Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 8


__ADS_3

setelah selesai membereskan barang2 Nay begegas untuk masak , hari ini dia memasak sayur capcai , ayam goreng dan cumi balado . selesai memasak dia menyiapkan di meja makan dan memanggil Adit .


tok... tok... tok...


"mas makanan sudah siap , ayo kita makan" ucap Nayla tetapi Adit tidak menjawab


ceklek


Nayla membuka pintu kamar Adit karena penasaran Adit ada di dalam atau tidak , dia celangak celinguk tapi tidak menemukan Adit dan dia memutuskan untuk menutup pintu kamar Adit . saat dia beebalik...


"sedang apa kamu disini" tanya Adit


"Astaghfirulloh , mas ngagetin aja sih . aku memanggil mas untuk makan siang" jawab Nayla kaget karena tiba2 Adit ada dibelakangnya


"ya sudah kamu dulua aja" ucap Adit sambil masuk ke kamar nya


"dasar manusia kutub utara , ga bisa apa ramah dikit" ucapa Nayla sambil berjalan


sampai nya di meja makan Nayla menunggu Adit untuk makan bersama tak lama pun Adit datang .


"mas mau makan pake lauk apa" tanya Nayla yg sedang menyendokkan nasi ke piring adit


"biar aku saja yg ambil" jawab Adit seraya mengambil lauk nya


"mas jd orang jangan dingin2 amat apa , nanti ga ada yg suka loh sama mas" ucap Nayla sambil menyuap nasi ke mulutnya


"sudah makan saja , jangan banyak bicara" ucap Adit datar


"dasar manusia kutub" batin Nayla dan melanjutkan makannya


selesai makan Nayla merapikan meja makan dan Adit pun siap2 untuk pergi meeting


beberapa lama kemudian Adit turun sudah rapi dan membawa tas kerja nya


"mas sudah mau berangkat , nanti pulang malam tidak mas" tanya Nayla


"aku belum tau" jawab Adit


"mas Nay boleh minta no hp mas , Nay kan belum punya" tanya Nayla lagi


"ini" Adit memberikan ponselnya dan Nayla mencatat no hp Adit di ponselnya


Adit berjalan keluar rumah mengarah ke mobilnya


"mas tunggu" ucap Nayla

__ADS_1


"apalagi sih , aku buru" jawab Adit dan tiba2 Nayla mencium punggung tangan nya


"aku hanya ingin bersalaman sama mas , seperti mama saat papa akan berangkat kerja dan karena ini juga sudah jd tugas ku . mas jangan marah ya" ucap Nayla tetapi Adit tidak menjawab nya dan langsung masuk ke mobil nya


saat berada di mobil pikiran Adit menjadi tak karuan selama ini dia sangat anti disentuh wanita tapi kenapa berbeda dengan Nayla , kemarin Adit memeluknya dan sekarang tangan Adit di cium nya .


"kenapa aku seperti ini , apa yg kurasakan sekarang . aaakkkhhhh entahlah semua ini membuatku pusing" ucap nya dalam hati dan terus fokus menyetir


disisi lain


Nayla sedang membuka-buka laptop nya yg kebetulan dia bawa . dia sedang mencari-cari universitas dia inginkan , karena minggu depan dia wisuda jd setelah wisuda dia ingin langsung mendaftar kuliah


"hheemmm aku kuliah disini aja deh , cukup populer juga kampusnya dan biaya nya terjangkau" ucap Nayla sendiri , Nayla memang tipe anak yg tidak suka menghamburkan uang , menurutnya sekolah dan kuliah dimana saja yg penting niat dan usaha nya untuk sukses .


tak terasa hari sudah sore menjelang malam , namun Adit belum juga datang membuat Nayla ber inisiatif untuk menghubungi Adit


tut.... tut..... tut.....


tak ada jawaban dari Adit dan Nayla berfikir kalau Adit sedang sibuk lalu dia mengirimkan pesan


-kutub utara-


*mas kapan pulang , mas masih dikantor


pesan sudah dikirim tapi tak ada balasan dari Adit . Nayla pun menunggu Adit di sofa ruang tamu dan membuat dia ketiduran disana


"cantik juga" batin Adit dan membuyarkan tatapan nya pada Nayla "apa2an aku ini" ucap Adit


Adit mendekati Nayla dan berniat membangunkannya namun sebelum dia sempat membangunkannya , Nayla terbangun .


