
Salma masih sangat sedih mengingat kejadian tadi pagi, dimana Mami mertuanya marah besar ketika mengetahui yang memasak makanan yang begitu lezat saat ini adalah Salma. berbagai ungkapan dan alasan ketidak sukaan Mami Linda terhadap dirinya pun telah diungkapkan hingga nyaris membuatnya putus asa dan ingin sekali pergi keluar dari rumah ini saat itu juga. namun untungnya Salma masih sadar diri bahwa semua ini keputusan dan keinginan dia sendiri untuk menginap dirumah mertuanya selama Rey pergi keluar negeri.karena ia ingin lebih dekat dan bisa mengambil hati sehingga bisa menerimanya sebagai menantunya. tapi setelah peristiwa tadi pagi sepertinya itu akan sulit bahkan Salma nyaris frustasi dan pasrah balik kanan dari niatannya.
Salma sedang menimang keponakannya anak dari Fanny yang saat ini sudah berusia 6 bulan, yang hari ini sengaja dititipkan oleh Fanny karena dia dan suaminya sedang menghadiri pesta pernikahan klien nya sehingga tidak memungkinkan membawa bayi mungil itu.
Salma menyuapi sang ponakan dengan telaten ia sengaja menyuapi bayi lucu itu di bawa ke teras depan karena disana mereka bisa menikmati indahnya mini garden yang lengkap dengan kolam ikan hias yang sangat disukai sang baby.
Tak berapa lama terdengar sebuah mobil memasuki halaman rumah keluarga Dhanlee setelah memarkirkan dengan benar seorang perempuan cantik bertubuh sexy mirip seperti model turun dari mobil berjalan anggun dengan busana yang lumayan sexy hingga lekuk tubuhnya tergambar jelas.
Salma pun menoleh dan sesaat memperhatikan perempuan tersebut, dan...
"Sofy ?, ada perlu apa dia kemari ? bukankah dia..."
tanpa basa basi Sofy melenggang dengan angkuh begitu saja tanpa memperhatikan Salma yang tampak berdiri tak jauh darinya.
sontak kehadirannya yang langsung mendapat sambutan hangat sang nyonya besar membuat Salma merasa penasaran, bagai mana bisa Mami Linda terlihat sangat akrab dan dekat dengan perempuan tersebut.
"hay... Sofy sayang apa kabar mu cantik ?"
" Mommy... apa kabar?" sambil cipika cipiki
"mami baik-baik saja sayang, kamu juga apa kabar?"
"baik juga mii "
"ayo kita masuk sayang, mami sudah rindu sekali denganmu"
ajak Mami Linda sambil menggandeng tangan Sofy masuk kedalam rumah, sementara Salma yang sudah selesai menyuapi keponakannya pu n masuk ke dalam rumah karena sebentar lagi waktunya si baby buat tidur. saat melewati ruang tamu dimana ada Sofy yang sedang berbincang penuh keakraban dengan mami Linda Sofy pun menyapa Salma meski dengan nada sedikit angkuh.
"hay.. ketemu lagi ya kita ?"
__ADS_1
depan ya dengan nada sinis
"hay juga..Sofy "
"loh.. kalian udah saling kenal ?"
"Iya Mih..kita kan pernah ketemu waktu mereka honeymoon "
"oh ya.."
"oya mih Rey dan istrinya ini kan kebetulan menginap nggak jauh dari sertoranku mih"
salma hanya terdiam dan menyimak obrolan yang sebenernya tidak terlalu membuatnya nyaman
"oh iya,.. apa ini anaknya Rey ?"
"itu anaknya Fanny, kalau Rey entah bisa kasih mami cucu entah tidak, ya maklumlah dua kan nikahnya sama Jan*a"
entah apa maksudnya mami Linda berucap seperti itu tadi, Salma tampak tersenyum menahan perih
"jadi... istri Rey tuh sudah Jan** ?! aduh.. kirain masih perawan kenapa Rey jadi berubah selera sama yang udah second gitu ya mi"
peryataan yang sungguh tidak manusiawi, memangnya apa yang salah dengan seratus janda toh walaupun janda Salma masih perawan, kenapa sih harus dipermasalahkan bukankah sekarang ini lagi trend janda semakin di depan lalu kenapa harus diperolok olokan. menjadi janda juga bukan sesuatu yang hina karena aku yakin tidak ada seorangpun yang berniat untuk menjadi janda dalam pernikahannya. semua yang terjadi adalah takdir yang harus dijalani sesuai kehendak yang kuasa. bukankah jodoh, rejeki, maut adalah rahasia Allah.
"maaf saya kedalam dulu ya Sof, mi"
salma berjalan bergegas meninggalkan mami dan Sofy dengan hati yang tidak terlalu baik air matanya yang sedari tadi bergelantung di pelupuk mata akhirnya lolos teruarai, Salma menidurkan si baby di tempat tidurnya kemudian Salma duduk di sofa tak jauh dari tempat si bayi, Salma menumpahkan segala rasa sakit nya ia menangis tanpa bersuara.
"loh.. kok Non Salma menangis?"
__ADS_1
tanya bi Marni ketika mendapati Salma tengah menangis, karena blm Marni hendak membereskan kamar
"enggak kok bi, Salma hanya sedang rindu dengan bapak dan ibuk saja"
"non.. maaf ya bibi tahu kok tadi nyonya besar bilang apa, sudah jangan di masukkan hati ya non, bibi ngerti perasaan non Salma"
"Iya bi, Salma tidak apa-apa salma tahu diri kok"
"huh.. memang tuh si perempuan sundel kenapa coba dia pakai datang lagi kesini setelah dia membuat malu keluarga ini dulu :
"maksud bibi,..Sofy?"
"Iya siapa lagi non, bibi mah masih sebel sama tuh perempuan sundel"
"kenapa bi kok bisa sebel sama dia?"
"loh.. non belum tahu kalau dia itu dulu pernah mau jadi tunangan dan Rey tapi pas acara tunangan malah dia kabur nggak tahu kemana?"
"hah... tunangan bi ?!!"
"pantas saja kelihatannya Rey dan Sofy bukan hanya teman biasa saja, seperti ada yang Rey tutupi ternyata mereka bukan hanya teman mereka dulu punya masa lalu dan mereka sempat mau bertunangan..kenapa Rey menyembunyikannya dariku"
"non...non Salma Nggak apa-apa kan?"
bi Marni tampak memanggil Salma yang masih larut dalam pikirannya sendiri.
🌸🌸🌸🌸
mohon maaf ya READERS author lama nggak up karena ada kesibukan yang nggak bisa ditinggalkan🙏🏻🙏🏻 terimakasih untuk dukungannya🙏🏻🙏🏻 dan yang udah setia membaca dan mengikuti karyaku ya. 🌸🌸
__ADS_1