Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 47


__ADS_3

hari menjelang sore , saat ini Nayla dan Adit tengah bersantai di taman belakang rumah . sesuai perkataan Adit tadi bahwa selesai makan siang dan Adit selesai membersihkan diri dr kantor mereka pun membicarakan tentang Tania .


"sayang . tadi pagi aku bertemu dg tuan Arjuna , ayah dr Tania dan Nadia . dia memohon agar membebaskan Tania dan Nadia dan juga memperbaiki perusahaannya dg jaminan mereka akan pindah selamanya ke luar negri dan tak akan mengganggu kehidupan kita lg , menurut kamu gimana sayang??" ucap Adit


"aku sih gak masalah untuk kamu membebaskan mereka tapi aku minta untuk aku bertemu dg mereka sebelum bebas , ada yg ingin aku tegaskan pada mereka mas" ucap Nayla


"aku takut itu malah akan membahayakan mu sayang , sejujurnya aku ragu untuk membebaskan mereka" ucap Adit


"maka dari itu mas , tolong pertemukan aku dg mereka . setelah aku bertemu dg mereka aku akan memutuskan untuk membebaskan mereka atau tidak" ucap Nayla


"baiklah besok kita akan menemui mereka , aku akan menemani mu" ucap Adit


"iya mas terima kasih" ucap Nayla


"ya sudah ayo kita masuk kalo gitu" ucap Adit


"iya mas . ayo" ucap Nayla dan mereka pun masuk ke rumah


-------


keesokan pagi nya Nayla sudah lebih dulu bangun lalu mandi dan menyiapkan sarapan untuk Adit . setelah beberapa saat Adit pun bangun dan merasa Nayla tak ada disamping nya dan Adit pun mencari Nayla .

__ADS_1


"kamu sudah bangun mas" ucap Nayla saat Adit menghampiri nya di dapur


"aku baru bangun , kamu aku cari2 ternyata di sini , kok kamu yg masak" ucap Adit yg memeluk Nayla dr belakang


"ihh kamu jgn peluk2 begini dong mas , malu kan kalo ada yg lihat gimana" ucap Nayla


"hmm iya aku lg pengen aku masak nasi goreng sendiri mas" ucap Nayla lg


"walaupun ada yg melihat juga gak apa2 sayang , kita kan udah suami istri jd sah sah aja dong peluk2 kamu gini" ucap Adit tanpa melepas pelukan nya


"ya tapi gak enak aja aku nya mas , aku malu . mending kamu mandi dulu sana lalu kita sarapan , kita kan mau menemui Tania dan Nadia" ucap Nayla


"gak mau ah , malu ini kan dapur banyak orang yg kluar masuk sini" ucap Nayla


"disini lg gak ada siapa2 sayang , bi Santi juga gak terlihat" ucap Adit


"iya emang gak ada siapa2 bi Santi juga lg membeli kebutuhan yg kurang dan yg lain juga di luar tapi kalo tiba2 mereka masuk dan lihat kita lagi ci..." ucap Nayla terpotong karena Adit sudah lebih dulu mendarat kan bibir nya ke bibir Nayla


cup...


"udah kan , gak ada yg lihat" ucap Adit tekekeh dan Nayla pun tersipu malu dg pipi nya yg merona

__ADS_1


"mas Adit apa apaan sih , udah sana mandi . aku tunggu di meja makan yaa" ucap Nayla


"oke cintaaa" ucap Adit sambil berjalan dan dia sempat memanggil Nayla


"sayang" ucap Adit dan Nayla pun menoleh ke arah Adit yg tengah memberi finger heart dr kejauhan sambil berjalan mundur Nayla pun hanya tersenyum malu melihat kelakuan suami nya itu


"semalam mimpi apa yaa dia , kok jd merasa alay yaa dg sikap nya itu . tapi aku sukaa , tetap ceria dan bahagia seperti itu yaa mas" batin Nayla


Nayla pun sudah selesai menyiapkan sarapan di meja makan dan menunggu Adit datang dan Adit pun datang


"kamu kok lama sih mas , aku kan nungguin udah laper pula" ucap Nayla cemberut


"iya maaf td tiba2 aku ingin setoran dulu" ucap Adit


"setoran apa pagi2 begini??" tanya Naylayg tak mengerti


"sudah jgn dibahas kalo kamu gak tau , kita mau makan jorok kan kalo membahas itu" jawab Adit


"ohhh iya aku paham sekarang . ya sudah ayo makan" ucap Nayla yg sudah mengerti apa maksud setoran td


mereka pun sarapan dg nikmat dan tenang

__ADS_1


__ADS_2