Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 10


__ADS_3

Dinda pun mengunci pintu kamar Nayla .


"sekarang kamu cerita sama aku" ucap Dinda menghampiri Nayla dan duduk disampingnya


"tadi sebelum aku kesini aku mampir ke toko kue dulu , aku bertemu seseorang yg mengaku tunangan mas Adit dan dia menyalahkan aku karena mas Adit meninggalkan nya karena menyetujui perjodohan kami , wanita itu bernama Tania" jelas Nayla


"kok dia bisa tau kamu istri nya mas Adit Nay" tanya Dinda


"entahlah Din aku juga tidak tau . tapi kenapa aku merasa sesakit ini ya Din waktu tau mas Adit pernah punya tunangan . hiks... hiks... hiks... aku tidak bisa menerima peenyataan wanita itu Din" ucap Nayla


"mungkin kamu sudah mulai mencintai mas Adit Nay cuma kamu belum menyadarinya saja" ucap Dinda memeluk Nayla


"aku harus gimana Din? rasanya sesak" tanya Dinda


"coba kamu tanyakan langsung sama mas Adit , bagaimana pun dia yg lebih berhak menjelaskan dibanding wanita itu" jawa Dinda


"kira2 mas Adit marah ga ya Din kalo aku nanya soal itu" tanya Nayla lagi


"kamu coba dulu Nay , apa salah nya mencoba . dan 1 hal lg , kalo kamu ketemu wanita itu lagi kamu jangan terlihat lemah dan usahakan mempertahankan rumah tangga kamu" jawab Dinda dan menyemangati


"oke Din . kamu tuhh yaa ngomongnya kayak udah berpengalaman rumah tangga aja" ucap Nayla yg mulai sedikit mereda


"hehehe . aku cuma ga mau liat sahabatku hancur Nay" ucap Dinda


"hehehe iya Din . makasih yaa" ucap Nayla


"sama2 Nay . udah ya sedih2 nya . nonton drakor yukk" ajak Dinda


"tapi aku ga bawa laptop Din" jawab Nayl


"pake HP aja , kebetulan aku udah download full" ucap Dinda dan mereka pun menonton drakor sampai akhirnya tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore .


"Din udah jam 5 , sebentar lagi mas Adit jemput aku" ucap Nayla


"hmm ya udah aku pulang deh Nay" ucap Dinda


"ga apa2 emang , maaf bukan maksud aku mengusir Din" tanya Nayla


"santai aja sih Nay . kayak sama siapa aja kamu tuh" jawab Dinda


mereka pun turun ke bawah dan Dinda berpamitan untuk pulang . tak lama Dinda pulang terdengar mobil Adit pertanda dia sudah sampai . Nayla membuka pintu dan mencium punggung tangan Adit namun Nayla tidak berkata apa2 . dan meraka masuk


"eh Adit udah dateng" ucap mama Mira


Adit langsung menyalami mama Mira


"iya ma , mau jemput Nay" ucap Adit


"kita makan malam sama2 nanti" ajak mama Mira


"baik ma , hmm papa belum pulang ya ma" tanya Adit


"belum . td papa bilang pulang agak telat tapi di usahakan sebelum makan malam sudah di rumah" jawab mama Mira

__ADS_1


"ya sudah Adit bersih2 dulu ya ma" ucap Adit sambil berjalan menuju kamar Nayla


"iya Dit" ucap mama Mira "Nay kamu susul suami mu siapa tau dia membutuhkan mu" ucap nya lagi


"baik ma" ucap Nayla dan menyusul Adit ke kamar


sesampainya di kamar terdengar suara gemericik air , tak lama kemudian Adit keluar kamar mandi menggunakan handuk yg dililit dipinggang sehingga memperlihatkan tubuh yg kekar proposional dan Nayla hanya diam tertunduk .


"aku boleh minta tolong Nay" tanya Adit


"boleh" jawab Nayla


"tolong ambilkan baju ganti ku dimobil , ini kunci mobilnya" ucap Adit


"baiklah" ucap Nayla sambil menerima kunci mobil dan segera mengambilkan baju Adit di mobil .


"ada apa dengan anak itu , kenapa tak seperti biasanya" batin Adit


tak lama kemudian Nayla kembali dengan baju yg di minta Adit


"ini mas bajunya" ucap Nayla


"terima kasih . jangan kemana2 tunggu disini" ucap Adit dan segera memakai baju di kamar mandi , setelah rapi Adit menghampiri Nayla


"Nay kamu kenapa . ada masalah?" tanya Adit


"tidak apa2 mas" jawab Nayla


"jangan bohong . kamu tidak seperti biasanya" ucap Adit


setelah itu mereka turun ke bawah untuk makan malam bersama . saat makan pun Nayla hanya diam saja tak seperti biasanya yg selalu bawel dan memberi kehangatan .


