
Adit langsung menuju ke tempat mobil Nayla berada dan berusaha mencoba mencari petunjuk disana dan sampai nya disana sudah ada beberapa anak buah nya yg sedang menunggunya .
"sudah ada petunjuk lain kah" tanya Anton pada Parjo
"saya sudab cek cctv jalan ini tuan dan memang nona Nayla di hadang oleh 3 mobil , ini rekamannya tuan" jawab Parjo
Anton dan Adit pun mengamati video itu dan melihat no plat mobil salah satu penghadang itu .
"B 1234 CD . coba kamu cek ini mobil siapa Ton" ucap Adit
"sebentar tuan" ucap Anton lalu mengecek no plat mobil itu . Anton memang sangat pintar dlm hal IT dan dia mampu mengetahui semua nya dg mudah
"ini milik Arjuna grup yg dipakai oleh anak buah nya tuan" ucap Anton
"ini pasti ulah Tania . cepat lacak keberadaan mobil itu , aku yakin Nayla pasti di bawa kesana" ucap Adit dg sangat kesal
"sudah ketemu tuan . di jalan xxx" ucap Anton
"kita kesana sekarang dan tambah anak buah suruh mereka pergi ke tempat itu" ucap Adit
"baik tuan" ucap Anton "Parjo hubungi anak buah mu untuk menuju ke sana" ucap Anton pada Parjo
"siap tuan" ucap Parjo lalu menghubungi anak buah nya
Adit dan Anton langsung menuju ke alamat itu tak lupa dia juga menelfon polisi untuk menangkap Tania nanti .
sampai nya di alamat itu mereka menuju sebuah bangunan yg tak terpakai seperti gudang lama . dan mereka pun masuk , benar saja Nayla disana karena ada beberapa penjaga di depan pintu . tidak mungkin gudang kosong dijaga sebegitu ketat jika tidak ada sesuatu nya di dalam . Adit dan Anton pun berkelahi dg orang2 itu dan dibantu oleh anak buah nya .
setelah dapat mengalahkan orang2 itu Adit langsung masuk ke dalam dan mencari Nayla .
Adit pun menghampiri sebuah ruangan yg terkunci dan mendobrak nya . karena sedang tidak ada yg menjaga jd Adit sangat mudah memasuki ruangan itu .
"Nayla" ucap Adit lalu berlari ke arah Nayla yg tak sadarkan diri dg muka yg lebam
__ADS_1
"Nayla . sayang bangun sayang" ucap Adit dan terus menepuk2 pipi Nayla
pak pak pak pak pak
suara tepuk tangan dr seseorang yg memasuki ruangan itu
"ternyata cepat juga kamu menemukan Nayla disini" ucap orang itu yg tak lain adalah Tania
"kau!! berani2 nya kau melakukan ini pada Nayla" ucap Adit
"salah kau sendiri kenapa kau selalu mengacuhkanku dan Nadia juga di acuhkan oleh pria yg dicintainya karena wanita murahan itu" ucap Tania sambil menunjuk Nayla
"bukan Nayla yg murahan tapi justru dirimulah yg murahan dan lebih rendah" ucap Adit
"jika saja kau mau menjadi suami ku maka kita akan hidup bahagia dan kejadian seperti ini tidak akan terjadi . hahahahaha" ucap Tania
"tapi sudahlah semua sudah terjadi dan aku juga puas dg apa yg ku lakukan sekarang . aku akan menghancurkan mu Aditya .hahahaha " ucapnya lg seperti ada kelainan ketika Tania mengungkapkan perasaannya
"bukan aku yg akan hancur tapi kau yg akan hancur Tania" ucap Adit dan tak lama Anton masuk bersama beberapa polisi , Nadia yg lebih dulu tertangkap didepan juga ikut bersama Anton , karena saat Nadia baru sampai dia langsung diringkus oleh anak buah Adit.
Tania yg memang sedang memegang pistol pun juga mengarahkan pistol itu ke arah Nayla. dan Adit
"kakak" teriak Nadia
"Nadia kenapa kau??" ucap Tania yg takut akan keselamatan Nadia karena dia sangat menyayangi Nadia
"jika kalian ingin Nayla dan Adit selamat maka lepaskan adikku" ucapnya lagi
"menyerah lah nona Tania . serahkan diri anda kepada polisi" ucap Anton
Adit yg melepaskan ikatan Nayla lalu memeluknya untuk memberi perlindungan pada Nayla agar jika Tania menembak maka akan terkena dirinya , bukan Nayla .
doorrrrr
__ADS_1
polisi menembak kaki Tania saat Tania langah agar bisa segera melumpuhkan nya dan menangkapnya karena takut juga jika Tania benar2 menembak Nayla dan Adit .
"kakak" teriak Nadia histeris dan Tania pun meringis kesakitan , segera polisi menangkap Tania setelah itu membawa Tania untuk diobati lalu dibawa ke kantor polisi begitu juga Nadia
Adit segera membawa Nayla ke rumah sakit karena sejak td Nayla belum sadarka diri . didepan pintu IGD Adit mondar mandir dg pikiran nya yg sangat kacau .
tak lama pun orang tua Nayla datang karena memang mereka sudah dikabari saat Adit dijalan tadi .
"gimana kondisi Nayla Dit" tanya mama Mira
"Adit juga belum tau ma . dokter sedang memeriksanya" ucap Adit
"ya Allah selamatkan putri ku" ucap mama Mira yg memang sejak td menangis
"mama yg tenang ma . papa yakin Nayla anak yg kuat begitu juga anaknya" ucap papa Hendra
dokter pun keluar dr ruang IGD
"dik gimana keadaan istri saya dok" tanya Adit
"istri anda baik2 saja dan bayi nya juga baik2 saja . mereka hanya shok dan kelelahan. saya juga sudah men infus nyonya Nayla untuk mengembalikan cairan ya yg hilang dan mengobati lebam di wajahnya . nyonya Nayla juga akan di pindahkan ke ruang rawat inap" jawab dokter itu
"Alhamdulillah . baik dok terima kasih" ucap Adit
"kalo gitu saya permisi . jika ingin menemui nyonya Nayla bisa di ruangan rawat saja" ucap dokter itu
"baik dok" ucap Adit
"wajah Nayla lebam Dit . apa yg terjadi" tanya papa Hendra
"Adit juga tidak tahu pa . kita tanya kan pada Nayla jika dia sudah sadar nanti" ucap Adit
"ya sudah ayo kita ke ruangan Nayla" ucap mama Mira
__ADS_1
mereka pun pergi menuju ruangan Nayla