Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 10 Bertemu dengan Madu


__ADS_3

Semalam Salma tidak bisa tidur dengan nyenyak, setelah hari kemaren begitu banyak kejadian yang sama sekali tidak pernah dia sangka. pagi ini Salma telah bersiap setelah memilih out fit yang dirasa sesuai memoles make up dengan tipis Salma lebih menyukai dandanan yang natural dan minimalis karena kecantikan Salma sudah nyaris sempurna, kulit putih hidung mancung, mata yang bulat berpola coklat.


"sudah siap Salma ?"


suara Raziq melihat Salma keluar dari kamarnya


" sudah mas. yuk kita berangkat "


"cieeyyy semangatnya yang mau ketemu madu"


celetuk Raziq yang sepertinya sengaja menggoda Salma


"apaan sih mas Raziq nih"


"Ya udah ayok kita berangkat"


seru Raziq sambil meraih kunci mobil yang tergeletak di atas TV


Mobil sudah meluncur memecah jalanan kota yang tampak gersang dan tandus namun tetap mempesona. Salma tampak gugup dan terlihat sangat nervous terlihat sangat wajahnya memucat dan seperti salah tingkah


" cieeyy...yang mau ketemu sama madunya... biasa saja nggak usah pakai gugup gitu.."


Raziq memecah kesunyian sambil menyeringai berharap bisa mengurangi ketegangan hati Salma. sementara Salma masih tak bisa menguasai situasi hatinya saat ini


"Udah santai saja, Zahra itu bukanlah madu yang kejam seperti yang ada di sinetron sinetron itu, mas percaya nanti setelah jumpa dengannya kamu pasti akan jatuh hati "


" gimana pun juga Salma ini udah bersalah pada Zahra mas, coba wanita mana yang bisa dengan sukarela berbagi suami ?"


" kan kalian berbagi suaminya lain, kalian hanya berbagi suami diatas kertas kan ?"


Raziq masih berusaha meyakinkan Salma bahwa ini tidak seperti yang Salma bayangkan, pasti tidak akan terjadi hal yang buruk pada mereka


"Ya walaupun begitu, tapi Salma tetap merasa bersalah mas, apalagi sekarang Zahra sedang mengandung calon anak kalian, dan selama beberapa bulan ini mas Raziq selalu tinggal di apartemen denganku, entah bagaimana hancurnya perasaan Zahra tiap malam malam selalu memikirkan mas Raziq pasti Zahra sangat menderita mas. "


Salma kembali menangis air matanya berderai kian deras membayangkan keadaan Zahra, membayangkan sakit hatinya Zahra atas apa yang telah mereka berdua lakukan

__ADS_1


Raziq menghentikan mobilnya kemudian memarkir kendaraannya di depan gedung bertingkat menjulang langit.


"apa kita sudah sampai ? "


"iya ..yuk turun" jawab Raziq sambil membuka pintu mobil kemudian turun


" ayok....!"


Salma tampak berdiri mematung, tak mau menunggu terlalu lama Raziq pun menarik tangan Salma dan segera membawanya berlajan ke arah lift untuk menemui Zahra di apartemennya


"mas lepaskan,..bisa tidak kalau ketemunya next time saja "


rengek Salma


"bukankah lebih cepat lebih baik, supaya kamu tidak penasaran dan merasa bersalah terus menerus seperti ini"


tak lama lift pun berhenti dan setelah pintu terbuka Raziq kembali menarik tangan Salma untuk keluar lift


Raziq pun berhenti di depan kamar apartemen 420 setelah memencet bell sesaat kemudian pintu terbuka


Raziq mengucap salam setelah sesosok wanita berkerudung silver dengan baju gamis berwarna navy. tersenyum mengembang menghiasi wajah yang begitu cantik hidungnya mancung mata bulat berbulu lentik, postur badan yang cukup proposional untuk ukuran orang Indonesia


"Waalaikumsalam..mas " kemudian mencium tangan Raziq.suaranya begitu lembut, kemudian tangan ya meraih tangan kanan Raziq dan mencium punggung tangan suaminya. sementara Salma masih berdiri di belakang Raziq


" Salma.." panggil Raziq


Salma hanya mengangguk kemudian maju mensejajarkan berdirinya dengan Raziq, wajahnya tampak memucat tangan ya pun gemetaran


"Zahra sayang inilah Salma "


Raziq memperkenalkan Salma kepada Zahra istri pertamanya


" Salma ,..Ini Zahra "


Salma seakan enggan mengulurkan tangan ya meskipun Zahra telah terlebih dulu mengulurkan tanganya untuk bersalaman. entah apa yang saat ini ada di benak Salma yang pasti bukan karena dia enggan dan sombong melainkan Salma merasa takut dan tidak pantas.

__ADS_1


"perkenalkan saya Zahra..."


kemudian Zahra meraih tangan Salma dan seketika memeluknya. Salma masih mematung dan menangis


"sudah Salma ayo kita masuk dulu.."


Zahra merangkul Salma dan mengajak masuk kedalam apartemen


"silahkan duduk, sebentar aku buat minum dulu ya "


ucap Zahra kemudian masuk ke dapur dan sesaat kemudian membawa baki berisi dua gelas minuman


Salma masih terdiam dan kaku di depan Zahra


"silahkan di minum Salma, Mas, kalian pasti haus kan secara disini udaranya panas banget tidak seperti di negara kita "


"Kak Zahra ...saya benar benar minta maaf dan mungkin saya tidak pantas untuk berbicara seperti ini "


Salma tertunduk merasa bersalah


"Salma... kamu jangan kawatir kakak sudah tahu semuanya dan kakak tidak kenapa kenapa, dan pernikahan itu terjadi juga atas izin kakak Salma, karena kakak yakin mas Raziq berkata jujur "


"jadi....Kak Zahra tidak sakit hati dengan aku, ??"


Zahra tersenyum lebar, seolah menepis keraguan Salma


"sudah.. sudah sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah sama kakak Salma, sebenarnya kita tidak pernah ada masalah, semua hanya karena situasi yang belum memungkinkan untuk kita. "


lagi lagi Salma dibuat terkagum dengan sosok Zahra, dia bukan hanya berparas cantik tetapi hatinya juga sangat istimewa, dan sangat tulus.


pertemuan antara Zahra dan Salma terjadi dengan sangat baik, tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi justru sebaliknya Zahra dan Salma semakin akrab, seketika suasana menjadi hangat.


"Kak Zahra , sekarang kan usia kandungan kakak sudah semakin besar seharusnya mas Raziq dan kak Zahra tinggal bersama, kasian kakak, Salma tahu wanita yang sedang Hamil itu butuh perhatian yang extra, dan juga sangat membutuhkan kehadiran suami. "


" kamu benar Salma, mas Raziq juga sudah memikirkan itu, dan secepatnya Zahra akan tinggal satu apartemen dengan kita"

__ADS_1


Raziq menyetujui usulan Salma, sementara Zahra juga mengiyakan keinginan keduanya. mereka akhirnya makan malam bertiga hubungan yang begitu harmonis.


__ADS_2