Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 3


__ADS_3

keesokan pagi nya...


hari ini adalah hari minggu dan hari dimana nayla lebih menyukai menyibukkan diri dirumah dibanding berjalan-jalan atau menonton seperti teman-teman nya .


Nayla sedang menyiram tanaman di depan rumah nya , walaupun dia terlahir dari keluarga yang mampu dan serba cukup hal itu tidak membuat Nayla menjadi anak yang malas dan manja . dia sering melakukan pekerjaan rumah membantu bi Ina . anak perempuan idaman para ibu , selain cantik pintar dan dia juga mandiri .


saat sedang asyik menyiram tanaman terdengar suara klakson mobil dan memasuki perkarangan rumahnya .


"papa mama" teriak Nayla menghampiri papa mama nya yang keluar dari mobil


Nayla memeluk mama nya "Nayla kangen ma" ucap Nayla sambil tetap memeluk mama nya.


"papa ga dipeluk sayang?" ucap papa nya iri seraya berjalan masuk ke dalam rumah


sampainya didalam rumah mereka duduk di sofa ruang tamu .


"pa ma Nay bikin minuman dulu yaa , pasti mama papa capek banget" ucap Nayla


"tidak usah nak , biar bi Ina saja yg buatkan" jawab mama nya "bi tolong minuman ny ya , yg seger2 aja bi" ucap mama Nayla


"baik Nyonya" jawab bi Ina sambil berjalan ke dapur karena sedari tadi memang bi Ina sedang membersihkan ruang tamu


"ada yg mau papa sampaikan nak" ucap papa yg raut wajah ny mulai serius

__ADS_1


"iya pa , memang nya ada apa ya pa" jawab Nayla


"begini sayang , saat nenek kamu meminta papa mengunjungi nya sampai nya disana nenek kamu mengatakan bahwa akan mempercepat perjodohanmu dg cucu kakek Romi sahabatnya , karena kondisi kakek Romi yg sakit-sakitan" jelas papa Nayla


"apaaa !!! dijodohin??? Nay gak mau ah , Nay masih sekolah dan masih mau nerusin kuliah pa" sontak Nayla kaget mendengar apa yg papa ny ucapkan


"dengar dulu sayang , sebenarnya perjodohan ini sudah kami ketahui sejak lama namun papa menunggu waktu yg tepat untuk ini" ucap papa Nayla selanjutnya


"papa seharusnya bilang sama Nay dari awal tentang semua ini , gak tiba2 begini pa" saut Nayla yg mata ny mulai membendung


"begini sayang , nenek kamu bukan menjodohkan kamu dengan sembarang pria . cucu sahabatnya itu adalah anak yg baik dan juga berpendidikan . dia lulusan S2 dan sekarang bekerja di perusahaan di jakarta tapi sekarang dia sedang di Amerika , dia cucu dari Romi Pandawa pemilik pandawa grup yg terkenal di negri ini" ucap papa Nayla


Nayla hanya berdiam tidak tau harus berbuat apa


"minggu depan kamu kan ujian Nay setelah ujian selesai dia akan kesini menemui mu" ucap mama Nayla "kamu pertimbangkan baik2 ya sayang , mama harap kamu setuju menikah dg dia" tambah mama Nayla


"Nayla ke kamar dulu ya ma pa , Nay akan beri jawaban setelah Nay bertemu dengannya nanti" ucap Nayla sambil berjalan ke kamarnya.


sesampainya dikamara Nayla menelfon Dinda


tut... tut... tut...


"Assalamu'alaikum , halo Nay ada apa telfon aku?" tanya Dinda yg mengangkat telfon nya

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Din , aku mau cerita Din" saut Nayla


"cerita apa Nay" tanya Dinda


"papa mama aku udah pulang Din dan tadi papa bilang kalo nenek jodohin aku sama cucu sahabatnya , papa mama juga udah tau ini dan mereka setuju2 aja . selesai ujian nanti pria itu akan datang nemuin aku dan nenek juga ingin segera aku menikah dengannya karena kondisi sahabat nenekku sedang tidak baik" jawab


"sekarang aku harus gimana? gimana sama kuliahku nanti dan cita-citaku? kenapa semua ini harus terjadi padaku Din . hiks... hiks" lanjut Nayla yg sudah tidak bisa menahan air mata nya .


"kamu serius Nay??? secepat ini ???" tanya Dinda dengan kagetnya


"iya Din aku bingung harus gimana lagi Din" jawab Nayla


"kamu yg sabar ya Nay kalau memang ini yg terbaik ya kenapa enggak kamu terima aja , siapa tau setelah menikah kamu diperbolehkan kuliah sama suami kami . toh dia seorang berpendidikan juga kan , mana mungkin dia membiarkan istri nya hanya lulusan SMA dan semoga pilihan nenekmu ini pilihan yg tepat untuk kamu" jawab Dinda menenangkan sahabatnya


"iya mungkin kamu benar Din , aku juga gak mau mengecewakan nenek papa dan mama karena mereka hanya punya aku , terima kasih kamu udah sedikit menenangkan aku" ucap Nayla yg merasa sedikit enakkan setelah bercerita dg sahabatnya


"aku tutup dulu ya Din aku mau mau istirahat dan tidak ingin memikirkan ini dulu , aku mau konsentrasi dg ujian kita nanti" lanjut Nayla


"oke Nay kalo gitu . kamu yg sabar ya Nay . Assalamu'alaikum" ucap Dinda


"iya Din . Wa'alaikumsalam" Nayla memutus sambungan telfonnya dengan Dinda


Nayla yg sedang tidak ingin memikirkan hal itu dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan lama-lama dia terlelap.

__ADS_1


__ADS_2