
1 minggu telah berlalu usai kejadian itu .
pagi ini Nayla dan Adit tengah sarapan sebelum memulai kegiatan mereka masing2 .
"hari ini aku pulang malam sayang" ucap Adit
"akhir2 ini kamu sering pulang larut malam" ucap Nayla
"maafkan aku sayang karena memang pekerjaanku sedang banyak" ucap Adit
"ya sudahlah mau diapakan lagi" ucap Nayla seadanya
"kamu jangan marah dong . aku janji setelah resepsi aku akan mengajak mu berlibur" ucap Adit merayu Nayla agar tidak marah lg
"hemm" ucap Nayla singkat
"ya sudah ayo kita berangkat" ajak Adit yg tak mau memperpanjang pembicaraannya karena disaat Nayla hamil dia lebih banyak menuntut dr biasanya
"aku berangkat ya sayang , jaga dirimu dan anak kita" ucap Adit lalu mencium kening Nayla
"iya mas" ucap Nayla lalu mencium punggung tangan Adit an Adit pun berangkat dg mobilnya begitu juga Nayla berangkat dg Dimas
sampainya di kampus Nayla mwndapati Damar dan Nadia tengah berdebat .
"Damar aku mohon beri aku kesempatan agar kamu bisa mengenal ku lebih baik dan kita bisa dekat" ucap Nadia
"sudahlah Nad aku tidak tertarik dg mu karena sudah ada seseorang yg mengisi hati ku" ucap Damar
"wanita itu pasti Nayla" ucap Nadia
"kalau iya kenapa?" tanya Damar
"aku tidak akan membiarkan dia menjadi milik mu , hanya aku yg pantas untuk mu" jawab Nadia
"yg pantas atau tidak pantas itu urusan ku bukan urusan mu dan jika kamu macam2 pada Nayla kamu tanggung akibatnya" ucap Damar lalu pergi meninggalkan Nadia .
Nadia hanya berdiri kesal dg penolakan Damar . "awas kau Nayla , kali ini kau tidak akan lolos" ucap Nadia sendiri . Nadia tidak menyadari bahwa SP yg dia dapatkan minggu kemarin adalah permintaan Adit . Adit sengaja memberikan SP padanya karena sikapnya saat ospek , ternyata SP tidak mempan baginya , dan menganggap SP hanya peringatan biasa .
mendengar percakapan Damar dan Nadia tadi akhirnya Nayla tau penyebab Nadia mencelakianya tempo lalu , Nayla pun tidak menegur Nadia dan pergi ke kelasnya karena tidak ingin membuat keributan .
pak Lutfi sengaja menemui Nadia di kelasnya dan memintanya untuk ke ruangannya .
"ada apa Nad , kok tumben pak Lutfi sampe manggil kamu ke kelas" tanya Ratna teman sebelah Nadia duduk
"entahlah . gue kesana dulu ya" jawab Nadia lalu pergi ke ruangan pak Lutfi
tok... tok... tok...
"masuk" ucap pak Lutfi
__ADS_1
"silahkan duduk" ucapnya lagi
"ada apa ya pak memanggil saya" tanya Nadia
"ini untuk mu" jawab pak Lutfi
"ini surat apa pak?" tanya Nadia lagi
"buka dan bacalah" jawab pak Lutfi dan Nadia pun membuka amplop itu . Nadia tak menyangka bahwa isi surat itu adalah surat DO untuk dirinya
"apa salah saya pak , kenapa saya di DO" tanya Nadia yg bingung karena tiba2 dia di DO
"kesalahan mu sangat fatal , kau berencana mencelakai salah satu mahasiswi kampus ini" jawab pak Lutfi
"tidak pak . saya tidak melakukan hal itu" ucap Nadia menyangkal
"tidak usah menyangkal Nadia . bukankah seminggu lalu kamu berencana mencelakai Nayla ? dan asal kamu tahu Nayla adalah istri dr Aditya Putra Pandawa , donatur terbesar kampus ini . saya sarankan agar kamu lebih bijak menggunakan uang orangtua mu , orangtua mu adalah orang terpandang tapi saya tidak menyangka kelakuan mu seperti ini" ucap pak Lutfi
"apa bapak punya bukti kalau saya bersalah , bisa saja itu fitnah" ucap Nadia menantang
"saya bukan dekan yg sembarangan men DO mahasiswa/i nya tanpa sebab , semua bukti sudah diserahkan anak buah tuan Adit pada saya" ucap pak Lutfi
"saya permisi" ucap Nadia lalu meninggalkan ruangan pak Lutfi
sebelumnya Adit memang sudah menghubungi Lutfi atas informasi yg baru dia dapatkan dr Dimas yg mendengar percakapan Damar dan Nadia tadi , karena merasa nyawa Nayla terancam jd Adit lebih dahulu memberi pelajaran pada Nadia dan menyuruh Dimas untuk memberikan bukti2 yg Adit kirimkan ke ponsel Dimas kepada Lutfi .
