?Zahra ingin membeli minuman ke kantin rasanya haus sekali kak "


"pergilah Zahra, biar kakak dan mas Raziq jagain ibu mu "


"mommy Ammar mau ikut " kalau sudah menghadapi permintaan ammar Salma pasti tidak bisa menolak


"baiklah...let's go baby " Salma dan Ammar pergi sambil bergandengan tangan seperti selayaknya anak dan ibu, setelah berjalan kurang lebih 10 menit merekapun sampai di caffetaria Rumah Sakit, Salma masih memesan 2 gelas cappucino hangat dan 1 gelas coffe late


" oke..sekarang udah jadi minumannya saatnya kita kembali ke tempat nenek Marwa ya sayang"


Salma menjongkok kan sedikit badan ya menyejajarkan dengan tinggi Ammar


"siap mommy.."


Ammar pun menjawab seraya mengangkat tanganya untuk mengambil sikap sempurna dan hormat


keduanya pun segera bergegas keluar dari caffetaria. Salma yang tampak repot menenteng 3 cup minuman seakan kewalahan mengejar Ammar yang berjalan sambil berlari


"wait ..Ammar...wait mommy sayang jangan lari"


salma terus sambil berteriak memanggil Ammar dengan harapan akan berhenti dan mendengarkan seruan Salma. namun Ammar justru semakin riang, mungkin baginya mereka sedang main kejar kejaran, hingga akhirnya insidenpun tak dapat terelakkan


BRAKKKKK


"aww..panas.."


saking paniknya Salma mengejar Ammar tanpa sengaja Salma menabrak seseorang dan parahnya kopi yang Salma bawa mengguyur orang tersebut


"OH my God, sooo sory..saya tidak sengaja "


saat Salma panik membantu membersihkan pakaian pria yang di tabraknya tersebut


"gimana sih mbak 00kok tidak hati hati"


gerutu pria tersebut


tanpa mereka sadari setelah pandangan mereka beradu, alangkah terkejutnya mereka


"Salma...!"


"Rey...!"

__ADS_1


keduanya saling mematung rasanya seperti mimpi mereka dapat bertemu setelah lebih dari 3 tahun.


__ADS_2