
mereka pun berbincang bincang ria sambil sarapan
"enak ya makanan nya" ucap Nayla
"iya . ya udah yuk kita jalan sekarang . nanti keburu siang" ucap Sherin
"ya udah ayo" ucap Faris
"sebentar aku bayar dulu makanan nya" ucap Nayla
"udah gue bayar" ucap Faris
"thanks ya Ris , jd ga enak aku" ucap Nayla
"sama2" ucap Faris
"ga usah sungkan Nay . kalo jalan sama dia perut kita kenyang deh tanpa keluar uang . hehehe" ucap Sherin "ya udah ayo jalan" ucapnya lagi
mereka pun pergi dari kampus dan menuju ke toko buku yg tak jauh dr kampus . sampainya di toko buku mereka bertiga langsung mencari2 buku yg mereka ingin kan setelah mendapatkan nya mereka membayarnya dan pulang . saat di depan toko buku mereka di hadang oleh dua orang preman
"berikan uang dan barang2 berharga kalian" ucap salah satu preman itu
"kalo kita ga ngasih abang mau apa !!!" ucap Sherin
"mau cari mati rupa nya kalian" ucap preman itu
"abang daripada malak lebih baik cari uang yg halal bang" ucap Nayla
"udah ga usah diladenin mereka , kita pergi aja" ucap Faris
saat akan melangkahkan kaki mereka tiba2 preman itu menodong pisau ke arah mereka ..
"jangan main2 dg kami atau nyawa kalian melayang" ucap preman itu
"coba aja kalo abang berani" ucap Nayla lalu menendang preman itu , perkelahian hebat pun dilakukan oleh preman dan Nayla . Faris mencoba membantu tapi karena Faris tidak bisa beladiri maka dia dg sangat mudah dikalahkan , berbeda dg Nayla yg hampir membuat preman itu kualahan walau pun Nayla mendapat luka goresan pisau di tangannya tapi tak menbuat dia menywrah begitu saja . sampai akhirnya kedua preman itu terkalahkan .
disisi lin tempat yg tak jauh dari tempat itu ada seseorang yg memvideokan peekelahian itu , dia adalah orang suruhan Tania dan preman itu juga suruhan Tania agar bisa memberi peringatan pada Nayla tapi malah tidak seperti yg Tania duga karena preman bayarannya dg mudah Nayla kalahkan . seseorang itu pun mengirimkan video ke Tania , dg sangat geram Tania melihat video itu .
"dasar orang2 bodoh , melakukan hal seperti itu saja tidak becus , kalah dg anak ingusan" umpat Tania
Tania lalu mengirimkan video itu ke Anton karena hanya mempunyai no hp Anton , namun dia hanya mengirimkan setengah rekaman video itu.
__ADS_1
"tuan gawat tuan" ucap Anton
"kau kalo masuk bisa ketok pintu dulu atau tidak" ucap Adit kesal
"maaf tuan tapi ini sangat penting menyangkut nona Nayla" ucap Anton yg dari tadi sudah khawatir
"ada apa dg Nayla" tanya Adit yg mulai panik
"anda lihat video ini tuan" jawab Anton menunjukkan video itu
"dapat dari mana kamu video itu" tanya Adit yg mulai tak bisa menahan amarahnya
"saya dapat dari nona Tania , mungkin ini ulah dia tuan" jawab Anton
"dasar wanita kurang ajar" ucap Adit mengepal tangannya
"batalkan semua meeting hari ini , aku akan menyusul Tania" ucap Adit
"baik tuan" ucap Anton "saya ikut tuan untuk berjaga jaga" ucapnya lagi
"ayo cepat" ucap Adit dan meninggalkan ruangannya dg sangat khawatir , mereka pergi ke lokasi yg ada di video itu , tak lama pun mereka sampai .
namun saat sampai di lokasi Nayla dan preman2 itu sudah tidak ada . Adit menghubungi Nayla namun Hp nya tidak aktif .
dilain tempat Nayla , Sherin dan Faris tengah berada di mobil . mereka menuju rumah Nayla karena Nayla tidak mau dibawa ke rumah sakit , dia mau diobati dirumah saja . tak lama dia sampai rumah Nayla dan ketika hendak masuk , mobil Adit pun datang . Adit yg melihat Nayla didepan pintu merasa lega karena Nayla sudah ada dirumah lalu Adit segera keluar mobil.
