Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 9


__ADS_3

setelah selesai sarapan Adit ke kamar nya untuk bersiap untuk ke kantor dan Nayla berniat untuk membantunya .


tok... tok... tok...


"mas , boleh Nay bantu bersiap" ucap Nayla dari luar kamar Adit


"masuklah" jawab Adit di dalam


ceklek


Nayla membuka pintu dan melihat Adit tengah menggunakan dasi


"sini mas Nay bantu" ucap Nayla menghampiri Adit dan membenarkan dasinya


"mas maaf Nay boleh ijin ke rumah mama tidak" tanya Nayla


"ya sudah , pulang kerja ku jemput" jawab Adit


"ga usah mas , Nay bisa pulang sendiri kok" ucap Nayla


"jangan membantah" ucap Adit ketus


"ya sudah iya iya Nay nurut" jawab Nayla


setelah bersiap Adit langsung pergi ke kantornya tak lupa Nay mencium punggung tangan Adit sebelum dia berangkat . setelah mobil Adit sudah tak terlihat , Nayla bersiap ke rumah mama nya karena dia juga sudah sangat merindukan mama nya


 


sesampainya dikantor Adit langsung ke ruangan nya dan tak lama dia masuk Anton sekretaris sekaligus asistennya juga ikut masuk ke ruangan Adit


"maaf tuan sepertinya kita dalam masalah" ucap Anton


"masalah apa Ton" jawab Adit datar


"begini tuan , perusahaaan Arjuna grup kalah tennder dengan kita , mereka mengalami kerugian yg cukup besar dan dia tidak bisa menerima nya ditambah lagi waktu itu tuan menolak nona Tania untuk dijodohkan dg anda karena anda menerima perjodohan yg kakek anda rencanakan" jelas Anton


"lalu apa yg akan mereka lakukan Ton" tanya Adit


"dr info yg saya dapatkan mereka akan memberi balasan namum saya belum mengetahui apa yg akan mereka lakukan untuk membalas kita" jawab Anton


"kalau begitu terus awasi mereka , kau sudah tempatkan mata2 kita??" tanya Adit lagi

__ADS_1


"baik tuan , saya sudah tempatkan beberapa mata2 diperusahaan Arjuna grup . dan kalau saya boleh berpendapat tuan sebaiknya nona Nayla harus lebih hati2 karena nona Tania wanita yg penuh ambisi , jika dia tidak bisa mendapatkan apa yg dia dapat maka orang lain juga tidak bisa mendapatkan nya terlebih dia mendapat dukungan dr papa nya" jelas Anton


"apa dia sudah tau bahwa yg dijodohkan dg saya dan menjadi istri saya itu Nayla?" tanya Adit


"saya rasa sudah tuan karena mereka juga selalu mengawasi pergerakan kita" jawab Adit


"hemmm , apa aku bisa menjaga Nayla Ton , kau tau selama ini aku tidak terlalu memusingkan urusan wanita terlebih wanita yg belum aku cintai" tanya Adit yg masih bimbang dg perasaannya


"saya rasa tuan bisa karena Nayla adalah istri tuan dan sudah menjadi tugas tuan untuk menjaga nya dan saya usulkan agar tuan lebih hangat pada nona Nayla karena yg saya tau tuan sangat dingin dengan wanita" jawab Anton


"kamu ada benarnya juga Ton karena dengan sikap saya secara tidak langsung saya sering menyakiti nya , mungkin . tapi ngomong2 kamu bisa bijak juga dalam percintaan , apa kamu sudah memiliki pacar Ton" jawab Adit dan berbalik bertanya


"hehehe . kalau untuk itu saya masih dalam pendekatan , nanti kalau sudah resmi saya akan perkenalkan pada tuan" jawab Anton tersipu malu


"baiklah tuan lebih baik kita berkerja lagi karena masih ada kerjaan yg harus saya selesaikan" ucap Anton


"baiklah kalau gitu . terima kasih atas masukan mu Ton" ucap Adit


"sama2 tuan , saya permisi" ucap Anton sambil meninggalkan ruangan Adit . mereka pun kembali bekerja


 


Nayla saat ini sedang berada dijalan , dia menggunakan ojek pangkalan yg mangkal tidak jauh dari rumahnya karena rumahnya dan rumah mama Mira cukup jauh dan memakan waktu tempuh 1 jam dan lebih cepat jika menggunakan ojek . dia juga berfikir untuk membawakan mama nya bingkisan dan dia mampir disatu toko kue , mama dan papa nya sangat menyukai kue lapis legit , Nayla pun membeli nya untuk mereka .


