Si Dingin Itu Suamiku

Si Dingin Itu Suamiku
bab 24


__ADS_3

Adit menambah kecepatan mobil nya dan melaju lebih cepat dari mobil yg mengikuti nya tadi .


"sepertinya sudah aman" ucap Adit lalu mengurangi kecepatan mobil nya


"kamu ga apa2 sayang?" tanya Adit


"ga apa2 mas . cuma sedikit deg deg an" jawab Nayla yg memang muka nya terlihat pucat


"ya sudah , sebentar lagi kita sampai rumah . kamu nanti langsung istirahat saja . biar nanti makan malam bi Santi yg menyiapkan dan kita makan di kamar aja" ucap Adit


"hmm iya mas" ucap Nayla lesu


tak lama pun mereka sampai rumah , Adit dan Nayla langsung menuju kamarnya untuk bersih2 dan beristirahat . setelah mereka selesai mandi Adit turun ke bawah untuk memberi tahu bi Santi bahwa mereka makan malam di kamar lalu Adit ke kamar nya lagi .


Tak lama bi Santi pun mengantarkan makanan .


tok... tok... tok...


"permisi Den ini makanannya sudah siap" ucap bi Santi dari luar


"iya bi masuk" ucap Adit


ceklek


"bibi taruh sini ya Den makanan nya" ucap bi Santi yg menaruh makanan itu di meja dekat sofa


"non Nayla sakit ya , wajahnya terlihat pucat" tanya bi Santi


"tidak bi , aku hanya kelelahan saja" jawab Nayla


"baiklah kalo gitu bibi permisi" bi Santi pun keluar dari kamar


lalu mereka memakan makanannya tadi , setelah makan Adit menaruh piring kotor ke dapur dan mengambil segelas susu untuk Nayla . sampai nya di kamar Adit memberikan susu itu pada Nayla


" ini kamu minum susu" ucap Adit


"nanti saja mas kan baru abis makan , masih kenyang . aku juga gak begitu selera melihat susu itu" ucap Nayla


"loh kenapa . ini susu yg biasa kamu minum sayang?" tanya Adit


"entahlah mas , aku kurang selera saja . mungkin kerena abis makan" jawab Nayla


setelah itu mereka pun bersantai di sofa sam bil menonton tv .


"mas aku tidur duluan ya . aku mengantuk" ucap Nayla


"minum susu nya dulu sayang" ucap Adit


"baiklah" ucap Nayla dan meminum susu nya tapi hanya sedikit


"kok ga dihabiskan?" tanya Adit


"aku gak berselera mas" jawab Nayla


"ya sudah ayo tidur , aku juga ingin tidur memelukmu" ucap Nayla


"tapi tidak macam2 ya" ucap Nayla


"macam2 gimana sih kan aku cuma peluk" ucap Adit


"baiklah . ayo tidur" ucap Nayla


mereka pun lalu tidur dan sesuai janji Adit , dia tidak macam2 dan hanya tidur memeluk Nayla padahal Adit menginginkan lebih tapi karena melihat Nayla sedang tidak baik jd dia mengurungkan niat nya .


 

__ADS_1


keesokan hari nya Adit bangun terlebih dahulu .


"tumben Nayla belum bangun" batin Adit


"sayang bangun . ini sudah siang , apa kamu tidak kuliah" ucap Adit membangunkan Nayla


"sebentar lagi mas , aku masih ngantuk" ucap Nayla yg masih memejam kan matanya


"ya sudah kalo gitu aku mandi dulu" ucap Adit namun Nayla tak menjawab dan Adit pun segera mandi . setelah mandi Adit melihat Nayla masih tertidur dan Adit pun membangunkannya lagi


"sayang ada apa dg kamu , gak biasa2 nya kamu bangun siang" ucap Adit sambil membelai rambut Nayla namun Nayla tidak menjawab tapi malah menarik selimut


"sayang ayolah , ini sudah siang . kalo tidak buru2 bangun aku akan memaksa mu olahraga pagi" ucap Adit dan sontak Nayla langsung bangun karena dia sedang tidak miod berolahraga pagi


"iya iya aku bangun" ucap Nayla malas


"ya sudah sana mandi . aku tunggu" ucap Adit


"iya" ucap Nayla yg bergontai jalan ke kamar mandi


"ada apa dg dia , tidak biasanya dia malas begini" batin Adit


setelah Nayla selesai mandi dia bersiap untuk ke kampus dan Adit ke kantor , setelah selesai bersiap mereka lalu sarapan .


