
" Mami... "
" tante..."
teriak Salma dan Sofy bersamaan hingga suara gaduh itu pun terdengar sampai di lantai dasar. mendengar suara gaduh Papi dan Rey segera menuju ke sumber suara.
" Astaga Mami.."
terdengar kepanikan dari semuanya demi melihat Mami Linda sudah tergolek di tangga dengan cairan merah keluar dari kepala dan juga ujung bibirnya. Salma sangat syok namun iya tetap berusaha tenang dengan secepat kilat ia pun mengejar dan segera meraih tubuh wanita berusia 55 tahun itu yang baru saja terguling bebas dari tangga
" Mas.. cepat kita bawa Mami kerumah sakit "
pekik Salma menyadarkan Rey dan sang Papi yang masih diam mematung mersa syok berat melihat keadaan Mami yang tergelincir dari beberapa anak tangga
" biar saya yang nyetir "
Sofy pun ambil bagian dan segera berlari menuju garasi sementara Papi Jhuan sudah lemas tulang kakinya berasa luruh seketika tanpa tulang
" Mas ayo kita harus segera kerumah sakit "
Salma pun sedikit meninggikan suaranya
" Mi... tolong bertahan ya semua akan baik - baik saja Mi... maafkan Salma Mi Salma tidak sengaja "
setelah di dalam mobil Salma yang ikut memangku tubuh sang Mami terus merancau hingga mengusik pikiran Reynand dan juga papi Jhuan
__ADS_1
" sebenarnya apa yang terjadi kenapa Mami bisa terjatuh dari tangga ?"
Suara Reynand berharap mendapat penjelasan
" ma.. maaf Mas ,Pi, ta..tadi sebenernya Salma yang terjatuh di anak tangga pertama tapi Salma berhasil meraih pegangan tapi ternyata kaki Salma tanpa sengaja menyodok tubuh Mami dan Mami pun terpeleset, tapi sungguh Mas ,Pi, Salma nggak sengaja "
Reynand terlihat sangat marah dan gusar begitu juga dengan papi Jhuan
" kenapa kamu.bisa seceroboh ini sih ?"
" Maaf Mas, sungguh aku nggak sengaja "
" Sudahlah Rey, kita sudah sampai cepat bawa turun Mami agar secepatnya ditangani "
pakaian Salma dan Rey pun terdapat banyak bercak darah, Salma sungguh sangat takut, khawatir dan cemas dengan keadaan ini terlebih sejak tadi Mami Linda sudah tidak sadarkan diri. Namun Salma lebih sadar lagi bahwa ia harus menghadapi kemarahan semua orang karena secara tidak langsung ialah penyebab utama semua insiden pagi ini
" Ya Allah hamba mohon selamatkan Mami... selamatkan beliau ya Allah hamba tidak tahu harus dengan apa menghadapi keluarga ini nantinya hamba pasrah jika kemungkinan terburuk terjadi padaku karena memang aku penyebabnya meskipun tanpa aku sengaja "
" Mas... "
Salma mendekati Rey yang kini terduduk menunduk di bangku panjang terbuat dari stanlies berwarna silver itu, sementara Papi Jhuan tampak mondar mandir di depan pintu IGD , sementara Sofy duduk tak jauh dari Rey. sementara Silvy dan suaminya yang tadi sudah terlebih dulu berangkat mengunjungi rumah orang tua suaminya pun sudah di kabari oleh papi Jhuan dan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
" Mas... maafkan aku "
" Sudahlah Sal.. aku sedang mencemaskan Mami tak perlu kita bahas itu sekarang "
__ADS_1
jawab Rey ketus dan seolah tak memperdulikan Salma terlihat jelas raut kemarahan di wajahnya yang biasanya selalu lembut dan ramah penuh kasih sayang seakan sirna terbawa oleh rasa marah itu
Setelah menunggu hampir 2 jam pintu IGD pun terbuka tampak seorang wanita muda nan cantik berkas putih keluar dari pintu tersebut, buru - buru semua beranjak menyongsong sang dokter
" Bagaimana keadaan mami saya dokter ?"
dokter itu tampak menghela nafasnya dan kemudian tersenyum pada kami
" harap tenang ya pak, kondisi pasien saat ini masih kritis, Mohon doanya untuk membantu pasien, mengingat benturan di kepalanya dan darah pasien yang tinggi semoga saja pasien dapat bertahan. keajaiban itu selalu ada kita harus optimis ya Pak, Bu . Sekarang pasien kami pindahkan di ruang ICU untuk kami observasi "
Terlihat semua yang berada disana menjadi tegang dan syok mendengar penjelasan sang dokter tak terkecuali Salma ia sangat khawatir jika saja hal buruk terjadi pada mertuanya tentu saja seluruh keluarga ini akan menyalahkan nya bahkan mungkin semesta akan ikut menghakiminya.
Salma memandang wajah kusut dan gusar suaminya pakaiannya kini penuh dengan noda bercak darah ia pun mendekati Rey namun selalu di acuhkanya
" Mas.. aku carikan baju ganti untukmu dulu ya "
Namun sama sekali tak mendapatkan jawaban dan tanggapan. Salma pun tak mau membuang waktu Ia berjalan keluar rumahsakit menuju supermarket yang berada di seberang jalan tak jauh dari rumahsakit tempat Mami Linda di rawat
Salma pun membeli baju ganti untuknya dan kemeja untuk suaminya karena tak mungkin mereka terus menggunakan pakaian yang penuh noda darah setelah mendapatkan yang ia perlukan Salma pun segera kembali ke rumah sakit saat ini ia sudah berganti dengan pakaian yang bersih dan akan segera meminta suaminya juga untuk bertukar pakaian.
" Mas.. tolong ganti dulu pakaian mu ini saya bawakan baju ganti "
dengan diam Rey pun meraih paper bag yang disodorkan istrinya dan dengan segera ia bawa ke toilet diujung koridor ruang ICU
Sejujurnya hati Salma merasa sedih mendapat sikap dan perlakuan acuh dari suaminya, tapi Salma sadar posisinya saat ini memang semua orang tengah melimpahkan semua kesalahan kepadanya. Salma hanya tertunduk dengan berbagai pikiran yang berkecamuk menjadi satu.
__ADS_1