
di ruang kerja Adit .
Adit begitu sangat marah dg apa yg dilakukan Tania karena ini sudah benar2 keterlaluan .
"nona Nayla sangat hebat tuan , wanita pemberani" ucap Anton memuji
"kamu benar Ton . saya juga tidak menyangka kalau Nayla sehebat itu . dan untuk wanita itu berani2 nya bermain api dengan ku" ucap Adit kesal
"lalu apa yg akan kita lakukan tuan" tanya Anton
"kita jatuhkan karirnya sebagai model" ucap Adit
"baik tuan itu hal yg mudah bagi saya kerena management nya dibawah kuasa kita" ucap Anton
"bagus kalau begitu , buat Tania jera dan jangan sampai tau kalo kita yg mempermainkan , biar dia sadar akan kesalahannya" ucap Adit
"baiklah tuan . tapi kita juga haris berjaga tuan karena sampai orangtua Tania tau kita menjatuhkannya maka mereka akan berbuat lebih yg akan jauh membahayakan nyawa nona Nayla" ucap Anton
"tenang saja Ton , jika mereka berani macam2 maka mereka ga akan aku biarkan hidup dg tenang" ucap Adit
"baiklah . saya permisi pulang tuan , lebih baik anda menemani nona Tania" ucap Anto
"oke . terima kasih karena selalu ada untuk saya" ucap Adit
"saya yg sangat berterima kasih tuan karena kalau bukan karena tuan saya buka apa2" ucap Anton
"ya sudah pulanglah" ucap Adit
"baik tuan" ucap Anton lalu pergi dari ruang kerja Adit untuk pulang dan Adit ke kamarnya untuk melihat kondisi Nayla
sampainya dikamar Adit melihat Nayla tertidur disofa dg masih menggunakan pakaian yg bernoda darah tadi .
"kamu wanita yg tangguh sayang , namun aku tidak akan membiarkan sesuatu yg buruk terjadi padamu" batin Adit yg sedari tadi menatap Nayla
__ADS_1
Adit pun membelai rambut Nayla dan mencium kening Nayla , Nayla tertidur sangat pulas sehingga tak merasakan sentuhan Adit dan Adit pun tak tega membangunkannya , dia lalu membopong Nayla ke tempat tidur dan menyelimuti nya , Adit juga berbaring disamping Nayla sambil setengah memeluk sehingga membuatnya juga tertidur .
tak terasa jam menunjukkan pukul 17.00 , Nayla bangun dan melihat Adit ada disampingnya . "sungguh bahagianya aku bisa memiliki kamu mas , walau awal nya kita tak indah tapi aku yakin kedepannya akan sangat indah jalani hari denganmu mas" batin Nayla sambil menggenggam tangan Adit dan tak terasa dirinya menitikkan air mata . merasa tangannya digenggam Adit pun bangun .
"kamu sudah bangun sayang . kok kamu nangis? tanganmu terasa sakit" ucap Adit lalu mengusap air mata Nayla
"tidak mas . tanganku baik2 saja walau terasa nyeri sedikit" ucap Nayla
"trus kenapa kamu nangis?" tanya Adit
"aku hanya terharu mas . aku tidak menyangka kalau kamu bisa sehangat ini" jawab Nayla
"sudah jangan menangis , maafkan sikap ku yg dulu ya" ucap Nayla
"iya mas ga apa2 . ya udah aku mau mandi mas" ucap Nayla lalu bangun dari tempat tidur
"mau mandi bareng?" tanya Adit
"gak ah . pasti kamu ada niat terselubung" jawab Nayla dan langsung masuk ke kamar mandi . saat selesai mandi dia baru sadar bahwa dia tak bawa handuk dan baju ganti .
"apa" ucap Adit
"handuk dan baju ganti , aku lupa membawanya" ucap Nayla
"kamu keluar saja , toh aku kan suami kamu" ucap Adit
"tolonglah mas" ucap Nayla
"gak mau" ucap Adit yg sengaja menggoda Nayla dan Nayla pun pasrah , dia berlari kecil menuju lemari nya untuk mengambil baju . Adit pun tak menyia-nyia kan momen itu . Adit langsung memeluk Nayla dari belakang .
"ayo lah sayang . aku mau itu" ucap Adit
"kamu tidak lihat tanganku ini" ucap Nayla
__ADS_1
"kamu diam aja , biar aku yg melakukannya" ucap Adit
"bener ya . ya sudah kalo gitu" ucap Nayla dan Adit pun langsung membopong Nayla ke tempat tidur dan memulai aksinya setelah itu mereka mandi dan turun ke bawah untuk makan malam .
selesai makan malam Adit mengajak Nayla ke kamar karena ada hal yg ingin dia bicarakan .
Adit sedang duduk di sofa sambil menonton tv .
"sini saya duduk disampingku" ucap Adit
"iya mas" ucap Nayla lalu menghampiri Adit
"sayang mulai sekarang kamu harus lebih hati2 lagi ya" ucap Adit
"loh emangnya kenapa mas?" tanya Nayla
Adit pun menarik Nayla ke pelukannya
"kejadian yg menimpamu tadi siang itu adalah rencana Tania" jawab Adit
"Tania yg mengaku tunangan kamu itu mas" tanya Nayla lagi
"iya dia wanita yg mengejar2 ku , kamu perlu tau dia adalah wanita yg ambisius . apa yg dia mau harus dia dapatkan termasuk aku" jawab Adit
"dasar wanita sinting . baiklah aku akan lebih berhati2 mas" ucap Nayla
"iya sayang aku takut dia akan berbuat lebih padamu" ucap Adit khawatir
"iya mas aku janji aku akan lebih baik menjaga diriku" ucap Nayla
"ya sudah kalo gitu ayo kita istirahat" ucap Adit
"iya mas" ucap Nayla
__ADS_1
mereka pun memutuskan untuk beristirahat