
saat ini Nayla masih tak sadarkan diri diruangan nya , Adit , Anton dan kedua orangtuanya menghampiri nya dan sangat sedih dg keadaannya . walaupun dokter bilang bahwa Nayla tidak apa2 namun tidak mengurangi kesedihan mereka atas apa yg menimpa Nayla . terutama Adit yg sangat merasa bersalah karena tak bisa menjaga Nayla dg baik .
"maaf kan aku sayang . aku tidak bisa menjaga dirimu dg baik" ucap Adit sambil menggenggam tangan Nayla yg tak di infus
"cepat bangun sayang . jangan bikin aku khawatir begini . sekali lg aku minta maaf" ucapnya lagi
"kamu yg sabar . Nayla butuh istirahat sebentar lg juga dia akan sadar" ucap papa Hendra menenangkan
"iya Dit . kamu juga belum makan kan , mama. pesan kan makanan dulu ya" ucap mama Mira
"tidak perlu repot ma . biar Anton yg membelinya nanti" ucap Adit
"ga apa2 Dit . Anton juga pasti lelah , kan bisa delivery order" ucap mama Mira
"baiklah pa" ucap Adit
mama Mira lalu menelfon Resto langganannya untuk memesan makanan untuk Adit , Anton , suaminya dan dirinya .
"ma pa , nanti biar Adit yg jagain Nayla aja . mama dan papa pulang saja gak apa2" ucap Adit
"ga apa2 Dit , malam ini kami nginap disini aja . besok pagi setelah Nayla siuman kita akan pulang" ucap mama Mira
"iya Dit . kami juga mengkhawatirkan Nayla" imbuh papa Hendra
"maafkan Adit yg tak bisa menjaga Nayla dg baik pa ma" ucap Adit bersalah
"sudahlah , yg lalu biarlah berlalu . sekarang yg terpenting kesembuhan Nayla dan kesehatannya beserta bayi nya" ucap papa Hendra
"iya pa . terima kasih" ucap Adit
"permisi , selamat malam semua . saya suster jaga malam ini dan saya akan memeriksa keadaan nyonya Nayla" ucap suster itu
__ADS_1
"baik sus . silahkan diperiksa istri saya" ucap Adit
tok... tok... tok...
ceklek
"maaf saya dr King Food Resto ingin mengantar makanan yg td dipesan atas nama Mira Permata" ucap pegawai resto
"silahkan masuk mas . saya Mira Permata" ucap mama Mira
"ini bu makanannya" ucap pegawai resto dan memberikan kantong berisi makanan pada mama Mira
"oke . ini uang nya dan tip untuk kamu" ucap mama Mira
"terima kasih bu . saya permisi" ucap pegawai resto dan dia keluar , suster pun sudah selesai memeriksa Nayla
"kondisi nyonya Nayla makin membaik , mungkin nanti tengah malam atau besok pagi dia akan sadar . kalo begitu saya tinggal ya bapak ibi . permisi" ucap suster itu
setelah suster itu keluar ruangan mereka pun makan malam sambil menunggu Nayla sadar
"Ton bisa tolong ambilkan baju ku dimobil dan sekalian ambil untukmu juga " ucap Adit saat selesai makan
"baik tuan" ucap Anton , Adit memang selalu membawa beberapa baju ganti untuk berjaga2 jika dia dalam keadaan darurat sehingga tidak bisa pulang ke rumah . setelah beberapa saat Anton kembali dan membawa beberapa baju ganti .
"pa ma Adit bersih2 dulu ya" ucap Adit
"iya Dit" ucap mama Hendra
"aku dulu Ton setelah itu baru kamu bersih2" ucap Adit pada Anton
"baik tuan" ucap Anton
__ADS_1
Adit dan Anton sudah seperti kakak dan adik , Anton adalah anak dr supir orang tua Adit dan ayah Anton meninggal bersama kedua orangtua Adit saat kecelakaan . maka dr itulah Adit dan Anton selalu bersama sejak kecil dan di urus oleh alm. kakek Romi tapi Anton tidak mau memanggil Adit kakak atau dg namanya dia lebih suka memanggil Adit dg sebutan tuan .
Adit pun selesai mandi dan sekarang giliran Anton
"papa dan mama tidur lah biar Adit yg berjaga menunggu Nayla sadar" ucap Adit
"kamu saja yg tidur duluan Dit , kamu pasti lelah saat menyelamatkan Nayla" ucap mama Mira
"iya kamu tidurlah biar papa yg berjaga , nanti kita bisa gantian" imbuh papa Hendra
"Adit memang lelah tapi Adit belum mengantuk pa ma . biarkan Adit menunggu Nayla" ucap Adit
"baiklah kalo itu mau mu . tapi jika kamu ngantuk bilang saja sama papa" ucap papa Hendra
"iya pa" ucap Adit dan tak lama Anton selesai mandi
"kau istirahatlah Ton . atau kau mau pulang saja , kau bisa bawa mobilku" ucap Adit
"tidak tuan saya ikut menunggu disini , takut nanti tuan membutuhkan saya" ucap Anton
"baiklah . terima kasih" ucap Adit
"iya tuan sama2" ucap Anton lalu duduk di sofa yg sudah disediakan bersama papa dan mama Nayla
Adit memang menempatkan Nayla di ruang VVIP maka dr itu ruangan itu difasilitasi seperti kamar pribadi . Adit yg terus menggenggam tangan Nayla selalu mencium tangan Nayla
"maafkan aku sekali lg sayang , aku telah membuat mu seperti ini" ucap Adit lirih
"maafkan papa sayang , karena papa membuat kamu dan mama mu dalam bahaya" ucap Adit sambil mengelus perut Nayla yg di dalamnya ada anak nya
tak terasa malam kian semakin larut . Anton , papa Hendra dan mama Mira pun sudah tertidur . Adit pun juga merasa mengantuk dan dia pun tertidur disamping Nayla dg keadaan duduk kepala bersandar pada ranjang Nayla dan tangannya masih menggenggam tangan Nayla .
__ADS_1