
“ Bu Risma maaf saya tidak bisa menemani Bu Risma. Karena saya masih harus kembali ke desa “ Ucap ku kepada bu Risma yang sedang berdiri menatap Ega dari Kaca, terlihat Ega yang sedang tertidur dengan beberapa alat bantu jantung, oksigen dan infus. Aku benar – benar tak kuasa melihat kedaannya saat itu.
“ Iya nak Risya, terimaksih banyak telah membantu kami “ Ucap bu Risya memeluk ku. Aku berjalan bersama Arka menuju mobil nya. Arka mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
“ Kamu sudah makan sayang “ Tanya Arka mengkhawatirkan ku. Sesekali matanya melirik kearah ku.
“ Aku belum makan sejak siang tadi, kamu sudah makan “ Tanya ku balik melihat ke arah Arka yang sedang fokus mengendarai mobilnya.
“ Aku juga belum makan, karena aku terlalu sibuk memikirkan mu “ Ucap Arka menghibur ku agar aku tak sedih lagi.
“ Akh kau ini pandai sekali merayu, panatas saja predikat playboy tercap di dahi mu dulu “ Ucap ku sambil mencubit kecil perut Arka.
“ Nah gitu dong senyum kan cantik calon istriku ini. Lagian itu kan dulu tapi sekarang hampir 8 tahun aku di London setia kepada mu.
“ Masa sih aku kok gak yakin ya “ ucap ku sambil mengerutkan dahi dan mengangkat alis.
__ADS_1
“ Tanya Bayu saja, walau kamu mencampakan aku saat itu tapi aku setia sama kamu dan sekarang aku menepati janji ku kepada mu “ ucap Arka tangan kirinya memegang tangan ku dan mencium nya. Aku tau Arka begitu
menyayangi dan mencintai ku.
“ Ka kita makan disitu yuk, aku lapar sekali “ Ucap ku sambil menunjuk kearah pedagang nasi goreng pinggir jalan. Arka pun meminggirkan mobil nya dan memarkirkannya di samping pedagang itu.
“ Pak Nasi gooreng 2 ya special, yang satu jangan pedas – pedas dan tanpa sayur, satu lagi jangan terlalu manis juga karena calon istri saya sudah manis cukup dy aja yang manis di hidup saya “ Ucap Arka kepada pedangang itu dengan di selingi gurauan dan membuat pedagang itu tersenyum.
“ Arka mau sampai kapan kamu selalu menggodaku “ Ucap ku tersenyum menatap mata Arka.
“ Sampai kamu tak pernah bersedih lagi “ Ucap Arka dengan senyum manis nya.
“ Baiklah pak Dokter kau memang obat yang mujarab untuk membuat ku selalu nyaman, thank you so much Arka “ Ucap ku mengelus pipi Arka.
“ Risya, ka Arka kok kalian bisa ber dua “ Tanya Via heran saat kami tiba di rumah pak kades.
__ADS_1
“ Bagaimana keadan Ega neng Risya “ Tanya pak kades dengan raut wajah khawatir yang sedari tadi menunggu kedatangan ku.
“ Maaf Pak Agung telah menunggu saya, keadaan Ega sudah baikan pak. Oh iya ini Dr. Arka yang tadi membantu Ega dan kebetulan dy teman saya “ Ucap ku sambil memperkenalkan Arka
“ Arka “ ucap Arka memberi salam kepada pak Agung. Pak Agung pun mempersilahkan kami duduk dan istrinya membawakan kami teh hangat.
“ Terimaksih Dr. Arka telah membantu Ega “ Ucap pak Agung terlihat bahagia di wajahnya.
“ Sama – sama pak kebetulan saya juga Dr spesialis kanker jadi bisa membantu. “ Ucap Arka penuh wibawa
“ Kebetulan sekali, bagaimana kalau Dr. Arka sesekali mengunjungi rumah kanker itu untuk melihat anak – anak disana “ ucap pak Agung penuh harapan kepada Arka. Karena harus banyak dokter yang memperhatikan anak –
anak itu.
“ Dengan senang hati pak Agung, saya akan sering berkunjung ke desa ini “ Ucap Arka dengan senyum hangat nya. Dy memang dokter yang sangat luar biasa dy serinng sekali mengabdi kepada masyarakat bahkan dy tak pernah menerima imbalan dari masyarkat yang tidak mampu dy selalu tulus dan ikhlas menolong sesama yang membutuhkannya.
__ADS_1