Semburat Cinta Untuk Khayra

Semburat Cinta Untuk Khayra
Pengalaman Baru Untuk Biru


__ADS_3


Hari minggu yang cerah, matahari menampakkan wajahnya.


Khayra berencana pergi ke ladang membantu Pak Eko memanen jagung.


Bunda dan Mbok Fatma sudah berangkat ke kedai. Khayra sudah izin pada Bunda untuk pergi membantu Pak Eko.


" Sudah jam 7 mana Arini kok lama banget datangnya! "


Baru saja dibilang, panjang umur Arini sudah menampakkan batang hidungnya.


" Lama banget toh! "


" Hehehe..maaf. "


" Ayo! "


Arini dan Khayra pergi ke ladang milik Pak Eko, sepanjang jalan yang mereka lalui disambut pepohonan hijau, sawah yang mulai menguning dan tanaman palawija yang siap panen.


" Assalamualaikum Pak Eko! "


Sapa Khayra dan Arini, Pak Eko terlihat duduk digubuk menikmati wedang kopinya, dan Singkong goreng.


" Waalaikumsalam, Nduk cah ayu! "


" Bono belum datang ya Pak? "


" Ya tumben banget Bono telat, biasa paling cepat datang. "


" Tadi waktu Bapak mampir jemput Bono, dia bilang mau menunggu temannya. "


" Teman! " Kedua gadis itu sontak mengerutkan kening penasaran.


" Itu dia anaknya muncul juga! "


Khayra dan Arini bengong dibuatnya, melihat siapa yang ada di belakangnya, Bono menyengirkan gigi dari kejauhan.


Biru.


" Assalamualaikum.."


" Waalaikumsalam.."


" Pak Eko! "


" Ini toh teman kamu Nak Bono, siapa namamu cah bagus? " Pak Eko menyapa Biru, Biru menyalami Pak Eko.


" Saya Biru Pak. "


" Nama yang bagus cah, kayak orangnya gagah. " Kelakar Pak Eko.


" Pak Eko apa toh, kayak si Mbok ku saja ngefans sama Biru. "


" Ayo makan singkong dulu, ini teh hangat ada juga. "


" Tolong tuang tehnya Nduk! "


Khayra menuang teh ke dalam cangkir dan memberikan pada Bono dan Biru, Biru terlihat ragu menerimanya.


" Ayo diminum cah bagus! "


Pak Eko dan Bono menikmati singkong goreng sambil bersenda gurau.


Biru mengambil sepotong singkong, saat gigitan pertama Biru berpikir makanan yang enak.


Untuk pertama kalinya seumur hidup Biru makan singkong goreng.


" Enak sekali Pak singkongnya,rasanya lumer di mulut. "


" Meleleh di mulut, kayak keju ya Bro? "


" Enak ini Bon, keju kalah dibuatnya. "


" Singkong dan keju. "


Arini tertawa menanggapinya, seperti biasa suasana akan ramai kalau Pak Eko bertemu dengan Bono, yang sama-sama berjiwa pelawak, Khayra hanya diam saja.

__ADS_1


" Ada yang sakit gigi kayaknya, diam saja. "


" Lagi sariawan Pak kayaknya Rara. "


Mereka menyadari diamnya Khayra, sehingga Khayra tak luput dari bulan-bulanan Pak Eko dan Bono.


Biru melirik sekilas wajah merona Khayra.


" Sudah ayo jadi panen jagung nggak, kalau nggak pulang saja. " Khayra berdiri dari duduknya.


" Merajuk anak gadis Bapak! "


" Jangan marah Ra nanti cepat tua! " Ejek Bono.


Khayra mengenakan topi bambunya dan membawa keranjang dipunggungnya.


" Ayo..ayo..panen! "


Mereka memetik Jagung yang segar, jagung manis.


" Ayo cepat panennya, habis ini kita bakar jagung! " Seru Bono bersemangat.


" Tahu saja kamu Bono. " Timpal Arini.


" Bono gitu lho! "


Biru terlihat mengembangkan senyumnya, Biru membantu memetik jagung, meskipun tak selihai yang lain, Biru menyeka keringat yang menetes di kening.


Pengalaman pertama Biru, membantu orang lain berkerja.


Selama ini Biru menikmati harta orang tuanya, tanpa harus bersusah payah.


Bono yang harus menjadi tulang punggung si Mbok, dan Khayra yang selalu membantu Bunda di kedai dan di ladang. Arini yang juga selalu membantu Khayra sahabatnya, meski orang tua Arini terbilang mampu dan terpandang.


Hidup gotong royong yang tak lagi ditemui di kota, terlebih kota besar seperti Ibu kota Jakarta.


sudah jam 11 siang mereka sudah siap memanen sebagian lahan, tinggal separuh lagi.


