Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
24. pertengkaran


__ADS_3

karena Saking asyiknya mereka berbincang Rey sampai tidak menyadari keberadaan istrinya kini sontak iya pun merasa bersalah setelah menyadari istrinya tak lagi bisa ditemukan disekitarnya.


"Salma.." ucap Rey bingung matanya mencari cari keberadaan sosok Salma namun tak iya dapatkan


"Sof ..udah dulu ya aku mau mencari istri gue "


"ok..sorry ya Rey"


Rey tak lagi menjawab dan justru berlari dengan paniknya menuju parkiran, dan benar saja Salma sudah menunggunya di parkiran sambil memainkan handphone nya.


"kamu disini sayang " ucap Rey sedikit lega, Salma hanya mengernyitkan bibirnya


"udah mas nostalgianya ?" tanya Salma datar


"maaf ya sayang..kamu jangan marah tadi aku dan Sofy.."


belum sempat iya melanjutkan ucapannya Salma sudah terlebih dulu menyodorkan Helm pada Rey pertanda ia meminta untuk segera kembali ke villa.


"kita bicarakan di Villa saja ya mas" Rey pun menganguk tanda mengiyakan


setelah beberapa menit Motor pun berhenti di depan Villa yang di tempati oleh keduanya, sepanjang perjalanan pulang tadi mereka tak saling berbincang melainkan hanya saling diam. Rey membuka kunci pintu villa dan diikuti oleh Salma di belakangnya. Salma langsung menuju toilet dan membersihkan diri kemudian berganti pakaian. Rey masih terdiam ada ketakutan dan rasa bersalah di wajahnya ia sebenernya sangat tidak nyaman dengan di diamkan Salma seperti ini namun Untuk sekarang ia harus bersabar dulu, setelah Salma selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi. ia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Adzan magrib telah berkumandang Salma pun segera mengambil air wudhlu dan mengerjakan sholat magrib kali ini iya mengerjakan sendiri biasanya semenjak menikah mereka selalu mengerjakan sholat wajib berjamaah ketika ada Rey. akhirnya Rey pun mengerjakan sholat magrib sendiri. Tak tahan di diamkan Salma begini Rey pun langsung mengajak Salma bicara setelah selesai sholat


"sayang....mas tahu mas udah buat salah dengan kejadian tadi, mas tahu mas udah melakukan kebodohan, mas mohon maafin mas ya ?" pintanya dengan wajah memelas


"sudahlah mas, aku sedang ingin sendiri" jawab Salma ketus


"tapi mas nggak mau di diamkan seperti ini mas nggak sanggup sayang"

__ADS_1


Salma pun beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar meninggalkan Rey begitu saja, melihat istrinya pergi Rey pun mengejar karena jujur saja baru kali ini Rey melihat Salma marah


"sayang...kamu boleh marah kamu boleh pukul mas, jambak mas atau lakukan sesukanya asal kamu tidak diamkanku seperti ini, aku bisa gila sayang"


sebenarnya sederhana saja kalau saja Rey mau menceritakan dan menjelaskan siapa sebenernya Sofy dan hubungannya di masa lalu mereka seperti apa pasti Salma akan luluh dan memaafkan Kesalahan Rey, tapi sepertinya Rey tidak menyadari dan memahami akan hal itu yang ia lakukan justru hanya sibuk meminta maaf tanpa memberi penjelasan.


Salma masih terdiam terpaku menatap langit malam yang penuh dengan bintang dalam diam dia mencoba mencari jawaban atas ketidak terus terangan suaminya, hatinya sakit, nalurinya mengatakan ada sesuatu yang lebih dari sekedar teman kuliah , hal itu terlihat dari cara mereka berdua saat saling ngobrol tadi sore.


"sayang sampai kapan kamu akan mendiamkan ku seperti ini, apa kamu tidak kasian dengan suamimu ini dia sudah sangat lapar ini kan sudah waktunya makan malam sayang"


Rey terus merengek memohon maaf sambil terus merayu sang istri. Salma pun beranjak meninggalkan Rey kembali dia tampak meraih hand phone yang ia letak kan di kamarnya, kemudian membuka aplikasi Go food dan segera memilih makanan kemudian mengordernya. Rey pun terus mengekor kemana istrinya pergi


"aku udah pesankan Go food mas nanti kamu bisa makan, aku capek pingin istirahat dulu mas"


kemudian ia berjalan menuju ranjang dan segera naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya kemudian membenamkan dirinya pada selimut. tanpa terasa airmata Salma menetes kian derasnya


ucapnya lirih sambil terisak, hingga Rey pun mendengarnya dan mengundang rasa penasaran ya, Rey pun mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang


"sayang aku benar benar minta maaf Sofy itu hanya temanku semasa kuliah, dia memang terbiasa jika bertemu teman-temanya langsung main peluk seperti itu" lagi lagi Rey berusaha mendapatkan maaf dari Salma


ingin rasanya ia percaya begitu saja akan tetapi dilihat dari sikap mereka tadi siang memberi jawaban yang berbeda, Salma tetap diam tak memberi reaksi keyakinannya bahwa ada rahasia diantara Rey dan Sofy dimasa lalu itu cukup kuat. Rey yang membaringkan tubuhnya disamping Salma meski Salma tidur memunggunginya akhirnya ikut terlelap dalam pikirannya masing-masing.


jarum jam menunjukan angka 23.00 Rey terbangun karena merasa perutnya sangat lapar, dilihatnya istrinya masih terlelap Rey memberanikan diri untuk membelai rambutnya dan mencium keningnya. tiba-tiba hand phone Rey berbunyi


"nomer baru siapa sih ?" ucapnya saat melihat layar hand phone miliknya, sebelum akhirnya iya menekan tombol hijau


"hallo.."


"hallo Rey..." suara di seberang sana

__ADS_1


"Sofy?! "


"iya ini nomer ku maaf ya aku tadi lagi coba- coba nomer mu rupaya belum ganti" jelas Sofy


"iya aku memang nggak pernah ganti nomer kok "


"btw.. kamu belum tidur ? "


"barusan terbangun lapar" Rey keceplosan


"apa , lapar ? jadi kamu belum makan ?" tanyanya bersemangat


"aduh keceplosan nih" batinnya


"kalau gitu kamu datang saja ke cafe sekalian ada yang mau aku omongin penting" Sofy memberi penawaran


"aduh...tapi Salma udah tidur nih nggak mungkin aku tinggalin sendirian" Rey memberi alasan


"kayak anak kecil saja nggak tega ninggalin, Salma pasti ngerti kok kan kamu juga lagi lapar masak iya dia nggak ngertiin"


"ya udah aku coba bangunin dia dulu ya siapa tahu istriku juga mau ikutan"


"ok.."


Rey pun menghampiri Salma yang masih pulas tertidur, Rey mencoba menggoyangkan tubuh Salma sambil memanggil pelan tak juga bergeming tapi malah merubah posisi tidurnya


kemudian Rey mengusap lembut ujung kepala Salma dan memberikan ciuman hangat


"ya udah kamu istirahat ya sayang .. mas pergi sebentar " kemudian Rey melangkahkan kaki keluar kamar dan menstarter motor yang terparkir di depan Villa.

__ADS_1


__ADS_2