
“ Assalamualaikum wr. Wb, selamat pagi semua “ Ucap Bayu pagi ini dengan menggunakan pengeras suata dengan semangat dan terpancar wajah bahagia di raut wajah nya. Jelas dy bahagia hari ini hari pelantikan anggota
OSIS dan kami akan menghabiskan waktu kamu 2 hari untuk berkemah di bumi perkemahan.
“ Wa’alaikum salam wr.rb, pagi “ ucap kami yang sudah berbaris rapih di depan bus yang akan kami naiaki. Aku berdiri di samping Sigit, Sigit yang saat itu menggunakan topi dan slayer di kepala sesekali aku mencoba mencuri pandang dari nya. Entah lah dy menyadari nya atau tidak tapi saat itu dy terlihat sangat tampan.
Bayu memberikan arahan kepada kami tentang lokasi serta apa yang akan kami lakukan dan tidak boleh kami lakukan disana. Setelah memberikan arahan kami berdoa bersama agar bisa sampai dan pulang dengan selamat.
“ Jangan – jangan kamu suka ya sama Sigit “ ucap Andin keras sehingga membuat sigit menoleh kearah kami, aku langsung membungkam mulut Andin dan membawa nya pergi menjauh dari Sigit.
“ Apa sih Risya sakit tau “ ucap Andin sambil melepaskan tangan ku dari tubuhnya, seskali dy memonyongkan bibir tebal nya.
“ Lagian kamu ngomong asal aja, udah gitu kenceng lagi. Siapa coba yang suka Sigit. “ ucap ku yang tiba – tiba gugup, dalam hati pun aku masih ragu apa iya aku suka Sigit masa sih gak mungkin gak mungki dy kan
menyebalkan. Mending aku suka sama ka Arka yang ganteng keliatannya dy juga suka sama aku.
“ Masa sih, mulut kamu bisa bilang ngga tapi wajah kamu mengatakan iya hahahaa “ Ledek Andin sangat bahagia saat itu.
“ Awas kamu ya Andin “ Aku langsung mengejar Andin yang saat itu berlari sambil meledek ku. Kami berlari semakin jauh dari kerumunan orang dan tiba – tiba aku menabrak Melda yang sedang berjalan bersama ke 2 temannya.
“ Heh Risya, emang kamu pikir kita disini untuk bermain – main “ Ucap Melda mendorong tubuh ku hingga tergoyah. Melda dan ke 2 kawannya menatap ku seolah kebencian tertanam di wajah mereka.
“ Maaf ka, tadi kami sedang mencari ranting “ ucap ku mencari alasan agar Melda bisa mempercayai kami. Tapi Melda malah semakin menjadi mencari masalah.
“ Kamun pikir aku percaya alasan bodoh mu, kita apakan gadis binal seperti ini. Kamu tau salah kamu itu apa “ ucap Melda sambil menjambak rambut ku dan kedua temannya tiba – tiba memegang tangan ku dengan kencang,
tubuh ke dua temannya yang besar membuat ku sulit untuk bergerak dan melepaskan diri.
“ Aku gak punya salah selain menabrak kamu tadi “ ucap ku sambil terus mencoba melepaskan diri dari melda, kepala ku mulai terasa sakit saat Melda mengencangkan jambakannya.
__ADS_1
“ Kamu pikir kamu siapa, gara – gara kamu hadir dan mendekati Arka, Arka sekarang berubah sama kamu. Ingat ya kamu gak mau kan kejadian ini terulang lebih baik kamu jauhin Arka “ ucap Melda penuh amarah,
plak Melda menampar pipi ku dan menarik rambut ku semakin kuat, kepala ku
samakin sakit aku beruah melepas kan diri namun tak bisa.
Hiatussssss
Hiatusssssss
Hiatusssssss
Hiatussssssss
“ciiihhh kamu gak pantas sama Arka, dasar wanita arogan “
ucap ku kepada melda sambil menatap matanya tajam, aku gak pernah takut sekali
pun Melda akan membunuhku saat itu. Melda semakin marah mendorongku hingga
“ heh nenek lampir, berani nya kamu menyiksa wanita bodoh
seperti dy “ ucap Sigit yang tiba – tiba datang dan membangunkan ku. Apa dy
bilang aku bodoh seenak saja dy menyebutku bodoh dihadapan melda.
“ kamu lagi, untung kamu apa membela wanita seperti ini “
ucap Melda geram melihat Sigit membantu ku.
“ gak ada untungnya sih tapi aku yang lewat melihatnya
risih, apalagi kamu mainnya keroyokan. Sudahlah kamu tuh sudah dewasa harusnya
menjadi teladan bagi kami. Terlebih kamu anggota penting di osis, pergi atau
aku kamu laporkan sama Arka “ ucap Sigit dengan nada mengancam. Melda dank e 2
temannya pergi meninggalkan kami dengan wajah marah dan tak terima perlakuan
__ADS_1
Sigit.
Hiatussssss
Hiatusssssss
Hiatusssssss
Hiatussssssss
“ hey makasih ya “ ucap ku sambil berjalan di belakang Sigit
“ makasih aja ak cukup, udah 2x loh aku bantuin kamu dari
nenek sihir itu “ Ucap Sigit yang tiba – tiba berhenti dan menatap ku. Tatapan
matanya tajam juga kalo di lihat – lihat wajah nya cukup lumayan. Ih apa sih
Risya masa beneran suka sama Sigit.
“ eh 2x sama yang mana ya “ ucap ku bingung saat Sigit
mengucapkan 2x membantu ku dari Melda. Tapi kok aku gak ingat ya.
Hiatussssss
Hiatusssssss
Hiatusssssss
Hiatussssssss
“ sudah lah tak perlu di bahas, sepertinya pipi mu lebam “
ucap Sigit sambil menyentuh pipi ku yang barusan di tampar oleh Melda
“ au, gak apa – apa nanti juga sembuh “ dada ku semakin
berdetak kencang saat sigit menyentuh pipi ku lembut,
__ADS_1