
1 minggu sudah berlalu , hari ini Nayla masuk kuliah dan melaksanakan ospek .
"kamu hari ini semangat ya sayang ospeknya , jangan nakal" ucap Adit didalam mobil
"iya mas kamu tenang aja . ydah kamu berangkat kerja sana nanti kesiangan" ucap Nayla
"iya sayang , nanti pulang kuliah aku jemput" ucap Adit lalu mencium kening Nayla dan Nayla mencium punggung tangan Adit lalu keluar mobil
"Assalamualaikum" ucap Adit
"Wa'alaikumsalam" ucap Nayla dari luar , mobil Adit pun melaju pergi saat mobil Adit sudah tidak terlihat Nayla masuk ke kampus
saat di lapangan tempat ospek Nayla menghampiri Sherin dan Adit yg sudah datang duluan .
"untung kamu gak telat Nay , aku denger ya katanya ketua senior ospek nya galak bisa2 dikerjain abis2an kamu" ucap Sherin
"iya Rin tapi aku gak mau dibully karena cuma biar mereka bisa nunjukin meraka itu senior yg selalu benar" ucap Nayla
"eh pada diam mereka datang tuh" ucap Faris
"pagi adik2 mahasiswa dan mahasiswi baru , kenalin gue Nadia senior kalian dan ini ketua kita nama nya Damar" ucap Nadia yg memperkenalkan diri juga memperkenalkan Damar
"pagi kak" ucap para anak2 baru
"saya akan memberitahukan semua tentang peraturan ospek dan jika ada salah satu diantara kalian melanggarnya maka tanggung sendiri amibatnya" ucap Nadia
"sok cantik banget ya , sok sok an tegas padahal mah , wwlluuuueekk" bisik Sherin pada Nayla
"iya gak banget liat nya" bisik Nayla juga
"hei kalian yg ditengah , kenapa kalian bisik2 . apa kalian tidak memperhatiakan" ucap Nadia kesal lalu semua nya melihat ke arah yg Nadia tunjuk yg tak lain adalah Nayla dan Sherin
"kita kak?" tanya Nayla polos padahal dia tau siapa yg dimaksud
"iya kalian masa kambing" ucap Nadia yg sudah emosi
"biasa aja dong ngomongnya , ga usah menyamakan sama binatang emang kakak mau disamain sama binatang" ucap Nayla dg santai dan Sherin hanya diam saja karena sejujurnya dia takut 😅
"eh kok lo nyolot , sini maju ke depan" ucap Nadia dan Nayla pun maju ke depan
"siapa nama lo" tanya Nadia
"Nayla" jawab Nayla santai
"lo berani2 nya ga ngehargai kita ya , lo mau songong sama senior" ucap Nadia
"saya ga merasa begitu dan ga ada yg bilang saya begitu" ucap Nayla
__ADS_1
"saya cuma protes aja jika ada seseorang menyamakan manusia dg hewan . Tuhan sudah menciptakan setiap makhluk nya sesuai kehendaknya , lah ini Tuhan bukan malah seenaknya nyamain manusia sama hewan" ucap Nayla lagi
Nadia pun sudah tidak bisa menahan emosi nya lalu dia ingin menampar Nayla namun hal itu tak bisa dia lakukan karena Nayla menangkisnya dan melintir tangan Nadia kebelakang .
"jangan kakak pikir kakak senior jd kakak bisa seenaknya sama junior , kalo salah ya akui salah aja" ucap Nayla
"lepas" ucap Nadia dan Nayla melepaskan tangannya
"saya tau saya juga bersalah disini karena saya berbisik dg teman saya tapi masa hanya berbisik saja tidak boleh . saya minta maaf jika hal itu melanggar peraturan ospek tapi sebaiknya senior juga bisa bersikap baik dan bijak pada juniornya" ucap Nayla
mereka hanya diam melihat apa yg Nayla lakukan , mereka tak menyangka Nayla aka berbuat seperti itu pada Nadia yg menjadi idola kampusnya .
"maaf saya permisi saya sudah tidak mood mengikuti ospek ini" ucap Nayla lalu pergi meninggalkan mereka semua . Nayla memutuskan untuk ke perpustakaan dan diam2 Damar mengikutinya karena memang sedari tadi Damar mengagumi ketegasan Nayla .
"mau kemana kamu Damar?" tanya Nadia
"aku mau ke toilet" jawab Damar berbohong padahal dia ingin mengikuti Nayla
sampai nya di perpus Nayla memilih bebwrapa buku untuk dibaca lalu duduk di bangku dan meja yg sudah di siapkan , Damar pun menghampirinya .
