
Aku semakin dekat dengan Arka, dy selalu mengajari ku mengerjakan tugas. Terlebih saat aku akan masuk menjadi anggota Osis.
Hari pelantikan anggota Osis telah tiba. Setiap kelas dipilih 5 orang untuk mengikuti menjadi anggota Osis. Dan aku termasuk dari 5 orang kandidat di kelas ku.
“ Risya besok kita bawa apa aja buat pelantikan di bumi perkemahan “ tannya Andin sahabat ku yang kebetulan saat itu dy juga terpilih sebagai calon anggota Osis.
“ kita bawa makanan aja yang banyak Din “ jawab ku meledek Andin saat itu.
“ ide bagus tuh Risya “ jawab Andin bergurau.
“ Baiklah aku akan bertanggung jawab “ Ucap ku sedikit memundurkan tubuh ku dari ka Arka, rasa takut di jantung ku semakin berdebar, rasanya saat itu aku ingin mencari Sigit dan melemparkan bola basket ke kepalanya.
“ Ok, pertama kamu ikut aku ke UKS obati luka ku. Kamu anggota PMR kan “ ucap Arka kemudian memukul manja dahi ku dengan botol kosong yang tadi aku lemparkan.
“ Risya mau kemana kamu “ Ucap Anna sedih seolah aku dibawa kabur oleh pangeran katak, entah dy sedih melihat ku atau dy sedih ingin bertukar tempat dengan ku saat itu.
__ADS_1
“ Arka, Risya ada apa “ Tanya ka Shiren yang kebetulan sedang piket menjaga UKS.
“ Ini ka Shiren aku mau mengobati luka ka Arka tadi dy botol kosong yang aku lempar “ ucap ku gugup saat menjawab pertanyaan ka Shiren.
“ Arka itu kan Cuma botol kosong masa kamu sampe terluka, ya sudah biar aku saja yang mengobatinya “ ucap ka Shiren yang membuat ku bahagia.
“ Gak... gak usah Ren biar Risya saja, kamu tolong belikan aku minum ya Ren please “ ucap Arka dengan sedikit menggoda ka Shiren. Ka Shiren yang kebetulan menyukai ka Arka langsung menurut begitu saja. Ya ka Arka dan
Bayu terkenal playboy siapa yang tak menyukai mereka berdua. Mereka bagaikan cover boy di sekolah ini.
“ Mana ka, tidak ada yang terluka “ ucap ku saat mencari luka lebab di kepala Arka.
“ Ada disini “ ucap Arka tersenyum sambil menarik tangan ku dan menempelkannya di dadanya. Aiihhh dy mengerjai ku.
“ Sorry ya, awas jangan berduaan nanti yang ke 3 setan “ Ucap Sigit sambil mengambil bola basket itu dengan senyum meledek dan tingkah nya yang so cool.
“ Sepertinya dy menyukai mu Risya “ ucap Arka menatap ke arah Sigit yang berjalan ke luar UKS.
“ Sigit maksud ka Arka, ya gak mungkin lah. Dy itu memang begitu gak suka kalo liat aku pokok nya dy menyebalkan “ ucap ku kepada Arka .
“ Eh ngapain kamu Ka, mau godaain Risya ya “ ucap Bayu yang baru saja tiba di UKS untuk mencari ku.
“ Gak kok, tadi aku isengin dy aja. Nih kepala ku dy lempar botol “ ucap Arka sambil menunjukan botol yang dari tadi dy bawa – bawa.
__ADS_1
Hiatus Hiatus Hiatus Hiatus
“ Hahahaha gak sekalian kamu lempar ember saja Risya “ Ucap Bayu senang melihat temannya menderita, Bayu tertawa lepas saat itu. Arka langsung menghampiri Bayu dan merangkul serta memukul kepala bayu dengan botol.
Arka dan Bayu terlihat saat dekat dan care aku belum pernah melihat mereka bertengkar bahkan merebutkan sorang wanita.
“ Pulang yu Bay, udah mau jam 3 nanti mama cariin nih “ ucap ku menarik tangan Bayu untuk mengantarkan ku pulang.
“ Risya biar aku yang antar ya Bay “ ucap Arka melirik Bayu penuh harapan agar di Izinkan lagi untuk mengantar ku lagi.
“ Iya iya tapi teraktir gue nanti malam “ ucap Bayu mencari kesempatan dalam kesempitan.
“ Ogah “ ucap Arka langsung menarik ku keluar UKS
Arka mengenakan Hoody polos hitamnya dan memakai helm berwarna biru nya, tas gendong nya ia gunakan di depan agar tak ada jarak lagi diantar kita.
Saat aku akan naik ke motor Arka terlihat Sigit sedang nongkrong bersama dengan teman – teman nya di warung sebrang pintu gerbang sekolah. Sigit saat itu terlihat memperhatikan ku.
Aku benci Sigit saat itu, aku sebal dengan Sigit tapi saat Sigit melihat ku rasa nya jantungku selalu berdebar kencang bahkan sehari saja aku tak melihat nya rasanya diriku menjadi hampa. Entah apa yang terjadi tapi aku lebih suka bertengkar dengan nya daripada aku tak melihatnya seharian.
__ADS_1