
Diam diam Salma menyetujui ajakan Rey untuk mengantarnya jalan jalan. hari ini Salma berbohong pada ibunya dia meminta izin untuk mengerjakan tugas kuliah di rumah Tania.
rupanya Salma sudah mengatur cara supaya orangtuanya tidak curiga, Salma pergi seperti biasanya mengendarai motor kemudian menitipkannya di kos tempat salah satu temannya. sebelum akhirnya Rey datang menjemputnya dengan mobil mewahnya Rey memang anak orang berada merupakan orang terkaya di kota ini memiliki cabang usaha dimana mana dan pusatnya di Singapura, karena papi nya pak Juanda keturunan Singapura.
Rey pun menghentikan mobilnya kemudian turun membukakan pintu untuk Salma, meski terlihat canggung Salma pun masuk dan tak lama mobil pun melaju ketempat yang telah mereka tuju.selama di perjalanan Salma hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Rey. tampak sekali mereka berdua masih sangat canggung wajar saja karena sebelumnya baru beberapa kali bertemu.
"emhh Sal.. makasih ya udah mau nemenin aku" ucap Rey mencairkan suasana.
"iya sama sama Rey." jawab Salma datar
"oh iya..kemaren bapak kamu pasti memarahimu ya, karna aku bertamu malam malam?"
Rey menyelidik mengingat kemaren bapaknya sepertinya marah
"enggak kok Rey" jawab Salma
"tapi aku tahu bapak kamu sepertinya tidak suka "
"itu karna kalian belum saling kenal saja ko Rey?"
Salma mencoba menutupi kenyataan
"aku perhatikan kamu tak seperti biasanya, apa kamu sedang ada masalah, atau gara gara aku kemaren?" Rey semakin penasaran
"tidak.. bukan kok nggak ada apa apa, aku baik baik saja"
Salma menenangkan kekhawatiran Rey.
tak lama mobil pun berhenti tampak pemandangan yang sungguh menakjubkan mata, jalanan yang seolah terbelah oleh pantai, nyaris seperti di pantai pandawa Bali yang tersohor itu.
"wow indah banget Rey.. sumpah baru kali ini aku kesini selama ini aku hanya melihat nya di sosmed."
Salma tampak mengagumi tempat tersebut.
"hemm kemaren ngetawain aku sekarang malah melongo terkagum kagum kan."
"Rey... apa komentar kamu tentang perjodohan?"
tiba tiba kata kata itu terlontar begitu saja dari mulut Salma
Rey terkaget tiba tiba Salma mengeluarkan kata kata yang sama sekali tak di duga
"wait..wait..perjodohan?? , aahh aku tahu ini
maksudnya kamu sudah di jodohkan dengan seseorang?, "
Salma hanya tertunduk tak bergairah
"heyy..Sal kamu kenapa?"
__ADS_1
Rey mengangkat dagu Salma yang tertunduk
" Rey .."
Salma merasa kaget karna tiba tiba Rey memegang dagunya
"maaf..aku nggak sengaja"
Rey tampak gugup
kemudian keduanya tampak canggung dan salah tingkah
ada rasa yang tak biasa menggelayut di hati keduanya.
"oh iya,..kamu mau minum es kelapa muda itu tak?" Rey menawari salma
"emmmhh boleh,"
Rey pun menghampiri pedagang air kelapa muda yang berada tak jauh dari bibir pantai, kemudian memesan 2 butir kelapa muda hijau.
"Sal..aku masih penasaran dengan pertanyaanmu tadi.?
" Rey masih begitu penasaran dengan ucapan Salma tadi.
"ternyata orang tuaku sudah menjodohkan dengan anak sodara jauh bapakku"
DEGGGHH seperti ada yang menghantam di dada Rey sesaat diapun terbengong, ada rasa tak rela dan ingin rasanya melarang Salma untuk menyetujui perjodohan itu, namun Rey tak ingin menampakkannya mengingat dirinya bukan siapa siapa.
"ya enggak lah gimana mungkin q mau di jodohkan dengan orang yang sudah aku anggap seperti kakak kandungku, kami tumbuh, bermain, bahkan sekolah sama sama."
Hari ini Salma menumpahkan segala beban yang menyesak di dalam dadanya pada Rey, bulir bulir bening menghujani pipi mulus Salma tak jarang terdengar isakan tangisnya.Rey menyodorkan tisu dari saku jaketnya kemudian mengambilkannya untuk Salma yang enggan menerimanya. Rey pun menyapu lelehan air mata Salma. tanpa aba aba tatapan mereka beradu kemudian tangan mereka saling bersentuhan. ada yang berdegup kencang tak menentu di dada keduanya perasaan yang terasa aneh namun nyata adanya
"Salma.. bolehkah kalau aku menitipkan hati ini disini?" Rey menunjuk ke letak hati Salma
"Salma hanya diam terpaku tanpa kata keduanya hanya saling memandang seakan tahu perasaan masing masing".