"ekhheemmm" Damar berdehem dan Nayla pun melihat ke arahnya
"eh kak Damar , ada apa kesini kak . apa aku melakukan salah lagi?" tanya Nayla
"tidak . aku hanya ingin tau lebih tentang mu" jawab Damar
"aku tidak menyukainya , aku tertarik padamu" ucap Damar
"sudahlah kak jangan memaksa . aku tidak tertarik pada kakak" ucap Nayla
"apa tidak boleh aku mencoba mendekatimu , aku coba mengenalmu dan kau mengenalku" ucap Damar sedikit memaksa
"kalo aku bilang tidak ya tidak kak . aku sudah ada yg punya , tolong kakak mengerti" ucap Nayla kesal lalu meninggalkan Damar
"astaga baru kali ini aku ditolak cewek , selama ini wanita2 selalu mengejarku dan tidak menolak jika aku dekati . sungguh wanita yg mengagumkan , aku tak akan menyerah begitu saja" batin Damar
Nayla pun memutuskan untuk pulang karena hari ini mood dia sangat2 tidak enak di kampus , dia lalu menelfon Adit .
tut... tut... tut...
"Assalamualaikum sayang , ada apa" ucap Adit
"Wa'alaikumsalam . aku pulang cepet jd gak usah jemput aku" ucap Nayla
"oh kamu pulang cepat , kamu bisa ke kantorku . kita makan siang disini" ucap Adit
"heemmm baiklah aku kesana sekarang" ucap Nayla
__ADS_1
"oke aku tunggu sayang . Assalamualaikum" ucap Adit
"Wa'alaikumsalam" ucap Nayla memutus sambungan telephone nya
Nayla pergi ke kantor Adit menggunakan taksi online . setelah menempuh waktu 20 menit akhirnya Nayla sampai di kantor Adit , dia langsung menuju ruangan Adit . satpam penjaga di depan pun tersenyum dan menyapa Nayla begitu juga Nayla .
tok... tok... tok...
"masuk" ucap Adit
"Assalamualaikum mas" ucap Nayla
"Wa'alaikumsalam . ih ternyata kamu , sini sayang" ucap Adit menuju sofa dan mengajak Nayla duduk di sofa
"kamu kenapa pulang cepet , ada masalah?" tanya Adit
"iya sedikit . aku bete aja ikut ospek , senior nya sok sok ngebully ga jelas , masa aku disamain sama kambing gara2 cuma berbisik sama Sherin udah gitu dia mau tampar aku yaa aku pelintir aja tangannya , aku kesel . ditambah lagi ada kakak senior laki-laki minta deketin aku yaa aku gak mau , udah aku kasih penolakan ini itu tapi tetep kekeh aja mau deketin aku . kan tambah bikin aku kesel jadinya , aku tinggalin dia aja trus aku kesini" ucap Nayla meluapkan kekesalan nya hari ini .
"aduh sayang jangan emosi gitu dong" ucap Adit sambil memeluk Nayla
"gimana gak kesel mas , hari pertama kuliah bukannya seneng eh malah ngebetein begini" ucap Nayla
"ya sudah apa perlu aku turun tangan" tanya Adit
"gak usah mas . aku bisa hadepin sendiri kamu tenang aja . td karena. aku kelewat bete maka nya luapin kesel nya disini . maaf ya mas" jawab Nayla
"iya ga apa2 sayang , aku senang sama sikap kamu yg terbuka begini jd aku tau setiap keadaanmu" ucap Adit
"iya mas" ucap Nayla dan mempererat pelukannya
"kita ke mall yuk , kita makan siang abis itu nonton" ajak Adit
"katanya mau makan siang disini , apa kamu ga ada kerjaan mas?" tanya Nayla
"ga apa2 buat ngilangin bete kamu . kan aku CEO disini dan kakek pemilik perusahaan ini jadi sesekali ga apa2 aku tinggal sebentar" jawab Adit
"tapi kamu juga harus profesional kerja juga mas" ucap Nayla
"sudahlah kamu jangan membantah . ikut saja" ucap Adit memaksa
"oke mas" ucap Nayla
adit pun memberitahu Anton bahwa dia akan pergi dg Nayla dan mungkin tak akan sempat kembali ke kantor . setelah itu mereka pergi ke mall , sampainya di mall mereka ke toko mas milik Adit
"mau ngapain kesini mas?" tanya Nayla
"udah ikut aja" jawab Adit yg sedari tadi menggandeng tangan Nayla
__ADS_1