SIGIT

SIGIT
Kejutan


__ADS_3

 


 


Hari ini Ega sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Kami memeprsiapkan kedatangan Ega, mulai dari mendekor panti, membuat kue, serta meniu balon – balon. Semua kami lakukan untuk memberikan kejutan kepada Ega. Kami hari ini benar – benar sibuk mengurus semua terlebih Ibu Risma bilang bahwa pemilik panti akan datang hari ini setelah pengobatannya dari Singapura.


 


Tin tin… terdengar suara klakson mobil Arka yang memasuki gerbang panti. Kami semua bersiap – siap berdiri depan pintu untuk menyambut kedatangan Ega. Arka keluar dari mobilnya dan membuka pintu belakang mobilnya.


Dipopong Ega oleh Arka dan didudukan di kursi roda yang sudah disiapkan. Arka dan Bu Risma mendorong Ega masuk kedalam panti. Terlihat tulisan SELAMAT DATANG KEMBALI EGA di depan pintu masuk panti. Ega tersenyum senang melihat kami menyambutnya.


“ Selamat datang kembali sayang.” Ucapku sambil memeluk Ega dan mencium pipinya. Kami membawa Ega ketaman belakang panti, disana sudah tertata rapih meja yang berisikan makanan dan minuman, adapula buah – buahan yang menghasi meja itu.


“ Terimakasih banyak semua buat kejutan ini, kalian luar biasa.” Ucap Ega tersenyum gembira. Teman – teman Ega mendorong kursi roda Ega dan mengajaknya menikmati makanan – makanan itu.


“ Hati – hati.” Ucap Bu Risma saat mereka membawa Ega ke tengah taman.


“ Terimakasih nak Risya dan teman – temannya sudah menyiapkan kejutan ini buat Ega. Terimakasih juga buat Pak Kades yang selalu membantu kami, Terimakasih juga untuk Dr. Arka yang membantu perawatan Ega. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aminn.” Ucap Bu Risma kepada Kami dengan sangat terharu.


“ Aminn.” Ucap kami semua mengaminkan Doa Bu Risma. Kami pun ikut menikmati kegembiraan anak – anak itu. Aku melihat Arka yang sedang duduk mengamati anak – anak itu bermain terlihat senyum bahagia terpancar di wajahnya. Via, Kiki dan yang lainnya mengejak anak – anak itu bermain bersama, sedangkan Pak Kades telah kembali ke Balai Desa untuk bekerja kembali.

__ADS_1


Aku mengahampiri Arka dan membawakannya segelas minuman rasa jeruk dan piring kecil berisi bolu rasa coklat buatan Amel yang begitu nikmat.


“ Jangan bengong, nanti ada setan yang naksir loh.” Ucapku kepada Arka sambil memberikan minuman yang aku bawa untuknya.


“ Kalau ada setan yang naksir aku paling itu Cuma kamu.” Ledek Arka sambil mengambil minuman yang tadi aku berikan dan meminumnya perlahan.


“ Jadi menurut kamu aku hantu.” Ucapku kesal dan memonyongkan bibirku tanda aku sebal dengan ucapannya.


“ Akukan tidak bilang kamu hantu.” Ucap Arka menarik lembut hidung mancungku, Arka mencolek kue yang aku pegang dan memakannya. Aku tahu Arka pasti lapar sekali Karena sibuk dengan pekerjaannya.


“ Kamu pasti belum makan ya?” Ucapku sambil menyuapi kue kemulut Arka dan Arka memakannya dengan lahap.


“ Iya tadi aku tidak sempat sarapan.” Ucap Arka setelah menelan kue yang ada di dalam mulutnya. Arka kemuadian meminum jus yang Ia pegang.


“ Maaf sayang sepertinya aku harus kembali ke Rumah Sakit, ada pasien yang sudah menungguku.” Ucap Arka dengan sedikit kecewa karena tidak bisa memakan masakan Risya. Tetapi apa boleh buat, Arka adalah seorang Dokter yang sudah disumpah jadi Dy harus melakukan tanggung jawabnya.


“ Baiklah, tetapi jangan lupa kamu makan ya disana.” Ucapku sambil menatap wajah Arka dan memegang tangannya.


“ Iya aku akan makan, kamu juga ya sayang.” Ucap Arka dengan memberikan senyum terbaiknya. Arka kemudian berpamitan kepada Bu Risma, teman – teman Risya dan kepada Anak panti.


“ Mari aku antar kedepan.” Ucapku kepada Arka yang hendak melangkah keluar.

__ADS_1


“ Tidak perlu sayang, kamu disini saja temani mereka.” Ucap Arka sambil memegang tanganku. Arka memang begitu pengertian Dy tak pernah mementingkan dirinya sendiri, kadang hanya aku saja yang selalu egois tak bisa menerima hatinya sepenuhnya.


Rumah Sakit.


“ Dok, pasien sudah menunggu di ruangan Anda.” Ucap serang perawat ketika saja Arka baru tiba di Rumah Sakit. Arka bergegas menuju ruangannya karena tidak ingin membuat pasiennya menungggu lama.


Di buka pintu ruangan perlahan terlihat seorang pria yang duduk di kursi, kelihatannya Dy tidak seperti seorang pasien. Dari belakang pria dengan kemeja Biru dan celana hitam serta jas hitam yang Dy


pegang terlihat gagah dan bertubuh kekar. Postur tubuhnya tidak beda jauh dengan Arka hanya saja warna kulitnya sedikit lebih gelap dari Arka.


“ Selamat Siang Pak, maaf menunggu lama.” Ucap Arka yang berjalan menuju pria tersebut. Betapa terkejutnya Arka ternyata pria itu Sigit. Ya Sigit yang Arka tahu adalah Cinta pertamanya Risya yang kini masih tersimpan namanya di hati Risya.


“ Dr. Arka sudah lama kita tidak berjumpa.” Ucap Sigit langsung memberikan salam kepada Arka.


“ Sigit, silahkan duduk.” Ucap Arka mempersilahkan Sigit duduk kembali dan Arka duduk di kursinya. Arka masih tidak habis pikir Dy akan benar – benar bertemu dengan Sigit kembali.


“ Bagaimana keadaanmu Dr. Arka?” Ucap Sigit bertanya kabar tentang Arka yang sebenarnya dalam hati Sigit Dy ingin sekali mengetahui kabar tentang Risya.


“ Ya aku baik – baik saja seperti yang kamu lihat saat ini, lalu bagaimana keadaan mu sekarang? Dan kesibukan apa yang sedang kamu jalani?” Ucap Arka yang kembali menanyakan keadaan Sigit.


“ Seperti yang kamu lihat saya adalah pasienmu sekarang.” Ucap Sigit sambil memberikan amplop coklat besar yang di keluarkan dari tasnya. Amplop coklat beriskan hasil CT Scan dirinya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2