Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 15 Cinta Lama Belum Kelar


__ADS_3

Salma dan Mega sedang membantu berkemas barang barang bu Marwa, karena sore ini bu Marwa sudah di ijinkan untuk pulang dari Rumah sakit tak lama terdengar suara pintu di ketok


TOKK TOKK


" tolong lihat siapa yang datang itu Mega " pinta Salma yang masih asyik memasukkan pakaian bu Marwa ke dalam tas


"asiappp.." jawab Mega sambil berjalan mendekati pintu


"wahhh..ada tamu spesial nih bude " seloroh Mega setelah melihat siapa yang datang


"ayo..silahkan masuk kak Rey" ajak Mega sambil menutup pintu kembali


"Assalamualaikum..Bu, Salma.. bagaimana keadaan ibu?"


ketiganya masih terbengong entah kenapa Rey bisa mengucap Salam


"waalaikumsalam..."


mareka bertiga menjawab kompak


"nak Rey...kok bisa kesini?" tanya bu Marwa dengan nada terheran


"ini saya bawa bunga untuk ibu" jawab Rey sambil menyerahkan seikat bunga hidup yang cantik dan harum


"terimakasih ya nak, kenapa repot repot bawain bunga untuk ibu segala"


"tidak apa bu "


jawabnya Salma sembari menarik kursi yang berada disebelah ranjang bu Salma


"hemm jadi bude aja nih yang di bawain bunga"


celoteh Mega menggoda Rey seketika wajah Salma merah merona seperti kepiting rebus


"boleh...jadi kamu juga pingin bunga ?" balas Rey tak kalah pintar


"tapi kamu harus sakit dulu biar nanti saya bawain bunga tiap hari "


"jahat banget sih Kak Rey.." Mega pun memanyunkan bibirnya


" bercanda kali Ga.."


"iya deh Mega tahu, emang ya kak Rey tuh nggak peka " celetuk Mega lagi sambil melirik Salma yang sedari tadi lebih banyak diam


"oh iya,. Salma kamu sudah hubungi bapak mu kalau kita mau pulang sekarang "


" sudah bu tapi bapak tidak bisa menjemput kita karena bapak masih mengurusi pengiriman mebel yang mau dikirim sore ini, jadi kita naik taxi online saja ya bu "


"terserah kamu saja nduk yang penting kita bisa secepatnya pulang, ibu dah nggak betah dirumah Sakit "


"emmmhh.. maaf memangnya ibu mau pulang sekarang ?"


"iya Rey "


"ya udah kalau bapak tidak bisa menjemput biar saya antar " Rey menawarkan jasa


"nggak usah Rey biar kami pesan taksol saja"


"aku setuju sama kak Rey Sal dari pada kita naik taksol mending minta tolong kak Rey saja , iya kan bude " Mega seolah mendukung penawaran jasa Rey

__ADS_1


"baiklah kalau sudah siap semua mari saya antar pulang "


Rey pun keluar dan masuk kembali membawa kursi roda


"mari bu saya bantu "


Rey memapah Bu Marwa keatas kursi roda


"maaf ya bu "


"terimakasih ya nak "


tak lama kemudian mereka pun samapai di parkiran Rumah Sakit setelah mendudukan bu Marwa di dalam mobil Mega pun masuk dan duduk di sebelah bu Marwa tinggalah Salma yang dengan terpaksa duduk di depan bersebelahan dengan Rey meskipun tampak canggung akhirnya Salma pun menurut dan segera masuk kedalam mobil


mobil pun melaju meninggalkan pelataran parkir Rumah sakit, suasana dalam mobil tampak hening tak ada suara


"hemm.. kak Rey sekarang sudah menetap disini lagi ya "


Mega berusaha mencairkan suasana


"iya Ga udah 1 tahun ini saya fokus ngurusi bisnis papi disini"


jawabnya singkat


"kalau kamu Salma ..?" Rey balik bertanya pada Salma


"aku...kemungkinan akan disini dulu sampai keadaan ibu pulih"


"suami kamu ?"


Deggggg


Salma gelagapan bingung harus menjawab apa


"kak Rey nggak tahu ya kalau Salma ini sekarang single lo"


celetuk Mega tak sabar menunggu jawaban Salma


"mega..!!" Salma dengan nada marah


"Maa..maksud kamu ? Kalian berpisah ?"


