
hari ini Nayla sudah boleh pulang setelah 2 hari dirawat .
"mas nanti setelah mengantar ku ke rumah , kamu langsung ke kantor juga gak apa2" ucap Nayla yg tengah menunggu Adit membereskan barang2 nya
"aku tidak ke kantor , aku akan kerja dr rumah dan ke kantor hanya untuk meeting penting saja" ucap Adit
"loh kenapa mas?? gak enak sama mas Anton karena kamu udah 2 hari ini gak ngantor , kasian dia pasti capek ngurusin semuanya sendiri" ucap Nayla
"gak apa2 sayang . aku hanya gak mau ninggalin kamu sendiri" ucap Adit
"kan kamu juga udah memakai banyak penjaga dirumah mas seperti yg kamu bilang kemarin" ucap Nayla
"udah nurut aja sama aku , semua nya udah aku putuskan matang2" ucap Adit
"oh ya mas aku lupa . bagaimana bang Dimas" tanya Nayla
"Dimas sedang aku istirahat kan sampai dia benar2 pulih" jawab Adit
"hemm ya sudah syukurlah kalau dia tidak parah" ucap Nayla
"ya sudah ayo kita pulang sekarang , aku sudah selesai" ucap Adit
"iya mas ayo" ucap Nayla sambil berjalan pelan2 , dia tidak mau menggunakan kursi roda karena ingin banyak berjalan di usia kandungannya yg mulai tua
saat tiba di rumah , Anton yg sudah ada di rumah Adit pun turut serta menyambut Nayla dan Adit dan Nayla langsung beristirahat dikamar nya di bawah yg dulu nya kamar tamu Adit sengaja memindahkan kamar nya agar Nayla tidak perlu naik turun tangga lg .
"selamat datang tuan nona" ucap Anton
__ADS_1
"ehh ada mas Anton , hmm iya terima kasih ya . kalo gitu saya ke kamar dulu ya" ucap Nayla
"baik nona dan maaf tuan setelah mengantar nona Nayla ada hal penting yg ingin saya bicarakan" ucap Anton
"oke tunggu lah di ruang kerja ku" ucap Adit lalu Adit memapah Nayla ke dalam kamar dan Anton pun pergi ke ruang kerja Adit yg berada di lantai atas .
"kamu istirahat ya sayang , kalo ada apa2 kamu panggil aku dan kalo menginginkan sesuatu panggil aja bi Santi , jgn kamu ambil sendiri ya" ucap Adit
"iya mas" ucap Nayla
"ya sudah ku menemui Anton dulu ya" ucap Adit lalu mencium kening Nayla dan Adit pun pergi ke ruang kerja nya .
"tuan saya ingin melaporkan bahwa tuan Arjuna meminta untuk bertemu" ucap Adit
"kenapa tiba2 dia ingin bertemu dg ku??" tanya Adit
"apa menurutmu aku harus menemui nya??" tanya Adit ragu
"sebaiknya kita temui dulu dia tuan dan kita cari tau maksud dan tujuan dia sebenarnya" jawab Anton lg
"oke baiklah atur pertemuanku dg dia" ucap Adit
"baik tuan" ucap Anton
"terima kasih Ton karena selalu bersama ku dan membantu ku" ucap Adit
"tidak perlu sungkan tuan , bukankah kita saudara?? aku adik mu kan??" ucap Anton dan Adit pun hanya tersenyum bahagia
__ADS_1
Anton memutuskan untuk balik ke kantor dan Adit memeriksa file file yang sudah diberi tahu Anton td dan setelah memeriksanya Adit ke kamarnya untuk menemui Nayla . melihat Nayla yg tertidur membuat Adit menjadi tenang dan damai juga ada perasaan takut akan kehilangan Nayla .
"entah apa yg akan terjadi padaku jika aku tak menemui mu tempo hari , sungguh hati dan jiwa ini tak bisa jika tanpa hadir mu dan anak kita sayang" ucap Adit lirih sambil mengelus lembut kepala Nayla
"cukup aku kehilangan orang2 yg aku sayangi , mama papa kakek dan juga zheefa . cukup aku tak mau lagi" ucap Adit lalu mencium kening Nayla , tanpa Adit sadari bahwa Nayla sudah bangun dr td namun dia enggan membuka mata nya . setelah mendengar nama Zheefa dia menjadi penasaran lalu membuka mata nya untuk menanyakan tentang Zheefa .
"siapa Zheefa mas" tanya Nayla
"kamu sudah bangun?? maafkan aku telah membangunkanmu" ucap Adit yg tak menjawab pertanyaan Nayla
"jawab pertanyaanku mas" ucap Nayla
"Zheefa dulu adalah sahabat remajaku , aku Anton dam Zheefa berteman tapi entah mengapa suatu hari tiba2 dia menghilang begitu saja tanpa ada kabar sedikit pun dan aku dan Anton juga sudah berusaha mencari dia tapi tak ada satu pun hasil" jawab Adit atas pertanyaan Nayla td
"sungguh berarti kah Zheefa untuk mu?" tanya Nayla penuh arti
"semua yg menjadi teman dan kenangan masa kecilku itu sangat berarti sayang , karena mereka semua yg telah mengisi hari2 sepi ku setelah mama dan papa ku tiada" jawab Adit
"andaikan dia kembali apakah akan perasaan lain untuk nya mas" ucap Nayla
"perasaan lain gimana?? dan aku pun tidak yakin dia kembali atau tidak karena selama ini pun aku sangat sulit menemukannya tapi kenapa kamu menanyakan itu sayang??" ucap Adit
"entahlah mas aku hanya spontan saja menanyakannya , aku juga takut jika yg kamu rasakan bukan hanya perasaan sebagai sahabat tapi lebih dr itu" ucap Nayla
"tenanglah sayang , mungkin dulu aku iya sempat merasakan lebih dr sekedar sahabat dg dia dan aku pun tak mengutarakan perasaanku terhadapnya karena takut merusak persahabatan aku dg dia . tapi itu dulu , sekarang di hatiku dan di hidupku sudah ada kamu dan calon anak kita , aku janji tidak akan berpaling sayang percayalah" ucap Adit lalu mencium kening Nayla
"iya mas aku percaya" ucap Nayla lalu memeluk Adit
__ADS_1
keheningan seketika saat Adit dan Nayla saling berpelukan dan Adit mulai mencium b*b*r Nayla dg lembut dan entah mengapa awal dr ciuman itu lama2 menjadi olahraga suami istri yg sangat melelahkan , setelah kedua nya benar2 merasa sangat lelah mereka pun lalu tidur dg memeluk satu sama lain .