
♡
Ruang aula sekolah sudah ramai dengan murid yang datang bersama orang tuanya, dan beberapa perwakilan, tamu undangan. Semua terlihat dengan riasan terbaiknya, semua siswa mengenakan kemeja, sementara para siswi menggunakan kebaya.
Khayra terlihat anggun dengan kebaya dan hijab berwarna mocca, dikombinasi kain jarik batik berwarna coklat tanah sebagai bawahan. Tanpa sapuan riasan hanya taburan bedak bayi, sudah terlihat cantik alami.
Khayra datang bersama Ibundanya, Bunda mengenakan gamis berwarna senada dengan Putri tunggal kesayangannya. Tak ada buket bunga seperti acara perpisahan di sekolah kota besar.
" Hilda.."
Sapa seorang wanita yang tampilannya terlihat mencolok dibanding orang tua murid lainnya, turun dari mobil kebesarannya, diikuti Arini dan Ibu Dewi, Biru terakhir keluar dari kursi kemudi. Biru terlihat tampan meski hanya mengenakan kemeja dengan lengan tergulung Biru terlihat keren dan sangat menawan, tentu saja memukau perhatian para siswi yang melihatnya.
" Ina..Ibu Dewi." Mereka saling berpelukan melepas rindu.
" Ya Bunda.."
" Apa kabar? "
" Alhamdulillah baik Ina, kamu tambah cantik saja ya. " Puji Bunda Hilda.
" Kamu yang terlihat cantik, meski tanpa dempul tebal sepertiku. " Aku Mama Ina.
" Rara kamu cantik banget. " Bisik Arini menyenggol lengan Khayra dengan lengannya.
" Kamu juga cantik! " Khayra berbalik memuji sahabatnya.
Biru berdiri melipat tangan di belakang Mamanya, melirik sesaat ke Khayra yang asyik mengobrol dengan Arini.
Kamu manis sekali hari ini Khay..
Mama Ina, Bunda Hilda dan Ibu Dewi berhenti di depan aula mengobrol. Bono yang baru datang bersama si Mbok pun ikut bergabung.
" Mbok.."
" Ibu Kades, Bunda Hilda.." Si Mbok menyalami ketiga Ibu yang masih terlihat ayu.
" Panggil saya Ina, Mbok.." Sebut Mama Ina.
" Oh ini Mamanya cah bagus Biru ya, pantas saja cah bagus ganteng, wong Mamamu ya cantik begini. "
" Mbok bisa saja.." Mama Ina tersipu malu, meski pujian sudah biasa ia terima.
" Seperti bintang pelem.." Ucap si Mbok dengan bahasa jawanya yang kental.
" Bintang film Mbok.." Ralat Bono.
Terlihat Dokter Aida datang bersama putranya Rayhan, menyapa mereka.
" Mari kami masuk dulu. " Ucap Dokter Aida, Rayhan tersenyum menganggukkan kepala.
__ADS_1
" Seperti tidak asing wajahnya! " Gumam Mama Ina melihat Dokter Aida.
" Ayo kita masuk ke dalam, sudah mulai ramai sepertinya. "
Semua berjalan masuk ke ruang aula, dengan disambut beberapa guru di pintu aula. Mereka para orang tua duduk di deretan kursi paling depan, sementara para murid di bagian belakang.
Acara baru dimulai, saat Hafiz sebagai pembawa acara membaca mukaddimah, dilanjutkan dengan berbagai kata sambutan dari kepala sekolah, perwakilan orang tua, dan sambutan dari Kepala desa sumber wangi.
Acara juga diisi dengan persembahan kesenian dari para murid dari kelas 1 sampai kelas 3, ada tarian daerah tradisional yang beragam, lagu daerah dan lagu wajib nasional.
Tiba saat mendebarkan Ibu Nurma Wati menyebutkan juara umum tahun ini, Ibu Nurma Wati Menyebutkan juara umum dari kelas 1 hingga terakhir kelas 3.
" Dan juara umum kita tahun ini dari kelas akhir adalah Reino Biru Samudra. "
Semua bertepuk tangan, Khayra pun berlapang hati, meski gelar juara umum berpindah tangan pada Biru.
" Selamat ya Biru.."
Semua memberikan selamat pada Biru.
Sempat membuat bingung karena nilainya bersaing dengan Khayra, hanya selisih pada angka di belakang koma saja.
Acara perpisahan berlangsung lancar, dan berakhir tepat tengah hari. Semua berfhoto dengan kamera digital milik Biru, maklum di desa waktu itu belum ada handphone.