Rey mencoba mencari kebenaran dari apa yang diucapkan Mega


"maaf nak Rey.. sebenarnya Salma dan Raziq hanya menikah diatas kertas sebelum menikahi Salma Raziq sudah terlebih dahulu menikah dengan perempuan lain bernama Zahra dan sekarang sudah memiliki anak. "


"sudahlah bu...jangan dilanjutkan lagi"


Salma yang merasa keberatan masalah pribadinya diceritakan oleh ibunya


" kenapa nduk ? kan itu kenyataannya, biar nak Rey juga tahu yang sebenarnya "


"maaf bu saya tidak bermaksud tadi " ucap Rey merasa tidak enak hati dengan Salma


Rey menghentikan mobilnya tepat di depan rumah , meski rumah itu kini telah berubah 90% dari semula namun Rey tetap mengingatnya.


setelah menurunkan bu Marwa kemudian mengambil barang barang yang di bagasi Rey pun menyusul Salma, mega dan bu Marwa masuk ke dalam rumah.


"terimakasih banyak ya nak sudah repot repot membantu mengantar ibu sampai rumah "

__ADS_1


bu Marwa mengucapkan terimakasih


"iya bu sama sama, ibu tidak usah sungkan "


"oh, iya Mega boleh bude minta tolong antar bude istirahat di kamar "


"o..o..bude Marwa seperti nya mau kasih kesempatan untuk Salma dan Rey untuk ngobrol berdua nih" batin Mega


" tentu bude.. ayok Mega antar ke kamar ya"


Salma masih berada di dapur untuk menyajikan minuman


"loh..ibu dan Mega kemana ?"


Salma merasa heran mendadak tidak menjumpai keduanya di ruang tamu


"diantar Mega ke kamar, katanya ibu mau istirahat " jawab Rey


"oh..gitu ya ?,.. emmmhh silahkan diminum. "


sambil meletakkan segelas minuman di meja tepat di depan Rey duduk. sesaat susah tampak hening yang terdengar hanya bunyi jarum jam dinding dan suara detak jantung mereka yang semakin tak beraturan, sesekali mata mereka beradu pandangan dan terlihat canggung


"boleh aku minum ?" Rey meraih Segelas minuman di depannya


"tentu..silahkan"


"bismillah hirrohmannirohim"


lagi lagi Salma dibuat terkejut dengan ucapan ucapan Rey. tak ingin semakin penasaran Salma pun segera menanyakan perihal itu pada Rey


"emmm Rey...boleh aku tanya sesuatu ?"


"tanya soal apa ?"


"maaf ya maaf banget dari kemaren semenjak kita bertemu kenapa kamu sering mengucap kalimat kalimat toyibbah seperti barusan kamu membaca basmalah itu maksud apa?" tanya Salma dengan hati hati, karena soal keyakinan itu adalah hal yang paling sensitiv


"emmm i'm moslem Salma , sudah dua tahun aku menjadi mualaf "


"masyaallah..Rey..Alhamdulillah "


Salma terlihat begitu bahagia mendengar itu saking bahagianya sampai sampai Salma meneteskan airmata


"kamu bahagia Salma mendengar ini semua?"


batin Rey berbicara melihat perubahan pada rona wajah Salma.


"mungkin jika keputusan ini terjadi tiga tahun lalu kita tidak perlu merasakan sakitnya perpisahan Salma "


ucap Rey seakan penuh sesal sambil sesekali menatap kearah Salma


" jangan seperti itu Rey,..semua yang terjadi dalam hidup kita adalah ketetapan takdir kita hanya tinggal menjalaninya "


"kalau saat itu aku mempunyai keberanian mengambil keputusan itu mungkin aku tidak akan kehilanganmu "


Rey kembali tertunduk ada sejuta rasa sesal yang menggelayut di pikirannya saat ini


"kamu tahukan Rey kalau aku tak mungkin memaksamu saat itu, meskipun aku sangat menginginkan hal itu, tapi aku tidak ingin egois. keyakinan itu sama halnya dengan perasaan cinta kalau semua hanya karena terpaksa itu tidak akan menjadikan kita bahagia "


"kamu benar Salma, sebab itulah dulu aku melepaskanmu karena aku merasa belum pantas untukmu, aku tahu sekian tahun kita berpisah saling menahan sakit dan kerinduan itu karena Allah sedang memantaskan diriku untuk menjadi lebih baik agar bisa menjadi imammu "

__ADS_1


kalimat itu sederhana namun mampu memporak porandakan jiwa dan pikiran Salma , rasa yang campur aduk antara ada rasa bahagia dengan kemungkinan mereka bisa bersatu, tetapi kini status Salma mungkin bagi keluarga Rey juga akan menjadi masalah.


TERIMAKASIH UNTUK PEMBACA MOHON SEKALI UNTUK DUKUNGANNYA BAGI AUTHOR LIKE, KOMENTARNYA SANGAT MEMBANTU AUTHOR.πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DAN KURANG MENYENANGKAN ALUR CERITANYA. AUTHOR AKAN SELALU BERUSAHA MEMBUAT YANG LEBIH BAIK LAGI


__ADS_2