
♡
Semua siswa dan siswi berkumpul di lapangan, sebuah bus pariwisata sudah menunggu di depan sekolah.
Terlihat Ibu Murni dan Pak Indra mengabsen anak didik mereka yang akan ikut kegiatan camping sekolah.
Hanya 2 kelas yang ikut pergi camping, kegiatan ini memang khusus diperuntukkan untuk kelas 3.
" Khayra Hanindya. " Absen Ibu Murni.
" Belum datang Ibu. " Tutur Arini.
" Tinggal saja Ibu, paling dia nggak ikut seperti tahun lalu! " Cibir Ratih ketus.
" Dia ikut kok, dapat izin dari Bunda. " Terang Arini.
" Anak manja! "
" Huuuh.."
" Apa sih kamu Ratih kok sewot. " Arini mulai kesal.
" Sudah..diam semua! " Lerai Ibu Murni, melanjutkan absen lagi.
" Reino Biru Samudra. "
" Belum datang juga Ibu! " Sahut Bono.
Biru dan Khayra belum juga terlihat, padahal sebentar lagi bus sudah mau berangkat.
Tidak lama berselang, Khayra dan Biru terlihat di tempat parkir sepeda, Khayra baru saja menyandarkan sepedanya saat Biru baru tiba, Biru berada tepat di belakang Khayra, Biru sengaja memperlambat sepedanya karena tidak ingin mendahalui Khayra. Saat selesai mengunci sepedanya, Khayra baru tahu saat menoleh ke Biru yang ternyata juga datang terlambat.
Khayra merasa canggung, saat ingin menyapa Biru lebih dulu, akhirnya dia pun pergi dengan tetap diam tanpa menyapa Biru. Mereka sudah seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
Khayra berjalan ke lapangan masih sedikit timpang, menyandang ransel di punggungnya dan tangan yang menenteng sekantong makanan, Biru mengikutinya di belakang, dengan menenteng gitar dan ransel di punggungnya, Biru terlihat keren dan masya Allah..
" Wuish..dua sejoli bisa telat bareng. " Goda Andri.
" Hahai..cuit..cuit.." Timpal Ragil, Bayu menyikut perut Ragil, membuat Ragil meringis.
Ratih dan Bayu terlihat senewen, melihat Biru dan Khayra datang bersama.
" Maaf Ibu kami terlambat! " Khayra mendekat pada Ibu Murni.
" Maaf saya juga terlambat Ibu. " Biru menghadap Ibu Murni.
" Kalian berdua ini, sudah berbaris sana! "
" Kamu kok bisa telat sih Rara! " Bisik Arini, Khayra tersenyum kecil.
" Kamu juga telat bro! kalian nggak janjian kan telat bareng. " Interogasi Bono pada Biru, Biru hanya diam dengan tatapan datar.
__ADS_1
Semua sudah lengkap, mereka bersiap masuk ke bus. Arini duduk dengan Khayra, kursi mereka bersebelahan dengan Bono dan Biru.
Mobil mulai melaju, " Bismillahirrohmanirrohim. "
" Kok nggak ada yang menyanyi sih, nggak seru lah pada diam semua. " Cetus Ragil, disambut teman yang lain.
" Ya jadi mengantuk, nggak seru. "
" Ya..itu ada yang bawa gitar! " Sambung yang lain.
" Biru gitarnya mainkan! kita kolaborasi. " Tukas Andri.
Biru mulai memetik gitarnya, berdiri di tengah bersandar di kursi. Wajah Biru yang tampan membuat siapa pun yang melihat tidak berhenti menatap, bahkan debar jantung seakan ikut berhenti berdetak.
Petikan gitar Biru mengiringi sorak suara anak 1 Bus. Mereka berdendang riang sambil bertepuk tangan riuh, sepanjang perjalanan.
Tidak seperti Khayra yang memejamkan mata, berbeda dengan Arini yan ikut bernyanyi. Bersama teman yang lain.
2 jam perjalanan mereka tempuh, hingga bus berhenti di tempat lokasi camping. yang merupakan daerah dataran tinggi, pemandangannya terlihat indah. Pepohonan tinggi tumbuh berjajar rapi, menambah kesan sejuk dan alami.
" Baik kita berhenti di sini, bawa barang keperluan kalian, kita akan berjalan ke lokasi camping dari sini, kurang lebih 500 meter. " Terang Pak Indra.
" Ayo cepat kita harus bersiap, banyak kegiatan kita hari ini! " Imbuh Ibu Murni.
" Semangat, ayo semangat!"
