
♡
Acara perpisahan sudah di depan mata, semua harus selesai hari ini. Sehingga membuat Khayra dan temannya berkejaran dengan waktu. Bahkan seminggu ini mereka pulang sekolah lebih sore dari biasanya. Maklum sekolah si desa memanfaatkan sumber daya yang ada, bila perlu yang gratis, nggak perlu keluar budget banyak untuk acara perpisahan sekolah, sehingga murid tak perlu dipungut iuran perpisahan.
Beberapa hari ini Khayra dan beberapa temannya bersiap mengerjakan dekorasi aula tempat acara perpisahan berlangsung. Khayra yang sebelumnya sudah merampungkan design dekorasi ruang dan pentas ini, mulai berangsur merealisasikan rancangannya. Bunga berwarna soft yang tertata di berbagai sudut terlihat manis dipandang, dengan tambahan hiasan pelengkap lainnya.
Semua terlihat sibuk dengan persiapan acara perpisahan yang akan dilakukan besok pagi, semua pihak sekolah bahu membahu membantu persiapan perpisahan yang sudah hampir rampung.
Khayra yang begitu hobby dengan design dan dekorasi mendapat kepercayaan dari pihak sekolah, membantu dengan bakat yang dimilikinya. Biru, Rayhan, Hafiz, Bono, Ridho dan teman lainnya membantu sesuai arahan Khayra.
Beberapa kali terlihat Khayra membetulkan sendiri pekerjaan temannya tanpa menyuruh, meski terlihat lelah tak mengurangi semangat Khayra untuk menyelesaikan tugas yang diembannya, dia tidak ingin mengecewakan orang yang sudah percaya padanya, memberikan kesempatan untuk mengasah bakatnya dan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.
Khayra terus memantau pekerjaan temannya, dan sesekali turun tangan langsung. Biru terlihat memperhatikan Khayra, beberapa kali Khayra terlihat menyeka keringat dengan tangannya. Khayra yang dengan cekatan melakukan tugasnya, tingkah Khayra sudah seperti penanggung jawab proyek yang harus kejar target.
Semua berdecak kagum dengan hasil dari design dekorasi yang terpampang di aula sekolah. Hingga habis tengah hari semua sudah siap, hanya tinggal merapikan dan membersihkannya.
" Alhamdulillah rampung juga. " Ucap Hafiz.
" Capek juga ya, apalagi kalau beneran kita dapat job dekor besok, haha..gimana capeknya tuh. " Tukas Ridho.
" Kelihatan keren banget ya jadinya. " Puji Rayhan.
" Ya..siapa dulu perancangnya! " Celetuk Bono.
" Besok kalau kamu jadi orang, aku mau jadi karyawanmu Ra! " Imbuh Ridho.
" Lha memang aku bukan orang apa dho? " Sahut Khayra.
" Orang orangan sekarang Ra! "
" Orang orangan sawah kali ya? "
" Aku jadi mandornya Ra kalau kalian karyawannya.." Sahut Arini.
" Heeh..kalau kamu mandornya, gaji kami nanti kamu potong Rin. " Timpal Bono.
" Dasar Bonbon.."
" Kalian ini bisa saja. " Khayra hanya tersenyum melihat teman temannya yang berkhayal tentang masa depan.
" Belum apa apa saja sudah ribut. " Sahut Biru, Biru dengan gaya cool nya yang khas, melipat tangan di dada dan bersandar di dinding.
Mereka duduk di lantai, istirahat sambil mengobrol. Ibu kepala sekolah datang dengan Kang Tejo penjaga sekolah membawa kantong besar.
" Capek ya, ini minuman sama cemilan untuk kalian. " Ucap Ibu Nurma.
" Yeeay terima kasih Bu.."
" Kamu hebat Ra, kamu berbakat sekali. " Puji Ibu Nurma Wati sang kepala sekolah SMA Pertiwi ini, mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan aula yang sudah tersulap apik.
" Terima kasih Ibu.. "
__ADS_1
" Kami bangga memiliki siswi berbakat dan pintar sepertimu, semoga cita citamu terwujud Nak, Ibu yakin kelak kamu menjadi orang yang sukses. " Do'a Ibu Nurma tulus.
" Aamiin..terima kasih Bu! "
" Ya sudah Ibu tinggal dulu, kalau sudah selesai kalian boleh pulang, nanti biar dibantu beres beresnya sama Kang Tejo.
" Ya Bu.." Seru mereka serentak, Ibu Kepala sekolah pergi dari aula.