"kamu kenapa sayang? apa kamu sakit" tanya papa Hendra


"tidak pa . sudah lanjutkan makannya saja pa" ucap Nayla seadanya


"Nay sudah selesai , Nay ke kamar dulu" ucapnya lagi yg menyudahi makannya karena dia memang menyendok makan sedikit


"Nayla kenapa Dit , tak seperti biasanya dia begitu" tanya mama Mira


"entahlah ma , tadi pagi masih baik2 saja . Adit juga bingung" jawab Adit


"ya sudah kalau begitu nanti tolong kamu bicara baik2 dengannya" ucap mama Mira


"baik ma" ucap Adit


setelah mereka selesai makan Adit langsung menyusul Nayla ke kamar dan mama papa Nayla duduk di sofa sambil menonton tv .


tok... tok... tok...


"Nay boleh aku masuk" tanya Adit dari luar kamar Nayla


"masuklah" jawab Nayla dari dalam

__ADS_1


ceklek


"kamu kenapa sih Nay , kenapa begini?" tanya Adit


"ga apa2 mas . ayo kita pulang" jawab Nayla sambil jalan keluar kamar turun ke bawah


"apa salah ku Nay , lama2 aku tersiksa dg sikapmu ini" batin Adit dan mengikuti Nayla ke bawah


"ma pa Nay pulang dulu ya , kapan2 Nay main lagi kesini" ucap Nayla dan menyalami orangtua nya dan disusul pun juga Adit melakukan hal yg sama


"kamu kalo ada masalah jangan ditutupi dr suami mu ya sayang , harus terbuka sama suami dan selesaikan secara baik2" ucap mama Mira


"iya ma , Assalamualaikum" ucap Nayla


"Wa'alaikumsalam" ucap mama papa Nayla serentak


Nayla dan Adit pun pulang , selama diperjalanan Nayla hanya diam saja .


"kamu masih tidak mau cerita Nay?" tanya Adit penasaran


"nanti saja mas , mas fokus nyetir aja" jawab Nayla


sesampainya dirumah Nayla langsung masuk dan menuju kamarnya namun belum sempat dia masuk kamar tiba2 tangannya ditarik oleh Adit dan di ajak ke kamar Adit .


"ayo ikut aku" ajak Adit sambil sedikit menarik


Nayla pun hanya pasrah dan mengikuti Adit


"kamu duduk sini" ucap Adit dan mendudukkan Nayla di sofa


"sekarang cepat kamu bilang kamu ini kenapa , aku sudah tak tahan dengan sikapmu ini" tanya Adit sedikit membentak karena dia menahan kesal dan Nayla masih tidak menjawab , dia hanya menunduk dan perlahan buliran2 bening melintas di pipi nya .


"jawab aku Nay jangan hanya diam dan menunduk" ucap Adit lalu mendongakkan wajah Nayla dengan tangannya


"kamu menangis , ya ampun Nay apa salah ku dan katakanlah pada ku jangan diam saja" ucapnya lagi sambil duduk disamping Nayla


"Nay mau cerita tapi mas jangan marah" ucap Nayla yg akhirnya mau bicara


"mas janji , cepat katakan" ucap Adit


"tadi pagi waktu Nay ke rumah mama , Nay mampir ke toko kue dulu lalu Nay bertemu dengan wanita yg mengaku tunangan mas" ucap Nayla


"tunaganku?? siapa??" tanya Adit


"dia mengatakan nama dia Tania mas , dia juga menyalahkan Nay karena mas menerima dijodohkan oleh Nay dan mas meninggalkan dia" jawab Nayla


"Taniaaa???" ucap Adit kaget "ternyata secepat itu tindakan dia" ucapnya lagi


"jika semua itu benar , Nay minta maaf mas atas semuanya" ucap Nayla


"tidak Nay , aku tidak pernah bertunangan dengan dia" ucap Adit


"dia hanya anak dari pemilik perusahaan sainganku , papa nya memang menjodohkan ku dengan nya namun kakek tidak menyetujui nya akhir nya menjodohkan ku dengan mu , aku pun menerima nya dan mereka tidak menerima kenyataan itu ditambah lagi mereka kalah tender dengan perusahan ku yg membuat mereka rugi besar" jelas Adit

__ADS_1


Adit menjelaskan sejelas-jelas nya agar tidak ada salah paham .


"semoga kamu tidak salah paham Nay , aku benar2 tidak ada hubungan apapun dengannya" ucap Adit meyakinkan


__ADS_2