Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 39


__ADS_3

saat ini Adit sudah pulang ke rumahnya bersama Anton tapi saat sampai dirumah dia tidak menemui Nayla dan Dimas pun tidak ada juga . Adit berusaha menghubungi Nayla namun tak diangkat2 dan nomor Dimas pun tidak aktif . Adit sangat khawatir akan hal ini


"Nayla kamu kemana sayang" ucap Adit lirih namun masih bisa didengar oleh Anton yg berada disampingnya


"tuan tenanglah , anak buah kita sedang mencari keberadaan nona" ucap Anton menenangkan


"coba kamu lacak gps di hp Nayla" ucap Adit


"sudah tuan . mereka juga sudah menuju kesana" ucap Anton


"oke . lalu bagaimana ini menjelaskan pada mama dan papa pasti sebentar lg mereka sampai" ucap Adit


"jika sampai maghrib belum ada kabar juga dr nona sebaiknya kita katakan yg sebenarnya tuan" ucap Anton


"aku takut mereka khawatir karena Nayla juga sedang mengandung" ucap Adit


"arrrggggkkkk kenapa aku ijin kan dia td , semua salahku . aku bodoh sekali" ucapnya lg sambil memaki dirinya sendiri


"tenanglah tuan . kita berdoa saja agar nona Nayla dan bayinya baik2 saja" ucap Anton


dan benar saja tak lama papa mama dan nenek Nayla datang .


"Assalamualaikum Dit" ucap mama Mira


"Wa'alaikumsalam , eh mama sudah datang" ucap Adit yg mulai panik akan kedatangan mama papa Nayla


"iya nak . Nayla mana yaa , kok kamu diluar" tanya mama Mira

__ADS_1


"iya ma Adit sedang menungu Nayla pulang td bialng mau beli kue , Adit juga baru sampai rumah" jawab Adit mencoba tenang


"anak itu emang ya kemana2 mau nya serba sendiri" ucap mama Mira


"dia sama Dimas ma . oh ya mama papa dan nenek masuk aja duluan Adit masih mau nunggu Nayla ma" ucap Adit


"baiklah. sebaiknya kamu juga istirahat . pasti capek abis pulang kerja" ucap mama Mira


"iya ma sebentar lagi" ucap Adit


mama papa dan nenek Nayla pun masuk ke dalan dan membantu persiapan tahlil 100 hari kakek Romi . Anton pun mendapat telfon dr anak buahnya .


"hallo tuan" ucap anak buahnya yg bernama Tarjo


"iya gimana Jo ada kabar tentang nona Nayla" tanya Anton


"begini tuan , saya sudah menemukan mobil nona Nayla dan menemukan HP nya di dalam mobil tapi nona Nayla tidak ada tuan sepertinya nona Nayla di culik tuan dan Dimas pun tidak ada , mungkin mereka membawa Dimas juga tuan" jawab Tarjo


"baik tuan , kami akan cari sampai dapat" ucap Tarjo


Anton pun langsung mematikan telfonnya


"ada kabar apa Ton" tanya Adit


"tadi Tarjo bilang kalau nona di culik tuan dan belum mengetahui siapa orang yg menculiknya" ucap Anton


"apa?? siapa yg bermain apa dg ku" ucap Adit yg sangat kesal

__ADS_1


"ayo kita cari Nayla Ton biar acara ini di handle papa dan mama" ucap Adit


"baik tuan dan sebaiknya kita bilang pada mereka dulu" ucap Anton


"iya Ton . ayo" ucap Adit lalu masuk ke dalam untuk memberi kabar itu


"pa ma ada yg ingin Adit bicarakan" ucap Adit


"ada apa Dit . wajah kamu tagang banget , Nayla gak apa2 kan" tanya papa Hendra


"hemm maaf pa , Nayla di culik dan belum tahu dia dimana . Adit dan Anton akan mencari Nayla dan anak buah kami juga sedang mencari Nayla" jawb Adit


"apa?? diculik??" ucap mama Mira yg mulai menangis


"Adit minta maaf karena tidak bisa menjaga Nayla dg baik , Adit akan berusaha keras mencari Nayla sampai ketemu" ucap Adit


"oke papa ikut . papa khawatir pada Nayla" ucap papa Hendra


"tidak . sebaiknya papa tetap disini dan Adit titip handle acara malam ini . biar Nayla Adit dan yg lain yg cari . Adit minta tolong pa" ucap Adit


"baiklah . papa tunggu disini" ucap papa Hendra


"baik pa . Adit pamit . Assalamualaikum" ucap Adit


"Wa'alaikumsalam" ucap papa Hendra dan Adit bersama Anton pun pergi


"sudah ma jangan menangis lagi . Nayla pasti baik2 saja . percayakah pada Adit bahwa dia akan menemuka Nayla secepatnya" ucap papa Hendra menenangkan mama Mira

__ADS_1


Adit langsung menuju ke tempat mobil Nayla berada dan berusaha mencoba mencari petunjuk disana dan sampai nya disana sudah ada beberapa anak buah nya yg sedang menunggunya .


"sudah ada petunjuk lain kah" tanya Anton pada Parjo


__ADS_2