"eh mas udah pulang , maaf Nay ketiduran . mas udah makan" tanya Nayla


"aku sudah makan diluar , besok2 tidak usah menungguku . pergilah ke kamarmu dan tidurlah" jawab Adit dan meninggalkan Nayla menuju kamar nya


Nayla hanya menuruti nya karena dia juga masih merasa ngantuk


-


keesokan pagi nya Nayla bangun lebih awal dan memasak untuk sarapan . setelah selesai masak dia ke kamar Adit untuk membangunkan nya


tok... tok... tok...


"mas sudah bangun , kita sarapan yukk" ucap Nayla dari luar kamar , namun tidak ada jawaban dari Adit dan Nayla pun membuka pintu kamar Adit


ceklek

__ADS_1


Nayla melihat Adit masih tertidur pulas


"mas bangun , mas ga kerja" ucap Nayla membangunkan Adit dengan menggoyang-goyangkan tangan Adit


"hmmm" jawab Adit


"ayo mas bangun , Nay udah bikin sarapan" ucap Nayla da beranjak pergi namun langkahnya terhenti karena Adit memegang tangan nya


"mas ada apa?" tanya Nayla membalikkan badan dan kemudian tangannya ditarik oleh Adit dan membuat dia terjatuh diatas tubuh Adit dan Adit memeluknya


"mas apa2an ini" tanya Nayla meberontak namun Adit tidak meu melepaskan dan akhirnya Nayla mengalah untuk tetap di peluk Adit setelah beberapa saat Adit melepaskan pelukannya


"sudah sana kamu duluan , aku mau mandi dulu" ucap Adit menyuruh Nayla keluar kamar nya


"dasar cowok ga jelas" gerutu Nayla sambil berjalan keluar kamar Adit


saat Adit mandi , Adit memikirkan kejadian td . entah apa yg difikirkannya sehingga dia bisa memeluk Nayla yg jelas Adit merasa nyaman saat memeluk Nayla


dimeja makan


Nayla sedang menunggu Adit dan berfikir kejadian td juga


"kenapa mas Adit tiba2 memelukku??? bukankah dia tidak menyukai ku??" batin Nayla sambil melamun


"hayoooo ngelamunin apa pagi2 non" tanya bi Santi membuyarkan lamunan Nayla


"ehh bibi , enggak kok bi , ga ngelamunin apa2 . oh ya bibi udah sarapan?? kita sarapan bareng yuk" jawab Nayla dan sekaligus bertanya pada bi Santi


"belum non , nanti bibi makan di dapur saja . bibi belum laper banget" jawab bi Santi


"oh ya sudah kalo gitu bi" ucap Nayla dan tak lama Adit datang


"pagi mas , yuk kita sarapan"ajak Nayla sambil menyendokkan Adit Nasi goreng yg dibuatnya td


"mas minggu depan Nay wisuda setelah itu Nay mau daftar di universitas B" ucap Nayla


"kamu sudah aku daftar kan di universitas A" jawab Adit datar


"mas kok ga bilang Nay dulu , itu kan universitas mahal dan populer mas , anak2 yg kuliah disitu juga anak2 orang kaya" ucap Nayla


"universitas itu searah dengan kantorku jd bisa sekalian aku antar" ucap Adit datar


"tapi mas tabunganku tidak cukup untuk kuliah disitu" ucap Nayla


"itu menjadi urusanku , tidak usah banyak tanya" ucap Adit

__ADS_1


mereka punmelanjutkan sarapannya


__ADS_2