
keesokan pagi nya mereka bangun dengan segar dan bersiap untuk melakukan kegiatan mereka masing2 . Adit bersiap untuk ke kantor dan Nayla bersiap untuk kuliah dan mencari kedondong . setelah selesai bersiap mereka turun ke bawah untuk sarapan .
"nanti kayak nya aku pulang malam . kamu ga apa2 kan?" tanya Adit
"iya ga apa2 mas . selesai kuliah aku juga mau cari kedondong sekalian jenguk Rama dan anak2 yg lain jd seperti nya aku pulang sore mas" jawab Nayla
"ya udah kamu hati2 ya sayang , jangan lupa kabari aku" ucap Adit
"iya mas . pasti" ucap Nayla
"kamu udah selesai belum . kita berangkat yuk" ajak Adit
"iya mas . ayo" ucap Nayla
mereka pun keluar rumah bersama dan disambut oleh Dimas .
"selamat pagi tuan , nona" ucap Dimas
"pagi" ucap Adit dan Nayla serempak
"aku berangkat ya sayang" ucap Adit lalu mencium punggung tangan Adit
"jaga anak kita , jaga hati kamu jua" ucap Adit
"iya suami ku sayang" ucap Nayla
mereka memasuki mobil masing2 . setibanya di kampus Nayla langsung masuk ke kelas dan Dimas menunggu di parkiran .
"kamu udah sembuh Nay" tanya Sherin yg sudah datang lebih duluan ada di kelas
"udah Rin" jawab Nayla
"kamu tau gak Nay , selama kamu gak ikut ospek kemarin kak Damar kelihatan sangat murung . kamu juga harus jaga jarak dg dia Nay kayak nya dia suka banget sama kamu" ucap Sherin
"iya Rin . apalagi sekarang aku lagi hamil" ucap Nayla
"kamu hamil . selamat ya Nay" ucap Sherin
"iya Rin makasih , jangan sampai kam Damar dam yg lain tau Rin . rencana nya awal bulan depan aku akan ngadain resepsi , jd sebelum acara itu aku mau jangan sampai ada yg tau aku hamil . takutnya semua mengira aku hamil di luar nikah" ucap Nayla
"iya Nay aku ngerti kok . tapi kalo Faris boleh tau kan" ucap Sherin
"boleh . dia kan udah tau kalo aku udah nikah" ucap Nayla
tak lama Faris datang dan disusul dosen juga datang , mereka memulai mata kuliah hari ini . mereka memperhatikan penjelasan dosen dg seksama . setelah jam mata kuliah selesai mereka berniat ke kantin namun Nayla pergi duluan karena ingin mencari kedondong , sebenarnya hari ini Nayla hanya ada 1 mata kuliah saja . saat di parkiran Nayla bertemu Damar.
"hai Nay . kamu udah sehatan?" tanya Damar
"udah kak" jawab Nayla singkat
"kamu mau kemana , kayak nya buru2 banget?" tanya Damar
"aku ada urusan . ya sudah aku tinggal duku ya kak . permisi" jawab Nayla lalu pergi meninggalkan Adit
__ADS_1
disisi lain Nadia tengah memperhatikan Damar , betapa geram nya Nadia pada Nayla karena selalu mendapat perhatian Damar sedangkan dia sendiri sangat susah mendapat perhatian Damar . tak disangka Damar mengikuti Nayla karena merasa penasaran dg Nayla . Nadia pun tak tinggal diam , dia pun juga mengikuti Damar .
saat di perjalanan Naylal menghubungi Dinda
"Assalamualaikum" ucap Nayla
"wa'alaikumsalam Nay , ada apa? tumben telfon" ucap Dinda
"aku mau ke rumah singgah , kamu mau ikut gak ?" tanya Nayla
"mau dong . kebetulan aku juga ga ada jadwal kuliah hari ini" jawab Dinda
"ya udah kita langsung ketemu disana ya" ucap Nayla
"ya udah aku berangkat sekarang" ucap Dinda
"oke . Assalamualaikum" ucap Nayla
"Wa'alaikumsalam" ucap Dinda lalu menutup telfon nya
Nayla menunjukkan alamat rumah singgah pada Dimas dan setelah beberapa lama mereka pun sampai di rumah singgah . Nayla juga tak lupa membawa makanan untuk Rama dan anak2 yg lain .
"sudah sampai nona , apa ini tempatnya" ucap Dimas
"iya mas Dimas . kita parkir agak depan aja" ucap Nayla
"baik nona" ucap Dimas
"mas tolong bawakan makanannya ya , aku mau telfon mas Adit dulu" ucap Nayla
"Assalamualaikum sayang" ucap Adit
"Wa'alaikumsalam mas , aku udah sampai di rumah singgah" ucap Nayla
"ya sudah sayang jangan lupa makan siang , aku mau meeting dulu ya . sudah ditunggu" ucap Adit
"iya mas maaf aku mengganggu . Assalamualaikum" ucap Nayla
Wa'alaikumsalam" ucap Adit lalu mematikan telfon nya
Nayla melamun dan agak sedikit bersedih karena Adit begitu sibuk dg pekerjaannya disaat dia sedang hamil , namun Nayla juga memakluminya karena memang posisi Adit sebagai CEO yg membuatnya sibuk .
