
♡
Jam istirahat.
Biru dan Bono duduk di bangku tepi lapangan, melihat rombongan Bayu dan teman yang lain berlatih basket.
Biru dan Bono melihat mereka latihan, sambil berbincang.
" Diminum Bono! " Biru menyodorkan minuman kaleng dingin pada Bono.
" Terima kasih Bro. " Bono menerimanya.
" Kamu nggak ikut main bro! "
" Lagi badmood, mau jadi penonton saja. " Biru menyesap minuman dinginnya.
Ketika bola memantul ke arahnya Biru menangkapnya dengan sigap.
" Tangkapan yang bagus. " Ujar Bayu dengan nada ketus.
" Top banget tangkapanmu bro. " Puji Bono mengacungkan jempolnya yang bulat.
" Buktikan kalau kamu jago main. " Bayu tak senang mendengar Bono berlebihan memuji Biru, seolah mendapat saingan.
" Terima kasih Bayu aku lagi malas main. "
" Jangan bilang kamu takut menerima tantanganku, anak kota kok takut. "
" Mulut kamu itu ya Bayu. " Bono tersulut emosi.
" Oke aku terima tantanganmu. " Biru berdiri dan berjalan ke lapangan.
Bayu melempar bola, Biru melompat dengan sigap menangkapnya, gaya Biru terlihat keren saat melakukan dribbling.
Bayu dan teman lain berusaha merebut bola yang dikuasai Biru.
Biru beberapa kali melempar bola ke ring dan mencetak skor beberapa point.
Tim Bayu kewalahan melawan Biru, Bayu terlihat merunduk memegangi lututnya dengan nafas terengah.
Bayu melirik ke pinggir lapangan saat tak sengaja pandangannya menangkap Khayra yang ditemani Arini berdiri melihat permainan mereka.
Bayu berpikir kenapa Khayra yang biasanya tak pernah menolehnya saat bermain basket, kini Khayra malah asyik berdiri menonton permainan basket mereka.
Bayu tak terima Biru yang permainannya jauh lebih baik dari dia, apalagi melihat Khayra tersenyum melihat Biru bermain.
Bayu beralih melihat Biru yang masih memegang bola, dengan geram Bayu mendekat ke arah Biru seolah ingin merebut bola, alih-alih bermain Bayu malah menjegal dengan cepat kaki Biru. Alhasil Biru tersungkur, beruntung Biru sigap menahan dengan tangannya, sehingga hanya siku dan lututnya yang luka.
Semua kaget melihat kelakuan Bayu, mereka berhenti bermain dan mendekat ke Biru.
" Kamu nggak apa Biru? " Cemas Ridho.
" Bayu kamu kok curang. " Tukas Hafiz.
" Apa dia jatuh sendiri. " Dalih Bayu emosi.
" Jelas kamu yang jegal Biru tadi. " Ujar Andri kesal.
" Dasar Bayu nggak sportif banget. " Imbuh Rayhan.
" Bilang saja kamu nggak terima Biru jauh keren mainnya. " Timpal Bono yang berlari ke tengah lapangan di mana Biru jatuh.
" Apa bocah miskin kayak kamu berani sama aku sekarang, karena sekarang ada anak kota yang bela kamu. " Sungut Bayu.
Bayu terlihat marah dan mendorong bahu Bono, Bayu sebenarnya merasa malu sendiri karena perbuatan liciknya diketahui temannya.
" Sudah aku nggak apa kok. " Lerai Biru melihat temannya mulai terpancing Bayu, Biru berdiri dibantu Bono dan Ridho.
" Terima kasih semua. " Ungkap Biru, hendak meninggalkan lapangan.
" Orang jatuh sendiri bilang aku yang curang dasar anak kota. " Rutuk Bayu masih tak terima.
Biru berbalik menatap tajam ke arah Bayu yang masih memendam emosi.
" Maaf hanya orang yang berjiwa kerdil yang tidak mengakui kemampuan lawannya. "
Tandas Biru sontak membungkam mulut Bayu dan membuat mukanya merah padam.
" Awas kamu anak kota. " Bayu terlihat kesal.
Biru tak menghiraukan Bayu yang masih tak terima, Biru berjalan dengan kaki pincang, Bono menuntunnya kembali ke kelas.
Ada wajah kecewa Khayra memandang Bayu dengan tatapan tak suka.
Bel berbunyi, Khayra dan Arini berjalan ke kelas, Khayra melirik sekilas ke arah Biru saat melewatinya sebelum duduk di samping Biru, bangku mereka berdampingan.
__ADS_1
Biru sudah duduk di bangkunya, Bono duduk di bangkunya di belakang Biru.
Bayu terlihat masuk ke kelas dengan Ragil, Bayu menatap sinis sekilas pada Biru kemudian membuang muka lagi.
♡ ♡
Adzan Zhuhur berkumandang.
Setelah selesai jam pelajaran, Biru dan Bono pergi ke musholla sekolah untuk menunaikan sholat Zhuhur.
Anggota Rohis melaksanakan sholat berjama'ah di musholla, meski dengan kaki yang masih sakit Biru beruntung sehingga tidak harus buru-buru pulang untuk mengejar sholat berjama'ah di surau.
Biru dan Bono pulang sekolah dengan berboncengan sepeda Biru, Biru berdiri di belakang Bono yang mengayuhnya.
Mereka semakin akrab, Biru berniat pergi ke rumah Bono. Biru sudah berpesan pada Arini untuk menyampaikan pada Ibu dewi jika dia pulang terlambat, Biru ingin bermain tempat Bono.