saat ini Nadia bingung harus berbuat apa dan bagaimana menjelaskan pada papa nya nanti , lalu dia menghubungi Tania
"aku lg dikantor , ada apa memangnya" jawab Tania
"bisa kita bicara kak" ucap Nadia
"nanti bicarakan dirumah saja" ucap Tania
"ini penting kak . aku mohon" ucap Nadia
"baiklah kita ketemu di cafe xx" ucap Tania karena dia sangat menyayangi adik nya itu jd apapun yg diminta pasti dituruti dan membuat Nadia menjadi anak yg manja
"oke kak" ucap Nadia lalu menutup telfonnya
Nadia pun bergegas meninggalkan kampus untuk pergi ke cafe xx menemui Tania .
disis lain saat jam mata kuliah berakhir Nayla yg dibantu oleh Sherin dan Faris membagikan undangan resepsi pernikahannya yg diantar oleh WO tadi pada teman2 kampusnya , tak lupa dia juga mengundang Damar dan Nadia karena Nadia tidak ada jd undangan itu dititipkan pada Damar , begitu sangat terkejutnya Damar dg apa yg dilihat saat ini .
"maaf kak mungkin ini mengejutkan untuk mu , inilah alasan ku selalu menolakmu" ucap Nayla
"kenapa kamu tidak memberi tahu ku jika kamu sudah menikah" ucap Damar
"bukankah waktu itu aku sudah bilang kalo aku sudah ada yg punya" ucap Nayla
__ADS_1
"tapi aku sangka kau hanya punya pacar bukan suami" ucap Damar
"pacar atau suami sebaiknya kakak tidak mendekati kak , karena ada hati yg harus dijaga" ucap Nayla
"kau begitu mengagumkan Nayla , aku harap ada wanita lain sepertimu" ucap Damar lesu
"aku harap kakak mengerti dan ikhlas" ucap Nayla lalu pergi meninggalkan Damar
di cafe xx ...
Nadia tengah menunggu Tania datang dan tak lama Tania pun datang .
"apa yg mau kamu bicarakan Nad sampai2 tak mau dibicarakan dirumah" ucap Tania
"ini kak" ucap Nadia yg memberi surat DO tadi
"apa ini ? surat SP lagi . kamu ini tidak habis2 nya membuat masalah" ucap Tania sambil membuka surat itu
"maafkan aku kak , aku di DO" ucap Nadia ditengah2 Tania membaca surat itu
"apa yg kamu lakukan sampai di DO" tanya Tania
"seminggu yg lalu aku mencelakai seseorang tapi gagal kak" jawab Nadia
"kenapa kamu bisa senekat itu , apa yg membuat mu melakukan itu" tanya Tania lagi
"dia sudah menaklukkan hati Damar kak , aku tidak terima itu padahal dia tidak ada apa2 nya dari pada aku" jawab Nadia
"memangnya siapa wanita yg menjadi saingan mu itu" tanya Tania
"Nayla kak nama nya dia mahasiswi awal" jawab Nadia , Tania berfikir sejenak dan mengeluarkan ponselnya .
"apa dia orangnya" ucap Tania dan menunjukkan foto Nayla
"iya kak benar dia , kakak mengenalnya?" tanya Nadia
"dia adalah istri Aditya Putra Pandawa , laki2 yg pernah mau dijodohkan dg ku oleh papa namun dia menolak dan memilih menikah dg wanita itu , jujur saja kakak juga menyukai Adit" jawab Tania
"apa spesial wanita itu sih sehingga laki2 yg kita sukai menyukainya" ucap Nadia
"iya , padahal kita lebih segalanya dr dia . kita akan balas semua ini" ucap Tania penuh amarah
"iya kak . tapi bagaimna menjelaskan semua ini pada papa kak ? aku takut papa marah" ucap Nadia
"kamu tenang aja , papa juga bermusuhan dg Adit . nanti kakak akan bantu jelaskan" ucap Tania
"ya sudah , makasih kak . tapi sekarang aku juga lapar" ucap Nadia
"oke kita makan . pesanlah" ucap Tania dan Nadia pun hanya tersenyum karena kakak nya selalu menuruti nya dan memanja kan nya .
__ADS_1
maaf yaa , author jarang up . author nya lagi sibuk sama anak akhir2 ini . mohon maaf jika novelnya membosankan atau jelek , tolong kritik dan sarannya ya reader's