
saat ini Nayla dan Adit sedang di perjalanan menuju kantor polisi dimana Tania dan Nadia ditahan . sekitar 45 menit mereka sampai di kantor polisi , ada perasaan takut pada diri Nayla karena ingat kejadian waktu itu . tapi jika dia tidak menghadapi nya maka rasa takut nya itu tak akan hilang selama nya mungkin .
"kalo kamu ragu lebih baik kita pulang saja sayang" ucap Adit yg melihat ekspresi Nayla yg seperti ketakutan
"gak apa2 mas , aku coba . kamu jgn jauh dari ku" ucap Nayla meyakinkan dan mereka pun turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi
mereka menunggu Tania dan Nadia di ruang tunggu pengunjung tak selang lama Tania dan Nadia pun datang menghampiri mereka , Tania dituntun secara perlahan dan di duduk kan saling berhadapan dg Adit dan Nayla .
"maafkan aku Nayla atas semua kelakuan ku , tolong bebaskan aku dan kak Tania . kami janji tidak akan mengganggu kalian lg" ucap Nadia memohon sambil memangis , entah mengapa Tania hanya diam tak bicara sepatah kata pun
"apa ini permintaan tulusmu kak Nadia??" tanya Nayla
"aku benar2 memohon Nayla , tolong bebas kan kami agar aku dan papa bisa membawa berobat kak Tania" jawab Nadia dg memelas
"berobat?? memang nya kak Tania sakit apa??" tanya Nayla lg
"beberapa hari lalu ada yg mengirim makanan untuk kami dan kak Tania memakan makanan tersebut karena aku sudah kenyang jd aku tidak memakan nya , setelah memakan makanan itu kak Tania merasa sakit di tenggorokan dan setelah di cek oleh dokter polisi kak Tania mengalami kerusakan pita suara sehingga dia tidak bisa bicara lg dan badan nya pun lemas" jawab Nadia dg sedih karena melihat kondisi Tania yg sangat memperhatikan
Nayal yg mendengar cerita Nadia pun ikut menangis dan iba karena sedari td melihat Tania hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bersuara
__ADS_1
"tolong Nayla , tolong kak Adit . bebas kan kami" ucap Nadia dg penuh memohon
"apa kau tau siapa yg mengirim makanan itu??" tanya Adit
"tidak kak . tapi aku sempat berfikir kalau yg mengirim ini adalah tuan Bagas karena kakak tau semua rahasia tentang tuan Bagas dan keberadaan tuan Bagas saat ini jd kakak dibuat seperti ini agar kakak tidak membocorkan semua nya . tapi itu hanya dugaan ku saja kak , tidak ada bukti kuat mengarah pada nya" jawab Nadia
"baiklah aku akan membebaskan kalian dan cepat obati kak Tania dan jangan ganggu kehidupan kami lg" ucap Nayla tiba2 yg membuat Nadia Tania dan Adit kaget
"kamu serius sayang" tanya Adit
"iya mas aku serius . Allah saja mau memaafkan dan memberi kesempatan pada umat nya untuk berubah kenapa kita sebagai sesama umat tidak bisa seperti itu??" jawab Nayla dg penuh ketegasan dan wibawa
"terima kasih Nayla dan kak Adit , kami janji tidak akan mengganggu kalian lg" ucap Nadia yg menangis
Adit dan Nayla pun pergi meninggalkan kantor polisi , saat akan pergi di dalam mobil Adit menghubungi Anton ..
tut... tut... tut...
"Assalamualaikum tuan" ucap Anton
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam . Anton tolong kamu urus kebebasan Tania dan Nadia dan kembalikan keadaan perusahaan Arjuna" ucap Adit
"apa anda yakin tuan dg hal ini?" tanya Anton meragukan
"iya Ton . karena ada bidadari yg meyakinkan ku saat ini" ucap Adit sambil melirik Nayla yg disebelah nya .
"baiklah tuan jika ini sudah keputusan anda , saya akan mengurus secepatnya" ucap Anton
"oke . terima kasih Anton , Assalamualaikum" ucap Adit
"sama2 tuan . Wa'alaikumsalam" ucal Anton dan panggilan itu pun berakhir
"kita mau kemana lg sayang??" tanya Adit
"oh iya aku lupa mas kalo hari ini jadwal kita periksa baby" jawab Nayla
"okee kalo gitu kita ke rumah sakit sekarang" ucap Adit
"iya mas" ucap Nayla
__ADS_1
mereka pun pergi ke rumah sakit untuk periksa kandungan Nayla