
saat ini Nayla dan Dimas berada di gudang yg cukup gelap dg keadaan diikat di kursi .
"tolong lepasin aku" ucap Nayla
"diam kau" kata seseorang berbaju serba hitam
"siapa kalian , apa mau kalian . kenapa kalian melakukan ini terhadapku" ucap Nayla
"jika kau tidak bisa diam aku akan melukaimu" ucap orang itu kesal
Dimas yg juga masih terikat di kursi pun belum sadarkan diri juga karena td dia habis habisan dihajar oleh orang2 itu . tak lama terdengar suara langkah kaki menghampiri mereka .
"ini orang yg bos minta sudah saya tangkap bos" ucap orang berbaju hitam itu pada seseorang yg baru datang
"good job , tidak sia2 kakakku memperkerjakan kalian" ucap seseorang itu
lalu dia mendekat ke tempat Nayla
"kak Nadia??" ucap Nayla kaget
"iya ini aku , trus kenapa?" ucap Nadia dg angkuhnya
"kenapa kakak lakukan ini kak , aku mohon jgn lakukan apapun . aku sedang mengandung tolonglah" ucap Nayla memelas karena dia sangat khawatir dg kandungannya jika saja dia tidak mengandung maka dia akan melawan dan kejadian ini tak sampai terjadi
__ADS_1
flashback on
saat tengah dijalan mobil Nayla dihadang oleh 3 mobil , Dimas pun segera mengerem agar tidak terjadi kecelakaan .
"aduh . kenapa bang Dimas kok tiba2 ngerem" ucap Nayla sambil memijat keningnya yg kejedot bangku depannya
"itu ada mobil yg menghadang nona" ucap Dimas
"perasaan aku kok gak enak ya bang , kita tlp mas Adit aja ya bang" ucap Nayla
"sebaiknya begitu nona" ucap Dimas namum orang2 sudah ada didepan mobilnya dan 2 diantara mereka menggedor pintu mobil Nayla dan Dimas . Nayla yg begitu panik menjatuhkan HP nya .
"keluar kalian atau akan ku bakar mobil ini" ucap salah satu orang itu dg membawa 1 drigen bensin
"aku akan ikut kalian tapi tolong jangan sakiti anak yg diperut ku dan hentikan juga kalian memukuli bang Dimas" ucap Nayla yg sudah mulai lelah dan lemah
"baiklah jika kau bersikap baik dan menurut padaku maka aku akan bersikap baik juga . ayo ikut aku" ucap orang itu lalu menyeret Nayla ke mobilnya begitu juga Dimas
"mau dibawa kemana aku" tanya Nayla saat didalam mobil
"diamlah jangan banyak tanya" jawab orang itu Nayla pun terdiam dan sangat takut.
"ya Allah lindungi aku dan anakku , jika yerjadi suatu hal maka selamatkan anakku . mas Adit tolong aku" batin Nayla dan dia menangis
__ADS_1
flashback off
"memohonlah sesukamu . hahahaha" ucap Nadia
"kenapa kakak lakukan ini kak . bukankah kakak bisa mendekati kak Damar , aku juga sudah mempunyai suami dan sebentar lagi aku punya anak" ucap Nayla sambil menangis
"kau sudah membuat ku malu dan aku gak akan senang melihat kau bahagia , kau harus merasakan apa yg aku dan kak Tania rasakan" ucap Nadia
"sudahlahkak tidak baik ada dendam . aku mohon lepaskan aku , kasian anakku kak . dan jika mas Adit tau akan hal ini aku yakin mas Adit tak akan memaafkan kalian" ucap Nayla
plak... plak... plak...
beberaa kali Nadia menampar Nayla hingga tak sadarkan diri . entah setan apa yg merasuki nya sehingga ingin sekali dia membunuh Nayla
"Nadia!! hentikan" teriak Tania yg baru datang
"aku akan membunuhnya kak . dia yg membuat harga diri ku hancur dan aku dipermalukan" ucap Nadia
"ingat kesepakatan kita bahwa kita hanya akan memberi pelajaran akan dendam kita dan hal yg lebih akan dilakukan om Bagas , jika kita melewati batas maka kita papa dan semua yg kita miliki akan hancur" ucap Tania
"bukankah akan lebih bagus kalau kita melakukannya sehingga dia tak perlu berbuat lebih" ucap Nadia
"tidak . jika kita gegabah maka kita akan hancur , kita sudah masuk dalam rencananya jika kita tidak bisa mengendalikan diri kita maka kita juga akan hancur seperti Nayla yg akan dia hancurkan . ingat Nadia kita juga salah langkah karena menyetujui kesepakatan ini tanpa papa mengetahuinya" ucap Tania dan Nadia pun hanya terdian mencerna kata2 kakak nya karena memang mereka sudah salah langkah .
__ADS_1
yaaa memang sebelum kejadian ini Bagas sudah lebih dulu mencari info tentang Adit dan Nayla dan kebetulan Nayla tidak disukai oleh Tania dan Nadia anak dr rekan kerjanya sehingga membuat Bagas mengambil keuntungan untuk mengendalikan mereka sebelum Bagas menunjukkan dirinya .