"Nayla kamu tidak apa2" tanyaAdit sambil memeluk Nayla karena Adit begitu khawatir dg keadaan Nayla
"ga apa2 mas" jawab Nayla lalu Adit pun melepaskan pelukan nya dan menggenggam tangan Nayla
"aduh" ucap Nayla merasa kesakitan karena yg Adit genggam adalah tangan Nayla yg terluka
"katanya tidak apa2 tapi ini apa??" tanya Adit
"ini hanya luka kecil mas" jawab Nayla
"kau bilang ini luka kecil?? tangan dan baju mu banyak bercak darah kau bilang luka kecil , ayo kita ke rumah sakit sekarang" ucap Adit dg nada tinggi karena terlalu khawatir dg Nayla
"ga usah ke rumah sakit mas , tadi Sherin dan Faris juga mau membawaku ke rumah sakit tapi aku menolak . kita obati di dalam ada ya mas , aku capek abis berantem" ucap Nayla
Adit pun tak bisa memaksa dan mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di rumah tamu . Adit pun segera mengambil kotak P3K dan langsung mengobati Nayla
__ADS_1
"aauuuuwwww" ucap Nayla meringis kesakitan saat diberi betadine
"maaf" ucap Adit lalu memperban luka Nayla
setelah selesai mengobati luka Nayla Adit pun duduk di samping Nayla .
"mas kenalin ini temen2 baru aku , Sherin dan Faris" ucap Nayla
"hemm saya Adit suami Nayla" ucap Adit
"apa?? suami?? gue kira abang lo Nay" ucap Sherin keceplosan dan Faris menyenggol tangan nya
"maaf maaf Sherin emang gitu orangnya" ucap Faris
"iya ga apa2 kok , kalian kaget ya aku sudah menikah . aku menikah muda" ucap Nayla tersenyum
"oh iya kenapa kalian tadi tiba2 diserang preman?" tanya Adit
"ga tau mas tadi tiba2 aja ada preman menghampiri kami saat kami keluar toko buku dan menodong kami saat kami tak ingin meladeni mereka" ucap Nayla menjelaskan
"iya kak abis itu Nayla dan Faris berantem sam preman itu tapi Faris kalah , dasar cemen . untung Nayla bisa mengalahkan mereka jd kita selamat" ucap Sherin
"lain kali kamu tidak usah berantem kaya tadi Nay , kalo kamu terluka parah gimana . besok aku akan panggil bodyguard buat kamu" ucap Adit
"ga apa2 kali mas . buat apa aku bisa beladiri kalo ga dipake . kamu lupa aku siapa , aku ga suka ada bodyguard" ucap Nayla
"iya mas lupa kalo kamu jago beladiri tapi untuk membantu mu saat kesulitan tidak apa2 kan Nay ada bodyguard" ucap Adit
"ya sudah tapi aku ga mau bodyguard yg formal , aku mau yg terlihat biasa2 aja" ucap Nayla
"ya sudah . aku ke ruang kerja ku dulu ya , ajak teman2 mu untuk makan malam disini aja" ucap Adit
"tidak kak , kita mau pulang aja . takut nanti orangtua kita mencari . kalo gitu kami permisi" ucap Sherin
"ya sudah kalian hati2 dan terima kasih sudah mengantar Nayla sampai rumah" ucap Adit
"ayo Ton ikut aku ada yg mau aku bicarakan" ucap Adit lalu berjalan ke ruang kerjanya dan diikuti oleh Anton
"cepet sembuh ya Nay sampai ketemu dikampus nanti" ucap Sherin
"iya Rin makasih" ucap Nayla
__ADS_1
Sherin dan Faris pun pergi dan Nayla ke kamarnya untuk beristirahat .