"kamu makannya kok sedikit sayang?" tanya Adit


"kurang nafsu mas" jawan Nayla


"padahal ini nasi goreng kesukaan mu dan kamu bisa nambah loh" tanya Adit lg


"entahlah mas , aku tidak nafsu sarapan . ini saja aku paksakan" jawab Nayla lesu


"ya sudah nanti pulang kuliah kita ke dokter, sepertinya ada yg tidak beres dg mu" ucap Adit dan Nayla hanya mengangguk , mereka menyelesaikan sarapannya dan setelah itu berangkat .


"ingat ya nanti pulang kuliah aku jemput , kita ke dokter" ucap Adit


"iya mas . ya sudah aku keluar dulu ya" ucap Nayla lalu mencium punggung tangan Adit


"iya kamu hati2 . Assalamualaikum" ucap Adit


"Wa'alaikumsalam" ucap Nayla dan Adit pun pergi .


saat ospek berlangsung Nadia sengaja mengerjai Nayla karena dendam kemarin , tapi kali ini serempak dilakukan oleh anak baru yg lain juga agar tidak ketahuan . mereka disuruh lari keliling lapangan 10 kali , namun tiba2 ...


bruuukkk


Nayla terjatuh dan pingsan , Damar dg segera menghampiri Nayla dan membawanya ke ruang kesehatan Damar juga merawat Nayla sampai tersadar . melihat semua itu membuat Nadia sangat cemburu karena selama ini dia selalu mendekati Damar tapi Damar tidak merespon .


"kamu sudah sadar Nayla" ucap Damar saat Nayla tersadar


"aku dimana kak" tanya Nayla


"kamu di ruang kesehatan , tadi kamu pingsan saat sedang lari" jawab Damar


Nayla mencoba bangun tapi kepalanya terasa sangat pusing...


"aduuuh" ucap Nayla sambil memegangi kepala nya


"sudah kamu istirahat aja dulu . apa kamu belum sarapan tadi" tanya Damar sambil membaringkan Nayla


"sudah kak" jawab Nayla


"aku boleh minta tolong kak , tolong panggilkan Sherin dan Faris" ucap Nayla


"loh kenapa , kan ada aku disini . aku akan menemani mu disini" ucap Damar

__ADS_1


"aku tidak mau hanya berdua kak" ucap Nayla


"kamu benar2 tidak menyukai ku Nay . bahkan cewek2 diluar sana sangat ingin sekali jika aku dekati" tanya Damar


"sudahlah kak , aku pernah bilang jika aku ada yg punya. tolonglah , jika tidak mau aku akan memanggil mereka sendiri" jawab Nayla


"baiklah . aku akan memanggil mereka" ucap Damar dan pergi


"astaga aku ditolak lagiiii?? aku tidak akan menyerah Nayla" batin Damar


setelah Damar pergi Nayla menghubungi Adit


tut... tut... tut...


"Assalamualaikum sayang . ada apa" ucap Adit


"Wa'alaikumsalam mas tadi aku pingsan, kamu bisa jemput aku sekarang" ucap Nayla


"apaaa !! pingsan !! aku kesana sekarang ya" ucap Adit


"iya mas . ya sudah aku tunggu ya . Assalamualaikum" ucap Nayla


"Wa'alaikumsalam" ucap Adit mematikan telefon nya


Adit langsung bergegas pergi ke kampus Nayla , tak lupa dia memberi tahu Anton untuk meng handle pekerjaannya .


disisi lain...


"Nay kamu ga apa2" tanya Sherin khawatir


"ga apa2 Rin" jawab Nayla


"tolong antar aku ke parkiran ya , mas Adit sedang menuju kesini" ucap Nayla


"kenapa gak tunggu disini aja" tanya Faris


"gak Ris , nunggu diparkiran aja" jawab Nayla


"oke kita akan mengantarmu ke parkiran" ucap Faris


"Ris kamu bawain tas Nayla biar aku yg memegangi Nayla jalan" ucap Sherin


"iya" ucap Faris


"ya udah ayo . takut mas Adit udah sampe" ucap Nayla dan mereka pun menuju parkiran dan tak lama Adit datang


"kamu kenapa sayang" tanya Adit lalu memeluknya


"mas malu ah ini ditempat umum . aku tadi sangat pusing makanya aku pingsan" ucap Nayla


"memang apa yg kamu lakukan sehingga bisa sangat pusing?" tanya Adit


"kita disuruh lari muter lapangan 10 kali kak" ucap Sherin


"apa?? sepagi ini . mereka benar2 keterlaluan . bisa aja kan ada yg belum sarapan" ucap Adit


"udah mas jangan diperpanjang . ayo kita pulang" ucap Nayla


"kita ke dokter saja . aku ingin memastikan keadaanmu" ucap Adit


"untuk kalian makasih ya sudah menjaga Nayla" ucap Adit pada Sherin dan Faris


"iya kak sama2" ucap mereka serempak


Adit dan Nayla pun segera pergi ke rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2