"doorrr" ucap Dinda mengagetkan
"eh kamu Din . sejak kapan sampai" ucap Nayla
"baru sampai kok , apasih yg kamu lamunin Nay?" tanya Dinda
"ah bukan apa2 kok . ayo kita kesana" jawab Nayla dan mereka pun berjalan ke arah anak2 yg sedang bermain , tak jauh dr situ Dimas sedang menunggu Nayla .
"siapa tuh Nay ganteng juga" tanya Dinda yg melihat sosok Dimas
"itu mas Dimas . bodyguard ku" jawab Nayla
__ADS_1
"wiihhhh keren . apa sekarang kamu udah ga sanggup menjaga diri kamu Nay , kemana kemampuan beladiri kamu" ucap Dinda
"bukannya aku ga sanggup tapi mas Adit ga mau aku kenapa2 apalagi sekarang aku hamil jd dia ga mau kalo aku sampai terjadi perkelahian lagi" ucap Nayla
"selamat ya Nay akhirnya aku mau punya ponakan . tapi kapan mas Adit tau kamu berkelahi Nay" ucap Dinda
"waktu itu pernah aku dihadang preman aku sama teman kuliahku Din , karena preman2 itu tidak bisa di negosiasi jd nya aku berantem dg mereka dan ternyata preman2 itu adalah suruhan orang yg membenciku karena aku menikah dg mas Adit" ucap Nayla
"parah bgt Nay . kan pernikahan kalian tertutup Nay , kok dia bisa tau" tanya Dinda
"dia adalah saingan bisnis mas Adit jd dia selalu mengintai pergerakan mas Adit . maka nya sekarang mas Adit menyuruhku pakai body guard agar lebih aman" jawab Nayla
"oh gitu . aku akan ikut menjaga ponakan ku Nay , kalo ada apa2 bilang aku ya Nay" ucap Dinda
"makasih ya Din" ucap Nayla
"iya sama2" ucap Dinda
"Assalamualaikum anak2" ucap Nayla
"Wa'alaikumsalam" ucap mereka
"kak nanai , kak dindin" ucap Rama yg langsung menghampiri mereka dan memeluknya , anak2 lainnya pun melakukan hal yg sama terhadap Nayla dan Dinda .
dari kejauhan Damar sedang memperhatikan Nayla dari dekat mobil mobil nya , dia sangat kagum akan diri Nayla . tak disangka Nayla begitu sederhana dan mempunyai sosial yg tinggi . sesekali dia memotret Nayla dg ponsel nya , Nadia pun juga ikut memperhatikan mereka terutama Damar . Nadia sangat kesal sekali yg tingkah laku Damar yg semakin menunjukkan kalau Damar menyukai Nayla .
Nayla dan Dinda sedang asik bercengkerama dg anak2 rumah singgah .
"gimana kabar kalian?" tanya Dinda
"baik kak" jawab mereka serempak
"ini kakak asa makanan untuk kalian , dibagi rata ya sayang" ucap Nayla
"makasih ya kak" ucap mereka lalu membagi rata makanan itu
"hemmm nona maaf apa saya boleh bertanya" ucap Dimas tiba2
"boleh mas mau tanya apa . oh iya saya sampe lupa kenalin ini sahabat saya Dinda" jawab Nayla
"Dimas . Dinda" ucap mereka berjabat tangan
"saya mau tanya siapa anak2 ini non dan kenapa mereka sangat akrab sekali dg nona . maafkan saya lancang nona" ucap Dimas
"iya ga apa2 kok mas , pertanyaan itu bukan pertanyaan yg lancang . dan mereka ini adalah anak2 yg nasibnya kurang beruntung daripada kita , saya dan Dinda sengaja membuat rumah singgah ini untuk mereka agar mereka merasa aman dan nyaman" ucap Nayla menjelaskan
"wah non Nayla dan non Dinda hebat ya , di usia yg masih muda sudah bisa membantu mereka" ucap Dimas memuji
"kita manusia wajib untuk saling memberi dan memperhatikan sekitar kita mas" ucap Nayla
"iya nona . saya jd banyak belajar dr nona" ucap Dimas dan Nayla hanya tersenyum begitu pun Dinda
"abis dari sini kita cari kedondong di desa ini ya mas . waktu itu aku pernah lihat pohon itu yg tak jauh dr sini" ucap Nayla
__ADS_1
"baik nona" ucap Dimas
mereka pun kembali bercanda ria dg anak2 rumah singgah sedangkan Damar memilih pergi karena mama nya menelfon dan Nadia pun mengikuti Damar pergi namun sebelum Nadia pergi dia menelfon seseorang entah siapa .