Biru juga terlihat memotret teman anggota Rohisnya, Rayhan, Hafiz, Ridho, Bono. Saat Khayra berdiri sendiri menunggu Arini, Biru mencuri fhoto beberapa kali ke arah Khayra.
" Kalian masih mau tinggal? "
" Khay sayang yang cantik, titip anak Mama Ina ya! " Mama Ina mengusap punggung Khayra, Khayra hanya tersenyum.
" Mama.." Sahut Biru dingin.
" Biru nanti kita jagain kok Tante." Ucap Bono.
" Kami pulang dulu.." Pamit 4 wanita itu.
" Nanti malam kita kumpul makan makan ya! " Ujar Mama Ina.
Mama Ina, Bunda Hilda, Ibu Dewi dan Si Mbok, pulang lebih dulu, Khayra, Arini, Bono, dan Biru masih tinggal di sekolah. Mereka ingin menghabiskan waktu kebersamaan mereka, Biru dalam waktu dekat sudah akan kembali Ke Jakarta, setelah pengumuman kelulusan.
Biru terlihat membaur dengan teman prianya, sementara Khayra, Arini dan beberapa siswi duduk berderet di pinggiran lantai aula.
" Biru pinjam kameranya dong kita belum fhoto nih. "
" Nggak Rin malu aku. " Bisik Khayra menahan tangan Arini.
" Buat kenangan Ra. " Arini melepas pegangan tangan Khayra dan mengambil kamera yang diulurkan Biru.
" Kamu bisa nggak caranya? " Tanya Biru, Arini menggeleng, Biru mengambil kembali kameranya.
__ADS_1
" Tolong fhotoin kami ya Ru! "
Arini menarik tangan Khayra untuk berdiri, Biru mulai memotret 2 bersahabat itu.
" Kita fhoto berempat bisa nggak bro! " Celetuk Bono.
" Ya buat kenangan, sebentar lagi kita pisah, nggak ketemu lagi. " Ucap Arini sedih.
Rayhan yang ternyata juga bisa memotret mengambil alih kamera, dan mulai memotret 4 sekawan itu.
" Kita fhoto berdua Rin! " Ajak Bono.
" Boleh. " Arini yang fhoto berdua Bono beradu punggung.
Kemudian Rayhan memotret Khayra dan Biru yang berdiri tak begitu jauh. Mereka berdua sama sama terkejut saat difhoto.
" Fhoto yang bagus dong kalian berdua! " Pinta Arini.
" Buruan Ru mau fhoto berdua sama Rara nggak nih? "
Khayra diam saja, Biru mengangguk pelan. Alhasil mereka berdua fhoto dengan menjaga jarak, pose mereka terlihat bagus. Biru mengulum senyum melihat hasil jepretan gambar dia bersama Khayra saat terkejut difhoto Rayhan diam diam tadi. Ekspresi terkejut dari wajah Khayra terlihat menggemaskan.
" Kita pulang dulu ya, sampai ketemu lagi. "
Beberapa teman yang lain pamit pulang, Arini Khayra, Biru dan Bono yang masih tinggal.
" Kalian kapan berangkat ke kota? "
" Insya Allah tunggu pengumuman kelulusan. "
" Kamu jadi ikut Bon? " Tanya Khayra.
" Ya Ra, kalian jangan kangen ya sama aku. " Celetuk Bono.
" Mulai deh Bonbon narsisnya.."
" Aku pasti kangen dengan kebersamaan kita selama ini. " Ucap Bono terdengar serius.
" Ya kangen banget pastinya.." Sambung Arini, sementara Biru melirik ke Khayra yang tertunduk.
" Maafkan kalau ada perkataan dan perbuatanku yang menyinggung kalian ya! " Lirih Khayra masih dengan wajah tertunduk.
" Aku juga.." Arini memeluk Khayra, yang sudah menitikkan air mata.
" Aku juga sering bikin kesal ya! " Ujar Bono sedih.
" Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dan kumpul seperti ini jika sudah sukses nanti. "
Imbuh Biru, dalam hati ada rasa tak rela berpisah dari temannya, yang selama setahun ini selalu bersama, dari ketiga teman inilah Biru belajar banyak tentang makna kehidupan. Berat bagi Biru, ada rasa sedih menelisik hatinya kembali melihat Khayra menangis.
__ADS_1
" Aamiin.." Ucap mereka lirih, mereka tenggelam dalam kesedihan.
Arti sahabat yang sesungguhnya, saling berbagi suka dan duka, saling mengingatkan dalam kebaikan.