
Hari ini seperti beberapa hari sebelumnya selama tinggal dirumah Mami Linda Salma selalu bangun sebelum subuh setelah menyelesaikan kewajibannya ia pun langsung berkutat dengan aktivitas di dapur, Salma hanya ingin memanjakan lidah dan perut kedua mertuanya, dan juga adek ipar dan suaminya. ini sudah hari ketiga ia berada dirumah ini, Salma masih dengan gigihnya memperjuangkan restu Mami mertuanya untuk dapat menerima keberadaannya sebagai menantu dirumah ini.
seperti dengan melupakan hal -hal kecil seperti mempersiapkan makanan untuk keluarga ini, membuat aneka macam kue dan dissert meski tanpa sepengetahuan mami Linda dan harus berbohong supaya masakan ini bisa diterima oleh mami Linda. Entah kemalangan atau kebetulan ketika Salma tengah asik mempersiapkan masakannya dan hendak menghidangkan ke meja makan tiba-tiba saja kepergok oleh Mami Linda, seketika hati Salma dilanda kecemasan dan ketakutan dia tak sanggup membayangkan kemarahan Mami setelah mengetahui bahwa selama ini yang sudah mempersiapkan menu makanan itu Salma.
Mami Linda yang tidak biasanya batin di jam yang masih terlalu pagi yaitu 05.00 sepasang mata oriental yang sudah tampak mengendur itu kini menatap tajam penuh kebencian pada Salma entah apa penyebab kemarahan Mami Linda dan alasan tidak menyukai Salma setelah menjadi menantunya, mengingat mama Linda sudah mengenalnya sejak Salma dan Fanny masih kuliah, dulu Mami Linda sangat baik, ramah, dan juga sangat menyayangi Salma dan sahabat Fanny lainya, mereka sangat akrab karena Fanny sering mengajak mereka menginap di rumahnya. Namun keadaan itu kini berbalik 180 derajat Mama Linda tampak begitu acuh bahkan terkesan membenci Salma yang kenyataanya kini menjadi menantunya.
"Ma...Mami, kok sudah bangun?"
tanya Salma gugup ketika melihat ibu mertuanya itu tiba-tiba sudah bangun dan berjalan ditengah tangga, Salma menunduk tak berani menatap wajah Mami mertuanya yang kini dalam mode Marah.
"ohh.. jadi selama ini kamu yang sudah memasak untuk kami ?lancang sekali kamu!"
"maaf Mami...Sa..salma cuma sekedar membantu menghidangkannya Para Bibi yang semua mengerjakan semuanya"
jawab Salma mencari aman, berharap Mami Linda bisa menerima penjelasan Salma
"kamu pikir saya ini b**** percaya begitu saja, mereka sudah bertahun tahun melayani keluarga ini jadi saya tahu dan hafal betul dengan ciri khas masakan mereka, jadi kamu bermaksud menyogok saya dengan ini semua? kamu pikir setelah melakukan ini semua hati saya akan luluh dan menerima kamu sebagai menantu di keluarga in. Jangan mimpi kamu"
Suara Mami Linda cukup lantang sehingga mengundang penghuni lain dirumah ini untuk melihat keributan yang tercipta oleh ibu mertua terhadap anak menantunya
"maafkan saya Mi.. saya tidak memiliki maksud buruk saya hanya ingin melakukan hal yang membuat keluarga ini merasa senang"
__ADS_1
Salma berucap dengan nada penuh ketakutan dan gemetaran
"kamu pikir kamu itu siapa? justru tanpa kehadiran kamu disini keluarga ini akan jauh lebih bahagia dan senag"
cerah Mami Linda lagi dengan nada penuh emosi
"Mami.. cukup!! tidak bisakah Mami menerima Salma, apa yang kurang dari Salma dia itu wanita dan istri yang baik, seharusnya Kita bahagia dan senang mendapatkan menantu seperti dia, dia penyayang perhatian kepada kita semua. Papi kecewa dengan Mami kenapa bisa berubah menjadi seperti ini?, kemana Mami yang penuh kelembutan dan kasih sayang itu?"