"wah wah wah , ternyata ada nona Aditya Putra Pandawa juga disini , aku tidak menyangka akan bertemu dengan petukor (perebut tunangan orang) disini" ucap seseorang itu yg tak lain adalah Tania


"maksud mbak apa yaa , dan mbak siapa? saya tidak mengenal mbak" tanya Nayla


"perkenalkan saya Tania , TUNANGANNYA Adit yg dia tinggal kan demi menuruti perjodohan yg direncanakan kakeknya" jawab Tania dan membuat hati Nayla seketika seperti disambar petir


"maaf mbak , saya tidak ada urusan . itu urusan mbak dan mas Adit dan lebih baik kalian selesaikan sendiri . permisi" ucap Nayla seraya meninggalkan toko kue itu setelah membayarnya


Tania tersenyum licik karena apa yg dia rencanakan berjalan lancar .


Nayla sedang dipinggir jalan menunggu taksi lewat dan tak lama taksi berwarna biru terlihat dari kejauhan


"taksi" ucap Nayla melambaikan tangan taksi itu berhenti dan Nayla masuk lalu pergi


"ke jln kenanga blok 4a no 7 komplek tirta mas ya pak" ucap Nayla yg sedari td menahan rasa sedih dihatinya


-bff dinda-

__ADS_1


"Din sibuk gak , kerumah ku ya aku sedang dijalan" Nayla mengirim pesan ke Dinda


tak lama kemudian .


ting...


pesan masuk


-bff nayla-


"oke Nay , aku kesana . aku juga kangen bgt sama kamu" balas Dinda


tak lama Nayla sampai rumah mama Mira dan berbarengan Dinda juga baru sampai .


"Naylaaa , kangen bgt sama kamu . sombong yaa kamu sekarang ga telfon2 aku lagi" ucap Dinda memeluk Nayla


"ya sudah kita masuk dulu yuk , nanti kita ngobrol didalam" ajak Nayla


mereka pun masuk


"Assalamualaikum mama" ucap Nayla masuk kerumah mama Mira


"Wa'alaikumasalam , eh Nayla . sini sayang" jawab Mama Mira yg sedang santai menonton tv di sofa


Nayla menyalami mama Mira begitu juga dg Dinda dan Nayla juga memeluk mama Mira .


"kamu kesini kok ga bilang mama dulu sayang , kan mama bisa masak makanan kesukaan kamu" ucap mama Mira membelai rambut Nayla


"ga apa2 mah , Nay cuma tiba2 kangen sama mama jd Nay langsung kesini" ucap Nayla manja


"tapi kamu udah ijin suami kamu sayang?" tanya mama Mira


"udah ma , nanti pulang kerja mas Adit jemput Nay" jawab Nayla "oh ya ma Nay ke kamar dulu ya , Nay mau kangen2an juga sama Dinda dan jangan lupa kue nya dimakan" ucapnya lagi


"ya udah sana , iya Nay makasih . tau aja kesukaan mama" ucap mama Mira


Nayla dan Dinda ke kamar Nayla , sampainya di kamar Nayla duduk di tempat tidurnya dan sudah tak tahan menahan air mata nya , dia pun menangis .


"loh Nay kamu kenapa? kok nangis" tanya Dinda heran


"tolong kunci pintu nya dulu Din nanti aku cerita . hiks... hiks... hiks..." jawab Nayla dan Dinda pun mengunci pintu kamar Nayla

__ADS_1


"sekarang kamu cerita sama aku" ucap Dinda menghampiri Nayla dan duduk disampingnya


__ADS_2