Hari hampir senja perlahan langit tampak jingga pertanda sebentar lagi berganti malam tapi Salma dan Rey masih enggan beranjak dari tempat itu.
Reynand dhanlee dia adalah lelaki yang cukup baik, meski diantara mereka memiliki banyak perbedaan yang sangat jelas. Rey menyadari itu keyakinan adalah perbedaan yang paling nyata, namun Rey hanya berusaha jujur dan mengikuti apa yang dia rasakan saat ini. senja telah menjemput malam langit pun terlihat merah saga. sadar akan hal itu Salma pun mengajak Rey untuk segera pulang. dia takut orangtuanya akan curiga bila dia pulang terlalu malam. entah apa yang menjadi kesepakatan antara Rey dan Salma yang jelas keduanya terlihat sangat menikmati kebersamaan hari ini, senyum keduanya selalu mengembang, terlebih Salma wajahnya tampak tanpa beban sesekali keduanya saling beradu pandang bahkan Rey sudah mulai berani memegang telapak tangan Salma yang begitu halus, tampak jari jari tangan yang begitu indah. keduanya pun berpisah setelah Rey turunkan Salma di tempat awal mereka bertemu tadi.
adzan insya ' pun telah berkumandang Salma segera memarkir sepeda motornya kemudian masuk kedalam rumah. didapati ibu bapaknya telah bersiap pergi sholat berjamaah ke masjid tak jauh dari rumahnya.
sepertinya Salma masih enggan bertegur sapa dengan kedua orang tuanya. bapaknya hanya bisa menggeleng.
"nduk ibuk dan bapak ke masjid dulu," ibunya pamit.
sementara Salma hanya mengangguk pelan. kemudian masuk kedalam kamar kemudian segera mandi dan sholat.
tak lama terdengar notifikasi pesan whatshap Salma pun meraihnya setelah melipat mukenanya
__ADS_1
"Sal jangan lupa sholat, maaf ya tadi kamu ketinggalan 2 x waktu sholatmu"
Rey mengirimkan permintaan maaf, Salma tersenyum sendiri membacanya
"perhatian banget sih kamu Rey" gumamnya lirih.
"iya..thanks ya,, bukan salah kamu kok tadi akunya yang lalai"
"kenapa kamu bisa jatuh cinta dengan gadis sederhana dan semanis salma sih Re"
tanyanya pada dirinya sendiri, kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur empunya.
sementara Fanny yang dari tadi memperhatikan kakaknya yang tampak senyum senyum sendiri membalas chat dari seseorang.
"hemmss sepertinya ada sesuatu yang nggak wajar nih dengan abang Rey" bicaranya dalam hati, melihat gelagat Rey yang bertingkah mencurigakan.karena semenjak acara camping Rey sudah menunjukkan gelagat sukanya bahkan ia meminta nomor telphon Salma segala .
"cieeyyy yang lagi di mabuk asmara, senyum senyum sendiri dari tadi"
suara Fanny membuyarkan senyuman Rey.
"ssttt berisik saja lo"
"terus ceritanya ini udah jadian belum?"
Fanny terus menggoda kakaknya,
"jangan lupa traktir ya kalau sudah jadian, biar awet cintanya...hehee"
sementara Rey hanya cengar cengir pasrah.
"memangnya kamu bakalan mendukung?" tanya Rey sambil menyambar cemilan yang Fanny pegang
"kebiasaan banget sih asal comot saja " Fanny memanyunkan bibir mungilnya dengan kelakuan sang kakak
"dukung sih pasti kak, tapi Fanny tak bisa jamin ini bakal bertahan lama apa kak Rey sudah benar benar memikirkan ini dengan baik ? ya aku nggak mau kalau kak Rey akhirnya cuma nyakiti Salma karena gimana pun juga dia sahabatku dan dia gadis yang baik "
"Kok kamu ngomongnya seolah kakak mu ini seperti seorang yang b******k saja"
"yaa mengingat reputasi kakak sebagai play boy yang jam terbangnya lumayan lama, aku nggak Rela kalau temenku jadi korban"
"sepertinya kamu ngga mendukung nih?"
"Fanny mendukung..tapi kakak juga harus inget Salma dan kakak mempunyai banyak perbedaan, yang sulit untuk di samakan"
Rey pun terdiam dan tampak memikirkan apa yang Fanny ucapkan
"kakak tahu Fan tapi kakak juga bingung yang kakak rasakan ini sangat berbeda dengan apa yang sudah pernah kakak rasakan, selama ini kakak menjalani suatu hubungan hanya atas dasar suka sama suka tidak sampai yang seperti ini, kakak juga belum tahu kenapa harus Salma"
"saran Fanny sekarang kakak berpikir seribu kali dulu sebelum mengambil putusan"
__ADS_1
ucap Fanny sambil menepuk bahu sang kakak kemudian beranjak menaiki anak tangga menuju kamarnya. Rey pun masih terdiam mencerna semua perkataan adiknya.