Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 37


__ADS_3

100 hari sudah setelah kepergian kakek Romi dan malam ini akan diadakan tahlil 100 hari kakek Romi , semua menyiapkan untuk acara tahlil nanti malam begitu juga Nayla yg tengah hamil besar yg kini usia kandungannya menginjak 7 bulan . karena kue ada yg kurang untuk nanti malam maka dr itu Nayla meminta ijin lada Adit untuk membelinya


tut... tut... tut...


"sayang aku ijin ke toko kue sebentar ya , ada beberapa kue yg ingin aku beli untuk nanti malam karena sepertinya kurang" ucap Nayla meminta ijin


"kamu kan lg hamil besar . nanti biar suruh Dimas aja yg beli" ucap Adit melarang


"aku mau aku yg milih sendiri , aku cuma sebentar kok . kan lagi pula bang Dimas juga ikut nanti" ucap Nayla


"hemm gimana yaa" ucap Adit ragu


"ayolah sayang . boleh yaa , sebentar aja kok" ucap Nayla merengek


"oke baiklah tapi jangan lama2 . aku ga mau kamu kecapean" ucap Adit


"iya sayang aku cuma sebentar" ucap Nayla


"ya sudah aku lanjut kerja ya , biar nanti bisa pulang cepat" ucap Adit


"iya sayang terima kasih . Assalamualaikum" ucap Nayla

__ADS_1


"sama2 . Wa'alaikumsalam" ucap Adit lalu mematikan telfon


setelah mendapat ijin dr Adit Nayla bersama Dimas pun langsung pergi ke toko kue langganannya , memang toko itu jarak nya sangat jauh dr rumah nya tapi menurut Nayla rasa kue ditoko itu sangat enak dibanding toko lain .


sampainya ditoko kue Nayla memilih beberapa kue untuk nanti malam , dia mengambil kue otu lalu memasukkan dalan keranjang yg sudah disediakan yg dibawakan oleh Dimas . tanpa sadar ketika sedang asik memilih milih kue dia jalan mundur dan menabrak seseorang yg sedang memilih kue juga


bruuggkkk ....


"aduh maaf saya ga sengaja" ucap Nayla merasa bersalah


"elooo!!" ucap wanita itu kesal


"banyak bacot loo" ucap Nadia lalu melayangkan tangannya ingin menampar Nayla namun dg cepat Dimas menahan dan mencengkeram tangannya karena Dimas memang tidak suka pada gadis yg kasar


"lepaskan . sakit" ucap Nadia


"bang udah bang lepasin . kasian dia" ucap Nayla dan Dimas pun melepaskan cengkeramannya


"gue ga butuh belas kasihan lo . dan asal lo tau gue amat sangat membenci lo , gue dendam sama lo . karena lo gue di DO fr sekolah dan itu membuat gue makin jauh dari Damar . inget yaa Nayla si wanita penggoda , gue gak akan tinggal diam atas semua ini" ancam Nadia


"maksud kakak dg wanita penggoda apa ya , sebaiknya kakak jaga ucapan kakak" ucap Nayla yg mulai geram

__ADS_1


"kalo bukan wanita penggoda trus apa nama nya . lo udah rebut Adit dr kakak gue Tania dan lo juga udah rebut Damar dr gue , pasti lo godain mereka semua biar bisa deket sama lo dan akhirnya yg menikah sama lo Adit" ucap Nadia


"maaf ya kak aku sama sekali ga merebut siapa pun dr siapa pun , aku dan mas Dait dijodohkan dan kami menikah jauh sebelum aku mengenal kakak dan kak Damar dan untuk Tania bukankah mas Adit tidak ada hubungan apapun dg Tania . aku harap kakak mengerti dg aku ucapkan , aku permisi" ucap Nayla dan pergi setelah membayar kue nya tadi , orang2 yg disitu pun hanya diam melihat pertengkaran dua wanita itu .


"dasar wanita murahan tunggu pembalasanku" ucap Nadia yg kesal lalu menelfon Tania untuk melakukan rencananya sekarang juga


tut... tut... tut...


"hallo kak , sepertinya sekarang waktu yg tepat untuk balas dendam pada Nayla , barusan aku ketemu dia dan aku dibikin malu sama dia" ucap Nadia


"oke . kamu sekarang dimana dan posisi dia dimana" ucap Tania


"aku di toko kue jalan mawar , aku akan buntuti dia dan akan aku sharelok ke kakak" ucap Nadia


"oke baiklah . kakak akan menyiapkan orang2 yg sudah kita rencanakan" ucap Tania


"oke kak" ucap Nadia lalu menutup telfonnya , dan segera mengikuti Nayla


tak butuh lama untuk lama Nadia menemukan mobil Nayla yg memang sudah jalan duluan . Nadia lalu mengirim pesan share lokasi pada Tania


setelah mendapat pesan dr Nadia , Tania pun langsung menyerukan anak buah nya untuk ke lokasi itu

__ADS_1


__ADS_2