
sesampainya dirumah Nayla melihat ada sebuah mobil terparkir dihalaman rumah nya . dalam hati dia bertanya2 mobil siapa kah itu .
"Din itu mobil siapa ya?" tanya Nayla pada Dinda
"mana aku tau Nay kan kamu yg punya rumah, atau jangan2 cowok yg mau dijodohin sama kamu itu udah dateng Nay" jawab Dinda
" masa secepat ini sih Din kan makan malam nya juga masih nanti jam 7 Din" saut Nayla
"ya udah yuk masuk , aku jd penasaran" sambung Nayla mengajak Dinda masuk ke dalam rumahnya
"Assalamualaikum" ucap Nayla sambil membuka pintu
"Wa'alaikumsalam" ucap mama Mira yg sedang duduk di sofa bersama papa Hendra
Nayla dan Dinda menghampiri mama Miran dan papa Hendra untuk menyalaminya
"pa ma mobil siapa di depan" tanya Nayla
"itu mobil nya nak Adit sayang" jawab papa Hendra
deg..
"secepat itu dia datang???" batin Nayla
"kamu mandi sana , siap2 dandan yg cantik ya sayang" ucap mama Mira
"oh ya pa ma , Dindaa boleh ikut makan malam sama kita ya" tanya Nayla
"tentu boleh dong sayang" jawab mama Mira "cepat sana kalian siap" ucapnya lagi
"oke kalo gitu kita ke kamar dulu . ayo Din" ucap Dinda seraya pergi ke kamarnya bersama Dinda
saat dikamar Nayla tidak langsung mandi , dia berbaring sejenak melepas lelah walaupun tidak tidur.
"Nay mandi sana! malah tiduran . kamu ga mau buru2 ketemu mas Adit mu itu" tanya Dinda menggoda
"apasih Din . kamu duluan aja yg mandi sana , abis itu baru aku yg mandi" jawab Nayla malas
Dinda masuk ke kamar mandi dan Nayla masih tetap berbaring santai setelah beberapa menit Dinda keluar kamar mandi demgan handuk dililitkan di dada .
"Nay pinjem baju dong . aku kan ga bawa baju ganti" pinta Dinda
"ambil aja dilemari Din . ya udah aku mau mandi dulu . nanti handuk nya sangkutin di gagang pintu" jawab Nayla sambil berjalan ke mamar mandi
"oke siippp" saut Dinda
__ADS_1
Dinda tengah bersiap di depan meja rias dan tak lama Nayla keluar dari kamar mandi dan pergi ke lemari nya untuk memilih baju . setelah beberapa saat memilih-milih baju untuk dia pakai akhirnya dia memutuskan untuk memakai dress warna pink dg panjang selutut . Nayla memakainya
"wah kamu cantik Nay tinggal di poles make up sedikit jadi deh sempurna. sini aku bantu" ucap Dinda kagum melihat sahabatnya yg terlihat beda
"ga usah lebay deh Din . ini kan makan malam biasa jd dandan nya biasa aja . ini juga karena mama yg nyuruh aku berdandan makanya aku pakai baju ini" jawab Nayla yg kurang semangat
"ya udah pokok nya aku make up in kamu sini , ga berlebihan kok . natural aja" ajak Dinda memaksa
"bener ya . awas kalo sampe aku terlihat norak . kamu ga aku bolehin lg kamu kesini" ucap Nayla ketus
"iya iya aku janji . pokok nya malam ini kmu cantik natural" jawab Dinda sambil mulai memoles wajah Nayla dan tak butuh waktu lama Nayla pun siap dengan dandanan yg natural dengan rambut terurai panjang.
tok... tok... tok...
seseorang diluar mengetok pintu
"siapa?" tanya Nayla
"maaf Non , Nyonya dan Tuan sudah menunggu untuk makan malam" ucap bi Ina dari luar
"iya bi sebentar lg Nay keluar" jawab Nayla "ayo Din kita makan malam" ajak Nayla pada Dinda dan Dinda hanya mengangguk
mereka keluar bersamaan turun ke bawah ke meja makan yy letak nya tak jauh dari ruang tamu.
"malam pa ma" ucap Nayla menghampirinya dan Nayla juga terkejut melihat seorang laki-laki yg sedang duduk di meja makan diantara papa mama nya . Nayla seperti pernah melihat laki-laki itu tapi dimana .
