Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 23


__ADS_3

adit pun memberitahu Anton bahwa dia akan pergi dg Nayla dan mungkin tak akan sempat kembali ke kantor . setelah itu mereka pergi ke mall , sampainya di mall mereka ke toko mas milik Adit


"mau ngapain kesini mas?" tanya Nayla


"udah ikut aja" jawab Adit yg sedari tadi menggandeng tangan Nayla


"mbak tolong ambilkan kalung yg paling bagus disini" ucap Adit


"baik tuan" ucap penjaga toko


"ini ada beberapa pilihan tuan" ucap penjaga toko yg tak lama datang membawa beberapa kalung yg indah


"apa cuma ini" tanya Adit yg tak puas dg pilihannya


"ada di dalam cuma tak boleh di keluar kan , jika mau mari tuan lihat ke dalam" ucap penjaga itu


"bawa kesini" ucap Adit


"tidak bisa tuan , kalo mau tuan lihatlah ke dalam" ucap penjaga toko


"apa kamu tidak tau siapa saya , panggil menajer kamu" ucap Adit yg sudah kesal


"sudahlah mas , yg disini saja . ga usah ribut" ucap Nayla menenangkan


tak lama manajer nya pun datang


"oh ada pak Adit , ada yg bisa saya bantu pak?" tanya manajer toko


"tanya kan pada pegawai mu itu" ucap Adit kesal


"begini pak , tuan ini memaksa mengeluarkan kalung yg ada di dalam , saya mengajak melihat ke dalam tapi dia gak mau" jelas pegawainya


"cepat ambilkan , pak Adit ini pemilik toko ini" ucap manajer


deg...


"pemilik toko?? maaf pak saya tidak tau , baik akan saya ambil kan sebentar" ucap pegawainya


tak lama dia pun membawa 1 kotak berisi kalung dan lalu dibuka nya . Adit sangat tertarik dg kalung itu dan mengambil nya lalu di pasangkan di leher Nayla


"kalung yg cantik untuk wanita yg cantik" ucap Adit


"makasih ya mas , apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Nayla


"buat kamu ini tidak seberapa" ucap Adit

__ADS_1


author : "sultan mah bebas . hahaha"


?


Adit membayarnya lalu mengajak Nayla ke sebuah restoran untuk makan siang .


"kamu mau makan apa?" tanya Adit saat memilih makanan di menu


"aku mau steak sama jus alpukat" jawab Nayla


"ya udah mbak kalo gitu steak 2 jus alpukat 1 jus melon 1" ucap Adit pada pelayan


"baik tuan , nona . mohon ditunggu sebentar" ucap pelayan dan pergi menyiapkan makanan yg mereka pesan . tak lama pelayan datang dan membawa makanan mereka , dan mereka makan .


"abis ini mau nonton apa?" tanya Adit disela sela makannya


"terserah kamu aja kan kamu yg ngajak , eh tapi jangan action ya" jawab Nayla


"oke nanti kita lihat ada film apa yg bagus" ucap Adit dan melanjutkan makan nya


setelah selesai makan mereka langsung menuju bioskop


"aku beli tiket nya dulu ya sayang" ucap Adit


"oke . aku mau beli makanan ya mas" ucap Nayla


setelah itu mereka masuk ke dalam bioskop


"kita nonton film apa mas?" tanya Nayla


"film horor , kamu takut?" jawab Adit lalu bertanya


"enggak , aku gak takut . kamu kali yg takut" ucap Nayla menggoda


"gak dong sayang , kalo aku takut mana mungkin aku beli tiket film horor" ucap Adit


"ya sudahlah . itu mas film nya mulai" ucap Nayla lalu mereka diam menonton film


saat adegan muncul hantu mereka kaget dan langsung memeluk satu sama lain .


"kamu takut mas?" tanya Nayla


"aku cuma kaget" jawab Adit yg padahal dia takut tapi berusaha berani


"yakin mas , muka kamu kok pucat . hahaha" ejek Nayla

__ADS_1


"mana ada muka ku pucat . sudah ayo nonto lg" ajak Adit yg sedang menyimpan rasa takutnya


mereka pun duduk tenang menonton film dan sesekali berpelukan jika adegan muncul hantu atau adegan yg menegangkan hingga akhir nya film itu selesai dan mereka keluar dari bioskop .


"kita mau kemana lagi mas" tanya Nayla


"kita pulang aja ya , film tadi cukup membuatku lelah berolahraga jantung" jawab Adit


"tuh kan kamu takut . sudah akui aja kalo kamu takut" ucap Nayla


"iya iya aku takut , sedikit . sudah ayo pulang" ucap Adit lalu merangkul Nayla


mereka pun pulang , namun saat diparkiran mereka bertemu Tania yg baru saja sampai .


"eh gak disangka kita bertemu disini" ucap Tania . Adit tidak menggubris ucapan Tania dan Nayla pun hanya diam saja


"Adit sayang kok diam aja . apa kamu tidak ada rasa lagi sama aku?" goda Tania yg memegang lengan Adit


"lepaskan . aku tidak pernah sedikit pun tertarik dg mu . ayo sayang kita pulang , jangan dengarkan wanita iblis ini" ucap Adit membentak dan langsung masuk ke dalam mobil begitu juga Nayla . Adit melajukan mobil nya meninggalkan Tania


Tania sangat kesal dg perlakuan Adit "lihat saja kau Dit aku akan memisahkan mu dg wanita itu dan menghancurkan mu" batin Tania yg sangat begitu kesal


Tania menelfon seseorang dan saat diperjalanan pulang mobil Adit dan Nayla di ikuti mobil lain


"mas kayak nya ada mobil yg ikutin kita deh" ucap Nayla


"masa sih . sebentar aku lihat" ucap Adit lalu Adit melihat dari spion tengah mobil


"iya sayang ada yg mengikuti kita" ucapnya lagi


"kira2 kamu tau mobil siapa itu?" tanya Nayla


"entahlah . aku tidak mengenal itu mobil siapa" jawab Adit


"haduh . kira ada apa ya kok mobil itu ngikutin kita . perasaan ku ga enak mas" ucap Nayla


"kamu gak perlu takut . ada aku" ucap Adit menenang kan


mobil itu mencoba menyalip mobil Adit Namun Adit menghalangi.


"kamu pegangan ya . aku akan sedikit ngebut biar gak terkejar sama mereka" ucap Adit


"iya mas" ucap Nayla berpegangan erat pada pegangan mobil


Adit menambah kecepatan mobil nya dan melaju lebih cepat dari mobil yg mengikutinya tadi . Adit melaju seperti pembalap dan membuat Nayla deg deg an .

__ADS_1


"sepertinya sudah aman" ucap Adit lalu mengurangi kecepatan mobil nya .


__ADS_2