Papi Jhuan merasa jengah dengan sikap dan perlakuan istrinya selama ini terhadap menantu perempuannya.
"apa Papi lupa perempuan ini yang membuat kita kehilangan anak lelaki kita dia sudah merebut semuanya dari Mami bahkan demi perempuan janda ini dia rela berpindah keyakinan apa Papi lupa itu"
"Miii.. semua yang terjadi pada anak kita tidak ada hubungannya dengan Salma dia mengikuti hidayah yang diberikan Tuhan dia memilih jalan ya atas niat dan kemauannya sendiri bukan atas ajakan dari orang lain. dalam hal ini Salma tidak salah, apa bedanya meskipun Rey memilih jalan keyakinannya sendiri toh dia tetap anak kita, tidak ada yang berubah dari itu semua, justru dia semakin menjadi lelaki yang lebih baik, kenapa Mami mempermasalahkan yang sebenarnya bukan masalah, Rey bukan lagi anak kecil dia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri"
"Mami itu terlalu mengikuti ego mami, sampai sampai menutup mata hati Mami untuk bisa melihat kebahagian yang sesungguhnya. Salma dan Rey memang berjodoh apapun itu kita harus menerimanya, dan satu hal yang papi tidak suka jangan sekali kali Mami membawa status Salma karena kita sama-sama tahu anak kita juga bukan lelaki yang suci dimasa lalunya"
Salma semakin terisak dalam rasa bersalah yang luar biasa bagaimanapun juga kehadirannya dirumah ini justru menjadi biang dari ketidak akuran keluarga ini, sementara Fanny dan Richard hanya bisa menyimak dan menyaksikan perdebatan antara Papi dan Mami nya.
"Mi... pi.. cukup! Salma minta maaf semua permasalahan ini Salma penyebabnya, Salma yang salah. Salma mohon Mami dan Papi jangan lagi bertengkar aku tahu kalian teramat sangat saling menyayangi. Salma cukup tahu diri untuk masuk ke dalam keluarga Ningrat seperti ini, Salma yang tak tahu diri "
Fanny pun mendekati Salma dan mengusap pundak kakak iparnya memberi penguatan
__ADS_1
"Mii, Fanny mohon jangan seperti ini, Kak Salma datang kesini dengan maksud yang baik dia berusaha menjadi menantu yang baik dan diakui dirumah ini"
Fanny menyela karena baginya Salma adalah pilihan yang tepat untuk kakaknya.
"bela saja terus, kalian semua sudah dibutakan oleh J**** licik ini "
ucap Mami Linda sambil menaiki anak tangga kemudian membanting pintu dengan suara yang keras
"Salma.. jangan diambil hati ya sikap dan perkataan Mami kamu tadi"
papi Jhuan sangat mengkhawatirkan menantu perempuanya itu
"Iya kak, kakak sabar ya, suatu saat nanti Mami pasti akan luluh dan bisa menerima kakak dengan segala ketulusan Kak Sakma"
"ya sudah, kita sarapan saja, Papi dari tadi udah menahan diri dari aroma masakan yang tersaji itu"
Papi berusaha mengatasi ketegangan pagi ini supaya Salma tidak terlalu bersedih dengan apa yang baru saja terjadi
"aahh.. Papi memang paling mengerti, Richard juga sama Pii dari tadi nahan lapar ya melihat masakan yang terhidang di atas meja makanitu"
mereka berempat pun akhirnya melakukan sarapan bersama meski tanpa Mami Linda, namun mereka sangat menikmatinya, kecuali Salma iya tampak tidak bersemangat dan hanya tertunduk sambil mengaduk makananya. namun baik Papi, fanny dan juga Richard hanya diam seolah tidak tahu, karena mereka sangat memahami suasana hati Salma saat ini.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