" Besok saja main ke rumahku bro, kakimu masih sakit begitu. "
" Nggak apa Bono, cuma lecet sedikit, cowok kok cengeng luka kecil begini. " Biru tertawa kecil, Bono hanya menyengirkan giginya.
" Kita mampir ke kedai Bunda nya Khayra ya Bon! "
" Siap bro.."
Bono membelokkan sepeda ke arah kedai Bunda.
" Assalamualaikum.."
" Waalaikumsalam.."
" Cewek bawel, beli lauk sama nasi! "
" Lauk apa? " Sahut Khayra kaku.
" Ingat pembeli itu adalah Raja, jadi harus baik sama aku. "
" Huuh dasar cowok aneh, buruan mau beli apa? "
" Ayam gulai 3, Bebek panggangnya 3, sambal sama sayurnya dibungkus, sama itu apa namanya nasi itu! " Tunjuk Biru pada nasi yang terbungkus daun pisang.
Biru pernah sekali mencicipinya saat pertama kali makan di kedai bersama keluarga Pak Bahrun, dan menurut Biru rasanya luar biasa nikmat.
" Ini nasi pincuk. " Jelas Khayra singkat.
" Sadis banget jadi penjual, aku mau 4 bungkus nasi pincuknya. "
" Ini kembaliannya! "
" Ambil saja semua! "
" Maaf, total semua makanan cuma 75ribu. "
Khayra memasukkan kembalian uang seratus ribu dan beberapa lembar uang ribuan ke dalam plastik berisi makanan yang dibeli Biru.
Murah banget, belanja segini banyak nggak sampai seratus ribu. Ungkap Biru heran.
" Terima kasih bawel. "
" Hmm.." Sahut Khayra asal, Bono menggeleng melihat keduanya yang seperti tom and jerry.
Biru sengaja mampir ke kedai Bunda, Biru ingin membeli beberapa bungkus nasi dan lauk untuk dibawa ke rumah Bono.
" Bono tunggu! "
" Ada apa Ra? "
" Ini Bunda nitip buat si Mbok. "
" Terima kasih ya Ra, sampaikan sama Bunda mu! "
" Ya Bunda lagi sholat di belakang, Bono besok minggu Pak Eko panen jagung, jangan lupa datang ya! "
" Beres Ra."
Bono pamit pada Khayra, sementara Biru tetap cuek sama Khayra. Mereka selalu perang dingin jika bertemu.
" Panen jagung? " Tanya Biru penasaran.
" Ya setiap panen aku membantu mereka, lumayan upahnya buat si Mbok belanja. " Ucap Bono bangga.
" Keluarga Khayra baik sama keluargaku, setiap hari Bunda pasti mengantar makanan untuk aku sama si Mbok. "
Biru termenung sesaat, mendengar Bono menceritakan kebaikan Khayra dan keluarganya.
" Kalian itu ribut terus kalau ketemu, heran aku sama kalian berdua. " Protes Bono.
__ADS_1
" Khayra itu bagaimana orangnya? "
" Khayra itu anaknya baik banget, ramah, periang suka menolong sesama dan yang pasti shalihah bro. "
" Apa cewek bawel begitu dibilang baik dan ramah, aku nggak percaya. " Protes Biru tak terima.
" Betul bro, Khayra itu baik, kamu saja yang belum kenal sama dia. "
" Khayra selalu membantuku dalam segala hal, keluargaku berhutang budi banyak pada keluarganya. "
Biru dan Bono sudah sampai di rumah Bono, rumah berdinding bilik bambu.
" Ayo masuk Bro, inilah gubukku. "
" Jangan begitu Bono. "
Biru dan Bono mengucap salam, seorang wanita paruh baya menyambut mereka.
" Ayo ajak masuk temanmu Bon! "
" Ya Mbok! "
" Sehat Mbok. " Sapa Biru seraya mencium punggung tangan Si Mbok.
" Siapa namamu toh Nak, ganteng banget toh, kayak bintang film. "
" Si Mbok kayak tahu bintang film saja. " Gurau Bono.
" Saya Biru Mbok. "
" Kita makan sama-sama Mbok, Mbok belum makan kan? "
" Banyak banget bawaan kamu Nak Biru, terima kasih banyak. "
" Ini ada titipan dari Bunda Mbok."
" Ya Allah, Bunda selalu repot begini. "
" Besok minggu Pak Eko panen Mbok, Bono mau membantu panen. "
" Ya harus toh. "
Mereka makan bersama dengan duduk bersila di tikar.
Biru tersenyum, melihat kedekatan Si Mbok dan Bono.
Kehangatan keluarga yang dirindukan seorang Biru.
Mungkin dari segi materi Biru diatas segalanya, tapi dari ketenangan bathin dan keharmonisan keluarga Bono menang telak.
Biru dan Bono memilih keluar rumah setelah makan, duduk di bawah pohon mangga di samping rumah Bono, semilir angin terasa sejuk.
" Hmm udaranya sejuk, bikin hati adem. "
" Nggak kayak di kotamu toh Biru. "
" Yang ada polusi Bono. "
" Haha.. ya benar banget. "
Biru memejamkan mata merasai dan menghirup udara sejuk pegunungan, terasa menyejukkan hingga hati terdalam.
" Aku iri sama kamu Bono! "
" Heeh iri bagaimana toh bro? " Tukas Bono tak percaya, Bono bingung apa yang membuat iri Biru dengan keadaannya yang memprihatinkan ini.
Biru menggigit getir bibirnya, memilih kata yang tepat untuk menjelaskan kondisinya.
" Kamu dan Si Mbok terlihat dekat, Si Mbok seorang Ibu yang baik dan perhatian. "
" Ya pasti toh si Mbok orang tuaku. "
" Orang tuaku beda. "
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Biru keren euy..😙😗