Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 42


__ADS_3

jam dinding menunjukkan pukul 02.30 wib , Nayla yg sudah tersadar pun merasakan. tangannya yg sulit digerakkan karena ada yg menggenggamnya , dia pun mulai mengerjap-ngerjapkan matanya .


"aku dimana ini , aduh kepala ku sakit sekali" ucap Nayla lirih


"dan ini?? hemm mas Adit rupanya yg menggenggam tanganku" ucap nya lagi


"ya Allah terima kasih Engkau masih mengijinkan aku melihat semua orang2 yg ku sayangi dan menyelamatkan anakku. terima kasih juga untukmu mas karena menyelamatkanku" ucap Nayla yg tak terasa kini sudah menangis , dia tak bisa membayangkan jika pada hari itu dia tidak selamat dan tidak bisa melihat mereka semua untuk terakhir kali nya dan juga anakknya


karena masih merasa pusing Nayla pun memejam kan mata nya kembali karena dia juga tak ingin mengganggu yg lainnya .


 


disisi lain Arjuna yg mendapat kabar tentang kedua putri nya sangat amat terpukul dan tak menyangka jika kedua putri nya melakukan hal yg sangat2 bodoh .


"Damn!! kenapa kalian tidak memberitahu papa tentang semua ini??" maki tuan Arjuna dg melempar barang2 kesana kemari untuk melampiaskan rasa marahnya


"jika saja kau masih ada , mungkin aku tak akan sesulit ini mengurus dan mendidik kedua anakmu" ucap tuan Arjuna yg sedang menatap foto mendiang istri ny


"susah payah aku mengurus dan mendidik kedua putri ku agar menjadi wanita yg terhormat tapi mengapa malah menjadi seperti ini?? dan Bagas!! aku akan menyelidiki siapa laki2 itu yg sudah berani menjebak kedua putri ku dalam rencana nya" ucap tuan Arjuna yg sangat2 kacau

__ADS_1


kini Bagas yg telah mengetahui bahwa rencana nya sudah terbongkar lebih awal dr dugaannya namun tetap saja sosok dia dalam rencana ini belum di ketahui , dia pun menyusun rencana yg lebih matang lg . Agatha istri nya pun sudah tau siapa diri nya dan mendukungnya karena rasa sakit hati nya pada Adit .


Bagas memang begitu sangat dendam pada keluarga Adit .


*flashback on


"ibu , Bagas minta maaf karena belum bisa membalas semua ini pada tuan Romi" ucap Bagas pada ibu nya yg saat itu sedang sakit2an


"sudahlah nak kamu jangan memendam dendam seperti itu , ibu ikhlas lagi pula ibu sebentar lagi akan menyusul bapakmu . kami akan bersama disana" ucap ibu nya Bagas yg sudah terlihat sangat pucat


"ibu jangan bilang kayak gitu , kalau ibu pergi Bagas sama siapa bu" ucap Bagas dan menangis


"ibu... ibu... bangun bu" Bagas mengecek denyut nadi ibunya namun tak ada


"ibuuuuu" isak tangis Bagas memeluk ibu nya


ayah Bagas adalah anak buah dari musuh kakek Romi saat itu karena terjadi insiden besar maka ayah Bagas ikut serta dalam pertempuran antara kedua belah pihak dan ayah Bagas pun meninggal saat itu juga , mendengar bahwa suami nya meninggal karena anak buah kakek Romi pun membuat ibu nya Bagas shok dan mulai sakit2an karena belum bisa menerima kenyataan suami nya telah tiada , Bagas yg melihat semua itu sangat amat benci pada kakek Romi dan berangan ingin membalas dendam , terlebih lg dg kematian ibu nya yg sangat merindukan ayahnya sehingga tak bisa bertahan untuknya . semua hal itu membuat Bagas membulatan keinginannya untuk membalas dendam dan menghancurkan kakek Romi beserta keturunannya .


*flashback off

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


maaf yaa reader's aku baru sempet up , anak ku baru sembuh dr sakit nya . anak balita kalo lg sakit rewel nya super menguras kesabaran sang ibu . sekali lg aku minta maaf yaa dan jangan pernah bosen baca dan tunggu up dari cerita aku . like kalian semangat untukku 🤗🤗🤗


__ADS_2