Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 6


__ADS_3

hari yg ditunggu2 oleh kakek Romi dan keluarga pun tiba . hari ini Nayla dan Aditya akan menikah .


"saya terima nikah dan kawinnya Nayla Anindia Atmaja binti Hendra Atmaja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Adit mengijab kobul Nayla dengan khitmat


"sah" semua serentak


Adit dan Nayla pun resmi menjadi suami istri , mereka hanya melangsungkan akad nikah saja karena kesepakatan Nayla dan Adit yg tidak mau pernikahannya diketahui banyak orang karena sesungguhnya mereka sama2 belum siap .


setelah semua kerabat pulang dan hanya ada keluarga inti saja , mereka berbincang bincang .


"kakek bahagia karena bisa melihat kalian menikah sebelum kakek , uhuk... uhuk..." ucap kakek Romi sambil menahan batuknya


"sudahlah Rom , sekarang fikirkan dan fokuskan untuk kesehatanmu" ucap nenek Laksmi (nenek Nayla)


"iya kek jangan terlalu berfikir keras" ucap Adit dengan datar


"oh ya Nayla sayang , kakek mohon kamu maklumi sikap Adit yg dingin , sejak kepergian orang tua nya dia lebih suka diam dan menyendiri" ucap kakek Romi


"sudahlah kek , cukup" ucap Adit memotong tanpa sempat memberi Nayla berbicara


"aku rasa aku cukup lelah aku mau beristirahat" ucapnya lagi


"kamu tidur dikamar Nayla saja kan kalia. sudah menjadi suami istri" ucap mama Mira


"baik Tante . hmmm mama" jawab Adit sambil berjalan menuju kamar Nayla


"kamu susul Adit Nay sekalian ganti baju kamu" ucap mama Mira


"baik ma" jawab Nayla dan beranjak dari duduk nya


sesampainya dikamar Nayla langsung pergi mandi dan saat sudah di kamar mandi Nayla baru sadar bahwa dia lupa membawa baju ganti nya karena memang Nayla terbiasa memakai baju dikamarnya .


"hei laki-laki dingin tolong aku dong" ucap Nayla sambil mengintip dan Adit pun hanya diam saja.


"hei kamu dengar tidak" ucapnya lagi


"kamu bicara dengan siapa?" tanya Adit dengan datar

__ADS_1


"sama kamu lah , memang ada siapa lagi disini selain kamu" jawab Nayla ketus


"kamu bisa tidak bicara dengan sopan" ucap Adit sambil melirik Nayla "apa ini yang di ajarkan orangtua mu padamu" ucapnya lgi


"tidak usah bawa2 orangtua ku. hmmm baiklah , mas Adit tolong bantulah istrimu ini ya" jawab Nayla dengan menahan kesal.


tak lama Adit mengambilkan baju Nayla di lemari dan mengantarkan ke kamar mandi.


"terima kasih mas Adit , awas jangan mengintipku" ucap Nayla dan Adit langsung kembali ke tempat tidur untuk berbaring . setelah beberapa saat Nayla sudah memakai baju dan menghampiri Adit , sia melihat Adit yg sudah tertidur pulas diranjangnya Nayla hanya menatap Adit dari kejauhan karena dia memang tidak mau berdekatan dg Adit .


"kalo di lihat2 mas Adit tampan juga ya" batin Nayla sambil terus memandang Adit sampai dia tidak sadar bahwa Adit sudah bangun dr tidurnya .


"kenapa kamu terus menatapku , apa kamu menyukaiku . dasar bocah" ucap Adit yg mengagetkan Nayla


"jangan kepedean kamu jadi orang , aku cuma berfikir kenapa laki-laki seperti mu mau dijodohkan padahal kamu bisa dengan mudahnya mendapatkan wanita yg kamu inginkan" tanya Nayla penasaran


"bukan urusanmu" jawab Adit ketus sambil beranjak ke kamar mandi


"sekarang jadi urusanku juga karena kamu suamiku" ucap Nayla kesal


""urusi saja pribadi kita masing2 jangan mengganggu ku dan melibatkan dirimu dalam urusanku , aku menikahimu juga kerena kakek" teriak Adit dari kamar mandi


hati Nayla yg merasa sedih dg ucapan Adit , apa seburuk itu kah Nayla sehingga pria seorang Adit pun bisa mengatakan seperti itu . Nayla hanya duduk diam di tempat tidur dan tidak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi . setelah beberapa lama Adit pun keluar dari kamar mandi , Adit melihat Nayla yg duduk diam sambil menunduk dan Adit pun menghampiri nya .


