Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 16


__ADS_3

mereka pun pergi ke tempat yg lumayan jauh dari rumah nya dan sampailah di desa dipinggir kota mereka menuju taman yg ada disana . Adit memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun , tak lama mereka disambut oleh beberapa anak yg memanggil Nayla lalu memeluknya .


"kak Nanay" teriak salah satu dr anak itu yg nama nya adalah Rama .


"hai semua nya , gimana kabar kalian" tanya Nayla pada anak2 itu


"baik kak" ucap mereka serempak


"kakak kemana aja , kok baru kesini lagi?" tanya salah satu dari anak itu


"kakak akhir2 ini lagi sibuk sayang . oh ya kenalin ini suami kakak" ucap Nayla


"suami kakak tampan ya kayak pengeran" ucap anak itu


"mas ayo kenalin diri kamu sama mereka" ucap Nayla


"hai anak2 . aku Adit suami Nayla" ucap Adit memperkenalkan diri


"hai kak Adit" ucap mereka


"yah aku patah hati deh gak jadi suami kak nanay" celetuk Rama


semua pun tertawa menertawakan anak itu .


"masih kecil kok udah mikirin nikah , kamu nih ada2 aja deh . oh iya kakak bawa makanan nih untuk kalian , nih dimakan yaa jangan berebut" ucap Nayla dan memberi semua makanan yg dia beli tadi untuk anak2 itu


"Nay mereka semua ini siapa?" tanya Adit


"kita duduk disana yuk , nanti aku jelasin" jawab Nayla dan menunjukkan bangku yg berada di bawah pohon rindang . mereka pun duduk disana .


"mereka itu anak2 jalanan mas yg rata2 sudah tidak mempunyai orangtua , aku sama Dinda waktu itu menemukan salah satu diantara anak itu terbaring lemas di bangku taman dekat rumahku" jelas Nayla


#flashback


"Din lihat deh itu ada anak kecil lagi tiduran sendiri ditaman , kita samperin yuk" ajak Nayla


"iya ayo Nay , kasian" ucap Dinda dan meraka pun menghampiri anak kecil itu


"hai dek , sedang apa kamu disini" tanya Nayla


anak itu bun bangun dan duduk .

__ADS_1


"aku nyasar kak . apa kakak orang jahat?" jawab anak itu dan balik bertanya


"kami bukan orang jahat sayang . rumah kamu dimana . kok bisa nyasar?" tanya Dinda


"kamu ini Din , tanya satu2 nanti dia bingung mau jawab apa" ucap Nayla


"rumahku di kolong jembatan pinggir kota kak" jawab anak itu


"oh ya , aku Nayla dan ini sahabatku Dinda . nama kamu siapa?" tanya Nayla


"aku rama" jawab anak itu singkat


"oh Rama . kamu kenapa bisa nyasar" tanya Dinda


"tadi aku di kejar2 om2 jahat kam , aku yerus berlari tanpa arah biar aku ga ketangkap sama om2 itu dan sampe deh aku disini , karena aku ngerasa capek aku tiduran disini kak" jawab Rama menjelaskan


"kamu pasti belum makan , kita makan yuk . itu ada tukang ketoprak , kakak yg traktir" ajak Nayla


"tapi bener kan kakak bukan orang jahat?" tanya Rama


"iya sayang , abis makan kakak anter ke tempat tinggal kamu" jawab Nayla


mereka pun makan bersama dan sesuai janji Nayla setelah makan mereka mengantar ketempat tinggal Rama .


"begitulah pertemuanku dengan Rama mas , karena aku dan Dinda tidak tega melihat rama dan teman2nya tinggal dikolong jembatan akhirnya kita memutuskan untuk membuatkan rumah yg sederhana untuk mereka disini , kita menggunakan tabungan pribadi kita . kita juga meminta ijin warga dan yg berwenang disini untuk membangun rumah singgah untuk anak2 itu . tak lupa kita juga minta ijin dan pendapat pada orangtua kita mas dan mereka mendukung kita dan membantu kita" jelas Nayla


"sungguh wanita luar biasa . aku beruntung jd suami kamu" ucap Adit yg sangat kagum dg Nayla


"biasa aja mas . aku yg beruntung punya suami seperti kamu" ucap Nayla


"di umur kamu yg masih muda kamu udah bisa membuat gerakan yg sangat membanggakan Nay , walaupun jd anak tunggal tapi kamu tidak manja" ucap Adit dan mengelus rambut Nayla


"aku hanya merasa gimana kalo aku ada diposisi mereka dan tidak ada yg membantu ku bukan kah itu menyedihkan . padahal banyak sekali uluran tangan yg bisa membantu tanpa membuat rugi" ucap Nayla


"iya sayang . kamu benar , kamu wanita yg baik sayang" ucap Adit


"sudahlah mas jangan kebanyakan memuji nanti aku jd sombong lg , abis ini ada 1 tempat lagi yg mau aku tunjukan ke kamu" ucap Nayla


"tempat apa?" tanya Adit


"sudah ikut saja nanti" jawab Nayla

__ADS_1


"kamu ini yaa , kecil2 tapi menyimpan begitu besar rahasia dan kejutan" ucap Adit sambil mengacak acak rambut Nayla


"kecil2 tapi kamu suka kan" ucap Nayla mencubit pipi Adit


"kamu menghoda aku" ucap Adit


"tidak . kamu aja yg merasa tergoda" ucap Nayla dan mencium pipi Adit lalu dia berlari meninggalkan Adit


"sudah mulai berni ya kamu , tunggu!! .mau kemana kamu" teriak Adit


"mau main sama anak2" teriak Nayla


Adit pun menyusul Nayla dan mereka pun bermain ria dg anak2 . karena asik bermain tak terasa hari sudah siang . mereka oun mengakhiri bermain mereka .


"pulang yuk Nay , udah siang nih" ajak Adit


"mas lupa kita kan mau pergi ke 1 tempat lagi" ucap Nayla


"ya sudah tapi kita makan siang dulu ya , aku lapar" ucap Adit


"oke . aku pamitan dulu ya sama mereka" ucap Nayla


"aku juga" ucap Adit


"anak2 kakak pulang dulu ya . oh iya ini ada uang untuk kalian makan" ucap Nayla dan mengambil beberapa lembar uang dr dompetnya tapi ditahan oleh Adit


"bair aku saja" ucap Adit


"ini uang untuk kalian , di pakai sebaik baik nya ya . mungkin kami akan lama untuk kesini lagi jadi kalian harus mengatur uang itu ya" ucap Adit yg memberi lumayan banyak uang untuk mereka


"terima kasih kak" ucap mereka serempak


"apa tidak kebanyakan mas" tanya Nayla


"tidak sayang karena kita akan lan tak berkunjung kesini , ada yg harus aku lakukan" jawab Adit


"ya sudah kalo gitu kita jalan sekarang" ucap Nayla


"oke" ucap Adit dan mereka pun meninggalkan tempat itu dan menuju ketempat yg satu lagi .


mereka pun makan siang terlebih dahulu sebelum ketempat itu .

__ADS_1


"kita makan disini mas" ucap Nayla yg membuat Adit menghentikan mobilnya di depan warung makan sederhana.


__ADS_2