"Adit..." ucap Adit menyalami Nayla
"Nayla..." jawab Nayla dan membalas salaman Adit
"duduk Nay , Din . kita makan dulu setelah itu kita berbincang bincang di ruang tamu" ajak mama Mira
"iya ma" jawab Nayla dan mereka duduk dan memulai untuk makan malam
selang beberapa lama mereka selesai makan malam dan Dinda berpamitan untuk pulang
"Om Tante Nay aku langsung pulang ya udah malem dan ini kan acara keluarga Dinda ga enak sudah mengganggu" ucap Dinda
"ah kamu itu Din kaya sama siapa aja , ga usah sungkan" jawab mama Mira
"iya tan ga enak aja sama bunda udah nungguin Dinda pasti" ucap Dinda
"ya sudah kalo kamu mau pulang biar diantar mang diman" ucap mama Mira
"ga usah tan , Dinda bawa motor kok . terima kasih" ucap Dinda "kalo gitu Dinda permisi ya" ucapnya lagi
__ADS_1
"ya sudah , kamu hati2 ya Din" ucap mama Mira
"iya tan . Assalamualaikum" ucap Dinda berpamitan
"Wa'alaikumsalam" ucap mama Mira , papa Hendra , Nayla berbarengan
setelah Dinda pulang , mereka berkumpul di sofa ruang tamu untuk berbincang bincang mengenai perjodohan Nayla dan Adit.
"nak Adit , Om tidak akan basa basi lg , kira2 kalian kapan akan melangsungkan pernikahan kalian karena melihat kondisi kakekmu itu yg makin kurang baik" tanya Hendra pada Adit
"loh pa . kok main langsung nikah aja . kan Nay belum bilang setuju" saut Nayla kecewa pada papa nya "Nay juga perlu mengenal siapa calon suami Nay terlebih dahulu pa" ucapnya lagi.
"bukan nya lebih cepat lebih baik Nay . keadaan kakek Romi sudah mulai menurun Nay . dia ingin melihat cucu satu-satu nya menikah sebelum dia tiada" ucap mama Mira menenangkan Nayla
"tapi pa ma... " ucapannya terhenti dan dia pergi ke atas
"maafkan anak tante nak Adit . biar tante menyusul dia dulu" ucap Mira
"hemmm . kalo boleh saya saja yg menyusul Nayla tan . saya rasa saya perlu bicara juga dg dia" ucap Adit meminta ijin
"baiklah kalo begitu susul dia , dia pasti ke kamarnya . kamar dia ada tulisan Nayla dipintu nya" jawab Mira
Adit beranjak pergi untuk ke kamar Nayla . sesampainya di depan kamar Nayla dia mengetok pintu
tok... tok... tok...
"siapa?" ucap Nayla dari dalam
"saya Adit , boleh kita bicara" jawab Adit
ceklek
Nayla membuka pintu
"masuklah" Nayla mengajak Adit masuk ke kamarnya
"mau bicara apa kamu" tanya Nayla
"aku tau kamu tidak suka dg perjodohan ini . tapi ini juga ku lakukan untuk kakek ku . bukan karena aku mau menikah dg wanita seperti mu . jd aku harap kamu juga bisa menerima ny" ucap Adit dg datar
"kamu seenak itu berbicara . apa kamu tidak memikirkan perasaan ku gimana , setelah lulus sekolah langsung menikah?" jawab Nayla dg ketus
"setelah menikah kamu bisa kuliah dan melakukan apa yg kamu mau . kita menikah bukan karena perasaan jd tidak akan terjadi hal2 yg melebihi" ucap Adit "minggu depan kita akan menikah , aku sudah menjadwalkan dg jadwal pekerjaanku . jd siap2 lah" ucapnya lg dg sedikit memaksa sambil berjalan keluar kamar Nayla
"dasar laki-laki dingin . seenaknya saja menentukan" gerutu dalam hati Nayla
__ADS_1
Adit turun ke bawah dan berkata pada Hendra dan Mira bahwa Nayla setuju menikah dan pernikahan akan dilangsungkan minggu depan .
sedangkan Nayla dikamarnya hanya bisa pasrah dan pasrah tak tau harus bagaimana.