Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 44


__ADS_3

Nayla yg sedang menunggu Adit pun merasa bosan dan mencoba untuk bangun dr tempat tidur namun dia merasa sangat lemas dan kesulitan untuk bangun karena perutnya yg memang sudah besar dan bayi dalam perut Nayla pun menggeliat seakan tak ingin bunda nya bergerak .


"aduh sayang , maaf yaa bunda mengganggu kamu yaa" ucap Nayla sambil mengelus perutnya


"bunda janji sayang jika suatu saat nanti terjadi hal yg buruk bunda akan menyelamatkan mu dan mempertaruhkan nyawa bunda untukmu . bunda sayang kamu nak" ucap Nayla yg tak terasa menitikkan air mata


"ya Allah perasaan apa ini?? kenapa aku merasa sedih sekali , seakan aku akan berpisah dg anak ku walau belum bertemu . lindungi selalu kami ya Allah" ucap Nayla lg yg mulai terisak dan masih memegangi perut nya


Adit pun masuk dan kaget dg keadaan Nayla yg menangis sambil memegang perutnya .


"kamu kenapa sayang?? perut mu sakit?? sebentar aku panggil dokter" ucap Adit dg penuh rasa khawatir


"ga usah mas . aku ga apa2 , aku cuma merasa sedih aja . gak ada yg sakit kok" ucap Nayla meyakinkan


"kamu serius??" tanya Adit


"iya aku serius mas" ucap Nayla


"lalu apa yg kamu sedihkan sayang . kamu dan bayi kita akan baik2 saja , aku janji" ucap Adit dan menggenggam tangan Nayla


"tolong bantu aku duduk dulu mas" ucap Nayla dan Adit pun membantu Nayla duduk


"aku hanya takut jika berpisah dg mu dan anak kita mas" jawab Nayla menjawab pertanyaan Adit td


"kamu gak usah takut , aku janji akan lebih extra menjaga mu dan anak kita" ucap Adit lalu mencium tangan Nayla


"iya mas . oh ya mana ketoprak pesananku?? aku sudah lapar" ucap Nayla


"oh ya , ini . aku siapkan dulu ya" ucap Adit lalu menaruh ketoprak itu dipiring


"aku suapi" ucap Adit lalu menyuapi Nayla


"kamu gak makan mas" tanya Nayla

__ADS_1


"nanti aja" jawab Adit


Nayla mengambil sendok dr tangan Adit lalu menyendok 1 potong lontong ketoprak dan menyuap kan ke mulut Adit


"aaaaa" ucap Nayla dan Adit pun tak menolaknya


Nayla dan Adit menghabiskan 1 bungkus pertama dan karena Adit td membeli 2 bungkus maka dr itu mereka memakan bungkusan yg ke 2


"aku kenyang mas" ucap Nayla


"ini sedikit lg , ayo aaaa" ucap Adit


"sudah cukup mas . yg ada nanti aku malah ennegg" ucap Adit


"oke baiklah kalo gitu ini kamu minum obatnya" ucap Adit sambil menyuapkan beberapa obat ke mulut Nayla


"siap tuan ku" ucap Nayla lalu membuka mulutnya dan meminum obat itu


"mas aku bosan , apa aku boleh pulang?" tanya Nayla


"baiklah mas . oh ya mas , ponselku mana ya? apa hilang?" ucap Nayla


"ponselmu ada , tapi masih sama anak buah ku . biar nanti aku telfon Anton untuk mangambilnya" ucap Adit


"iya mas . terima kasih" ucap Nayla


saat ini pagi menjelang siang dan Dinda pun sudah datang untuk menjenguk Nayla


tok... tok... tok...


ceklek


"Assalamualaikum" ucap Dinda

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam . Dindaaa" ucap Nayla


"Naylaaa" ucap Dinda lalu memeluk Nayla


"kamu gak apa2 kan , aku sangat khawatir saat mas Anton kasih kabar tentang kamu" ucap Dinda


"iya aku gak apa2 kok" ucap Nayla


"oh iya maaf mas Adit aku jd melupakan keberadaan kamu . hallo mas apa kabar?" ucap Dinda yg melepas pelukan terhadap Nayla


"iya gak apa2 saya mengerti" ucap Adit pada Dinda


"oh ya sayang karena ada Dinda yg sudah menemani kamu . aku tinggal sebentar ya , aku mau menemui dokter Rita dan menghubungi Anton" ucap Adit


"iya mas , aku juga mau bincang2 dulu sama Dinda" ucap Nayla


"aku tinggal dulu yaa , titip Nayla Din" ucap Adit


"iya mas . kayak sama siapa aja , aku pasti jagain Nayla kok" ucap Dinda


Adit pun keluar dr ruangan itu dan setelah Adit bener2 menjauh Nayla mulai bicara


"Din aku punya permintaan buat kamu" ucap Nayla


"permintaan apa Nay , kamu mau makan apa?? nanti aku beliin" ucap Dinda


"bukan makanan atau yg lainnya Din , tapi aku menginginkan sesuatu yg mungkin suatu saat nanti aku tiada itu semua bisa berarti untuk anak ku" ucap Nayla yg mulai sendu


"kamu tuh ngomong apa sih Nay , gak usah ngawur deh kalo ngomong" ucap Dinda bercanda


"aku serius Din . setelah kejadian ini aku merasa sangat khawatir tentang keselamatan aku dan anak ku " ucap Nayla yg mulai menangis


"oke , akan ku usahakan untuk mengabulkan permintaan mu" ucap Dinda

__ADS_1


mereka pun berbincang banyak sampai Adit datang


__ADS_2