Semua siswa dan siswi membawa barang masing-masing, Khayra yang kakinya masih sedikit sakit dengan susah payah membawa tas ranselnya dan menenteng kantong yang penuh berisi makanan buatan Bunda.
Biru merasa tak tega, diambilnya tas itu dari tangan Khayra.
" Nggak usah. " Khayra masih menahan ranselnya.
" Nggak usah bawel, kakimu masih sakit! jalan ke sana lumayan jauh. " Tutur Biru, akhirnya Khayra melepas ranselnya untuk dibawa Biru.
Bono dan Arini tersenyum, saling kode. Khayra berjalan di belakang Biru. Semua berjalan kaki ke tempat camping, menyusuri jalan setapak.
Beberapa lama kemudian mereka sampai di tempat lokasi camping, semua bersiap untuk mendirikan tenda. Arini dan Khayra satu tenda, Bono tentu saja dengan Biru.
Waktu sudah menunjuk 11.00, mereka baru selesai memasang tenda.
" Baik kita siang ini makan bekal yang kita bawa, nanti malam kita baru akan memasak di sini, siang ini kita akan mencari kayu bakar untuk api unggun dan memasak! " Instruksi Pak Indra.
" Tim sudah Ibu bagi menjadi 10 kelompok, kita harus kompak dan kerja sama. " Sambung Ibu Marni.
Ibu Murni dan Pak Indra menyebutkan nama yang tergabung dalam 1 tim.
" Tim 1, Biru, Khayra, Bayu dan Ratih. "
" Tim 2, Arini, Bono, Ragil dan Siti. "
Khayra dan Arini tidak tergabung dalam 1 tim.
__ADS_1
" Sekarang kita makan, nanti kita mencari kayu bakar setelah zhuhur.
Semua membuka bekalnya, berbagi makanan dengan teman. Khayra yang dibawakan bekal banyak oleh bunda, membagikannya ke semua teman.
" Ini untuk Ibu dan Bapak. " Khayra memberikan makanan untuk keempat gurunya.
" Wah terima kasih Khayra. "
" Masakan Bunda terkenal enak lho. " Puji Ibu Murni.
" Terima kasih Ibu, Bapak. "
Khayra kembali bergabung dengan temannya, Khayra membuka kotak bekalnya sendiri. Makan bersama seperti ini memang nikmat, di tengah pemandangan yang menyejukkan mata.
Setelah makan dan sholat, mereka harus mencari kayu di sekitar lokasi camping. Seperti yang dikatakan Pak Indra, mereka akan mencari kayu bakar sesuai tim.
Biru adalah ketua tim, dengan dipimpin Biru Khayra, Bayu dan Ratih pergi mencari kayu bakar.
" Ih malas banget aku mencari kayu bakar! " Rutuk Ratih.
" Kalau nggak mau cari kayu bakar kamu masak pakai apa? " Sahut Bayu.
" Kan ada kalian! "
Terlihat Khayra dibantu Bayu mulai mencari ranting kecil, tangannya dengan cekatan mematahkan ranting, kemudian dikumpulkan.
Biru mengumpulkan dahan pohon, memotongnya dengan golok yang dibawa.
Sementara Ratih duduk di batang kayu yang tumbang, memainkan kukunya.
" Awas ular Ratih! " Bayu iseng melempar Ratih, karena melihat Ratih duduk santai.
" Aaaauuww! " Pekik Ratih, berjingkat naik di atas batang kayu yang didudukinya tadi.
" Hahaha.." Bayu tertawa.
" Bayu.." Rutuk Ratih kesal, menyadari hanya dijahili Bayu.
" Bayu jangan iseng begitu toh! " Tegur Khayra.
" Habis dia enak saja, duduk santai nggak mau membantu kita. " Gerutu Bayu.
Biru tidak menggubris ulah temannya, dia tetap sibuk mengumpulkan kayu bakar.
Sudah banyak kayu bakar yang terkumpul, Biru dan Bayu mengikatnya.
Melihat Khayra kesusahan mengikat ranting kayunya, Biru membantu mengikatnya dengan tetap diam tanpa berkata sepatah kata. Biru mengikat kayu ranting yang dikumpulkan Khayra menjadi 2 bagian, biar Khayra tidak membawanya sendiri, sebagian biar di bawa Ratih.
" Terima kasih. " Lirih Khayra, Biru hanya mengangguk kecil.
" Kalian berdua bawa yang kecil, Bayu kamu bawa yang itu! " Tunjuk Biru pada bongkokan kayu bakar dengan ikatan yang lebih besar.
__ADS_1
Ratih dengan terpaksa menerima bongkokan ranting yang diberikan Biru.
Mereka kembali ke lokasi camping, dengan membawa kayu bakar.