"hei kamu kenapa?" tanya Adit dengan datar


"kamu tidak perlu tau aku kenapa bukannya kamu bilang tidak perlu mengurusi urusan satu sama lain" jawab Nayla dengan tetap menunduk.


Adit pun mendangakkan wajah Nayla dengan tangan nya


"kamu menangis?" tanya Adit lagi


"bukan urusanmu" jawab Nayla dan mengempaskan tangan Adit dari wajahnya


"jika mama mu tau kamu menangis aku juga yg akan disalahkan . jadi katakanlah kamu kenapa" tanya Adit sedikit membentak karena dia memang tidak suka berbasa basi .


"apa memang watakmu seperti ini mas , kamu tidak bisa menghargai wanita dan lembut pada wanita? aku tau kita menikah karena dijodohkan tapi setidaknya aku bisa menerima walau sangat berat untukku , aku pun berusaha menghargaimu walau aku tidak suka padamu , aku juga berusaha menjadi istri yg baik untuk mu walau aku rasa itu sangat sulit . tapi bagaimana denganmu mas , mungkin dibenakmu aku wanita murahan tak tau diri sehingga aku mau menikah dengan mu , atau mungkin aku...." jawab Nayla sambil menangis tapi kata2 nya terputus karena Adit langsung memeluknya

__ADS_1


"lepaskan aku mas lepas" berontak Nayla namun Adit semakin erat memeluknya


"maafkan aku" ucap Adit dan melepaskan pelukannya


"sudahlah kita makan malam dulu lalu setelah itu kita istirahat , malam ini kita akan menginap disini dan besok kita akan tinggal dirumahku" ucapnya lagi lalu dia turun ke bawah untuk makan malam


Nayla hanya diam mematung tidak tau dg sikap laki-laki itu


"mengapa nasibku begini ya Tuhan" ucapnya pelan dia pun menyusul Adit untuk makan malam


"malam pa ma" ucap Adit


"malam Dit , Nayla mana" jawab mama Mira dan menanyalan Nayla , tak lamu pun Nayla datang


"eh itu dia , sini sayang duduk disamping suami mu dan layani dia" ucap mama Mira


Nayla hanya terdiam dia menuruti perintah mama nya


"mata kamu sembab sayang , kamu kenapa" tanya. kakek Romi


"tidak apa2 kek , tadi hanya terkena sabun saat mandi jadi Nayla menangis karena perih" jawab Nayla berbohong


"ya sudah kalau begitu kita makan" ucap nenek Laksmi mengajak semua makan


disaat semuanya makan Adit mengutarakan niatnya untuk mengajak Nayla tinggal bersamanya


"kek , nek , pa , ma . besok kami akan pindah pulang ke rumah ku dan tinggal disana" ucap Adit dengan datar


"apa harus besok?" tanya Nayla


"ya . karena pekerjaanku sudah menumpuk" jawab Adit dengan datarnya


"tidak usah buru2 Dit , kerjaan kan bisa di atasi oleh Anton sekretarismu" ucap kakek Romi


"sudahlah om Romi tidak apa2 , Adit kan memang mengemban tanggung jawab yg besar dalam kerjaannya" jelas papa Hendra memenangkan karena melihat raut wajah Nayla yg sudah tidak enak


"ya sudah kalau begitu setelah makan kalian beristirahatlah" ucap mama Mira

__ADS_1


mereka melanjutkan makan malam dengan sedikit ketenangan.


__ADS_2