" Ayo beres beres biar cepat istirahat! "
Semua membereskan barang dan sisa sisa alat dekorasi.
Khayra menatap hasil karya ide yang tercipta darinya, Arini datang bertepuk tangan, dan mengangkat 2 ibu jari tangannya. Semua temannya pindah duduk menikmati cemilan yang dibelikan Ibu Nurma tadi.
" Kamu hebat Ra, aku bangga jadi temanmu! "
" Memang kamu temanku? " Cibir Khayra pura pura ketus.
" Durhaka kamu Ra, tidak mengakuiku sebagai temanmu. " Hardik Arini dengan aktingnya.
Keduanya terkekeh bersama, Biru yang berdiri dengan tangan terlipat di dada, bersandar di sudut aula menatap penuh arti ke arah dua sahabat itu, sebuah senyum manis tersungging dari sudut bibirnya.
Semoga kamu selalu bahagia Khay..
Khayra terlihat tertawa lepas dengan sahabat dari masa kecilnya, seorang Arini Anandita, putri Kepala desa.
" Besok kalau aku butuh design kamu mau ya, tapi gratis ya Ra! "
" Dasar Bonbon maunya yang free melulu. "
" Dasar Bono..Subono. "
Bono berlari ke arah Biru berada, menyelamatkan diri dari amukan Arini.
" Hahaha nggak kena.." Bono tersenyum mengejek penuh kemenangan.
" Awas kamu ya! " Sungut Arini kesal.
" Ra kita ke kantin yuk, aku traktir! " Ajak Arini dengan suara sengaja dikeraskan.
" Ikut dong Rin! " Pekik Bono, Bono sudah mengekori di belakang mereka.
" Biru kamu tinggal sendiri, nanti disambar gadis. " Ujar Arini, Bono berbalik arah memanggil Biru yang sudah ditinggalkannya.
" Biru ayo! " Pekik Bono melambaikan tangan.
" Ke mana? " Sahut Biru.
" Kantin. "
Biru pun menyusul ketiga temannya ke kantin, meski sulit Biru berusaha menutupi perasaannya, yang sudah menjadi keputusannya.
__ADS_1
Biru celingukan mencari keberadaan ketiga temannya.
" Duduk sini bro! " Tangan Bono terangkat memberi tahukan keberadaan mereka, kantin cukup ramai.
" Mau makan apa kita? " Tanya Arini pada temannya.
" Apa saja! " Sahut Biru.
" Soto bening saja. " Imbuh Khayra.
" Aku lontong sayur Rin. " Sambung Bono.
" Ya sudah, Bu tolong pesan 2 soto bening sama 2 lontong sayur, es tehnya 4 gelas ya Bu! "
" Ya Nduk tunggu sebentar ya! " Ibu kantin mempersiapkan pesanan 4 sekawan itu.
" Siap Bu! " Sahut Arini.
" Aku akan selalu menunggumu! " Sambung Bono.
2 mangkuk soto bening, 2 piring lontong sayur dan 4 gelas es teh sudah tersaji di meja mereka.
" Hmm..enak nih. " Bono dan Arini mengambil menu yang sama lontong sayur, sementara soto bening tersaji di depan Khayra dan Biru.
" Besok orang tuamu datang bro? "
" Insya Allah Mamaku mungkin yang datang menghadiri acara perpisahan. "
" Kapan Tante Ina datang Biru? " Tanya Arini, diiringi tatapan penasaran temannya yang lain.
" Insya Allah mungkin siang ini, sudah sampai di sini. " Terang Biru.
" Eh ya Tante Ina kan temannya Bunda Hilda ya Ra? "
Khayra dan Biru sama sama mengangguk, kemudian keduanya berpandangan sebelum kembali saling berpaling muka.
" Iih kalian kompak banget sih! "
" Jodoh mungkin.. " Celetuk Bono.
" Uhuk..uhuk.." Biru terbatuk mendengar perkataan Bono saat meneguk es tehnya. Bono menepuk punggung Biru.
" Kamu kenapa si bro pakai acara tersedak segala. "
" Kamu berdua itu kalau bicara suka asal. " Protes Biru.
" Jodoh pasti bertemu.." Ulang Arini, membuat Khayra memanyunkan bibir merah mudanya.
" Kita semua teman. " Ungkap Biru.
" Teman tapi sayang! " Cetus Bono, Biru menatap dingin ke arah Bono.
__ADS_1
" Ya..maaf bro. "
Mereka kembali menikmati makanannya.