" Istirahat dulu, kita bakar jagung dulu. "


" Siap Pak! " Sahut Bono cepat.


Bono dan Pak Eko mencari kayu dan ranting untuk pembakaran.


Khayra dan Arini mengupas kulit jagung, Biru mendekat setelah cuci tangan.


" Ada yang bisa ku bantu? "


" Itu batunya ditata Biru, biar enak bakar jagungnya. "


" Biar Bapak saja cah bagus, kamu lanjutkan membelah buluh untuk tusukan jagungnya. "


Biru membelah buluh bambu dan menusukkan jagung, agar mudah saat dibakar.


Bono dan Pak Eko masih membakar kayu untuk membuat bara api.


" Hmm, kalau bakar jagung manis begini dioles sama mentega dan saos sambal lebih enak lho Pak Eko! " Usul Biru ragu.


" Kedengarannya enak cah bagus, selama ini kami ya begini kalau bakar jagung. " Biru mengangguk membenarkan.


" Biar saya yang pergi ke warung Mbok Darmi kalau begitu. "


Biru pamit pada Pak Eko, mengayuh sepeda ke warung terdekat.


" Temanmu anak baik Bono, nggak pilih-pilih teman meskipun anak orang kaya. "


" Ya Pak, Biru anaknya baik, dia nggak malu berteman sama Bono. " Bono merendah.


" Biru anaknya memang baik kok Pak, tapi ya itu suka jahil. " Arini tertawa dan menyenggol bahu Khayra yang sibuk mengorek bara api.


" Apa? " Khayra akhirnya membuka mulutnya bersuara.


" Haha..akhirnya! "


Khayra kembali cemberut, dan membulatkan mata ke arah Arini.


" Nanti hilang lho cantiknya. " Goda Arini.

__ADS_1


Tak lama Biru datang membawa kantong plastik berisi belanjaan.


" Ini Arini! " Biru menyodorkan pada Arini.


Arini menyiapkan saos dan menteganya, dituang kedalam piring agar lebih mudah mengoles jagungnya.


" Banyak banget kamu beli minuman Biru. "


Ternyata Biru membeli beberapa botol minuman dingin dan minuman kaleng.


" Untuk teman makan jagung bakar. "


" Cocok bro! " Bono mengacungkan jempol.


Biru mengoles mentega pada jagung, dan memberikannya pada Bono untuk di bakar.


Pak Eko terlihat mulai membakar jagung dibantu Bono yang mengipas bara api.


Biru mengambil saos sambal yang sudah dituang Arini, menunggu jagung bakar matang untuk dioles saos.


Khayra terlihat memindahkan jagung ke dalam karung.


" Jangan lupa dipisah untuk mereka nanti Nduk cah ayu! "


Khayra menganggukkan kepala, mengambil plastik dan memasukkan beberapa jagung.


Beberapa jagung yang matang sudah selesai dioles saos.


" Aku cicip duluan ah! " Arini mengambil jagung bakar yang dioles saos oleh Biru.


" Hmm ya enak banget Bono, rasanya jadi kayak ada manis, gurih, pedas gitu, Rara sini mumpung masih panas. "


" Jangan dihabiskan Arini! " Pekik Bono.


" Yeay memangnya kamu. "


" Mana tahu kamu khilaf jadi kamu habiskan saosnya, aku kan mau nyicip sensasi baru jagung saos. " Bono terkekeh.


" Tenang Bono, saosnya aku beli 2 botol kok. " Sahut Biru.


" Oke bro! "


" Ini Rara! " Arini menyodorkan jagung bakar pada Khayra.


Khayra mengambil jagung bakar dan menggigitnya sedikit demi sedikit.


" Enak Nduk? " Tanya Pak Eko penasaran, Khayra mengangguk kecil.


Jagung sudah selesai dibakar, mereka menyantap jagung bakar hasil panen mereka.


Jagung segar yang terasa manis, lebih nikmat karena hasil jerih payah sendiri.


" Ayo ambil lagi Nak Biru, ternyata benar katamu cah bagus enak banget! "


" Kamu habis berapa Bono? "


" Hehehe baru juga habis 3. " Sahut Bono sambil mengunyah jagungnya.


" Bonooo, kami baru habis 1. " Sungut Arini.


" Makanya makan jagungnya jangan dihayati kayak putri keraton. " Kilah Bono tak mau kalah.


" Ini masih banyak ayo dimakan nanti dingin nggak enak. "


Kebersamaan yang menyenangkan, mereka tertawa bersama menikmati jagung bakar di tengah ladang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jadi pengen jagung bakar, Author mau dong


🌽🌽🌽🌽🌽.


__ADS_2