Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 46


__ADS_3

pagi ini Adit dan Anton tidak langsung pergi ke kantor , mereka langsung pergi ke cafe untuk bertemu dg Arjuna . sampainya di cafe Arjuna yg sudah ada disana dan tanpa basa basi langsung mengutarakan tujuannya .


"maaf tuan Adit jika pertemuan kita ini menyita waktu anda , tujuan saya mengajak anda bertemu saya ingin membicarakan masalah anak2 saya , saya mohon agar membebaskan mereka karena ini salah saya yg telah salah mendidik mereka . saya sadar setelah ibu mereka tiada mereka semakin manja dan angkuh , saya mohon maaf yg sebesar besar nya atas apa yg dilakukan oleh kedua putri saya" ucap Arjuna yg terlihat sendu


"apa benar perkataan anda tuan?? segampang itukah anda menjatuhkan harga diri anda yg selama ini sangat anda junjung hanya untuk meminta maaf pada ku" ucap Adit sinis


"saya benar2 sangat meminta maaf untuk perbuatan kedua putri saya dan tolong jangan hancurkan perusahaan saya , ini adalah permohonan dr hati yg paling dalam" ucap Arjuna memohon


"apa jaminan nya jika aku melekukan apa yg anda minta" ucap Adit


"saya jamin anak2 saya tidak akan mengganggu anda lagi dan kami akan pindah ke luar negri untuk selama nya" ucap Arjuna meyakinkan


"baiklah saya akan mempertimbangkan semua nya dan membicarakan hal ini pada istri saya , tunggu lah kabar dr saya" ucap Adit


"baiklah tuan Adit , saya harap anda bisa mengabulkan permintaan saya" ucap Arjuna


"saya permisi kalau begitu" ucap Adit


"baik tuan , terima kasih" ucap Arjuna


Adit pun pergi dr cafe itu menuju kantor , saat di perjalanan Adit pun berdiskusi dg Anton .


"bagaimana pendapat mu Ton tentang pengutaraan tuan Arjuna tadi?" tanya Anton

__ADS_1


"lebih baik anda bicarakan dg nona Nayla dulu tuan , saya pribadi sebetulnya khawatir dg sikap nona Tania yg begitu angkuh itu tuan tapi baik buruk nya nona Nayla lah yg akan memutuskan" jawab Anton


"kamu benar Ton , setelah meeting di kantor nanti saya akan pulang dan bekerja dr rumah sekalian saya ingin membicarakan hal ini pada Nayla" ucap Adit


"baiklah tuan" ucap Anton lalu mereka saling berdiam diri sampai nya di kantor


 


hari sudah menjelang siang dan Nayla pun hanya melakukan hal2 yg membosankan menurutnya seperti menonton TV , membaca novel dan hal2 yg ringan karena Adit pun sudah mewanti-wanti nya agar tidak melakukan apapun yg berat dan membuat dirinya lelah . semua kebutuhan sudah dipenuhi dan penjagaan yg sangat ketat pun menjadi penghalang untuk Nayla melakukan hal2 yg dia inginkan tapi menurut Adit cukup berbahaya dan membuat Nayla lelah dan kesulitan .


"Assalamualaikum" ucap Adit yg telah sampai di rumah


"Wa'alaikumsalam" ucap bi Santi


"nona ada di kamar den" jawab Adit


"oh ya sudah . terima kasih bi dan tolong siapkan makan siang" ucap Adit


"baik den" ucap bi Santi


Adit pun pergi ke kamarnya yg tak jauh dr ruang keluarga , sebetulnya Nayla seharusnya bisa mendengar salam nya tadi tapi entah mengapa Nayla tak kunjung menampakkan diri . saat berada di kamar Adit melihat Nayla tengah tertidur pulas , Adit lalu Adit menggampiri Nayla tidur disamping Nayla dan membelai rambut Nayla . Nayla yg merasa ada yg membelai rambut nya pun terbangun .


"eh kamu udah pulang mas , baru atau dari tadi?" ucap Nayla saat membuka mata

__ADS_1


"aku baru sampai sayang , maaf aku membangunkan mu" ucap Adit yg saat ini menggenggam tangan Nayla lalu mendaratkan ciuman di kening Nayla


"gak kok mas , aku juga udah tidur dr tadi" ucap Nayla yg terus memandangi wajah suami nya


"kenapa kamu menatap ku seperti itu sayang??" tanya Adit


"gak apa2 mas , aku hanya tidak mau menyia nyiakan kesempatan seperti ini . memandangi wajah mu dan dekat dg mu , jika aku tiada nanti aku tidak akan menyesal kalau aku telah mengisi waktu hidup ku dg selalu bersama mu" ucap Nayla yg lalu menitikkan air mata


"kamu bilang apa sih!! jangan ngomong yg aneh2 , selamanya kamu akan terus bersama dg ku dan anak2 kita nanti" ucap Adit yg mengusap air mata Nayla


"aku hanya takut jika suatu hari nanti aku tak akan bisa dg mu mas" ucap Nayla


"sudah jgn bicara seperti itu lg sekarang ayo kita makan siang dulu" ucap Adit


"iya mas ayo" ucap Nayla


mereka pun keluar kamar untuk makan siang


"setelah makan ada yg ingin aku bicarakan sayang" ucap Adit di sela sela makannya


"bicara apa mas??" tanya Nayla


"makan lah dulu nanti aku jelaskan" jawab Adit

__ADS_1


"baiklah" ucap Nayla dan mereka pun melanjutkan makan nya


__ADS_2