SIGIT

SIGIT
Dilema


__ADS_3

 


 


Setelah kami selesai makan dan berdiskusi tentang kegiatan esok hari aku dan Arka duduk bersantai sambil berbincang diteras rumah Pak Kades.


“ Kamu menginap saja Arka hari sudah terlalu malam untuk kamu pulang, lantas esok pagi pun kamu harus kembali lagi kesini.” Ucapku meminta Arka untuk tetap di rumah Pak Kades malam ini karena waktu sudah menunjukan pukul 23.00 WIB dan esokpun pagi – pagi sekali Dy harus kembali lagi untuk membantuku.


“ Apa kamu sangat merindukanku.” Ucap Arka meledekku dan mendekatkan wajahnya tepat di depanku.


“ Tidak, aku hanya tidak mau kamu lelah di perjalanan saja dan besok kamu telat.” Ucapku membuat Arka merasa kesal karena ucapanku.


Arka malah balik menggoda Risya dengan mendekatkan lebih dekat lagi wajahnya. Dy pun memegang jari tangan Risya dan tersenyum. Matanya yang tajam memandang Risya dengan penuh rasa cinta.


“ Apa kamu tau Risya, meski kamu tidak pernah merindukanku, meski kamu tidak pernah mencintaiku, meski kamu akan membenciku sekalipun. Ingatlah satu hal Cinta dan Sayang aku sama kamu tidak akan pernah berubah dan berkurang sedikitpun.” Ucap Arka yang kemudian mencium tanganku. Arka pun memeluk tubuhku. Aku menyandarkan kepalaku didada bidang milik Arka.


“ Maaf Arka jika selama ini aku selalu menyusahkanmu dan merepotkan mu. Terimakasih atas Cinta dan Sayang mu serta dirimu yang selalu membahagiakanku. Aku akan menepati janjiku ketika aku lulus nanti. Kita akan bangun rumah tangga kita dengan penuh cinta.” Ucapku dengan merasa bersalah, aku salah karena tidak sepeunhnya memberikan hatiku untuk Arka. Tetapi aku berjanji akan menikah dengan Arka setelah lulus nanti


dan menyimpan Sigit dala~~~~m – dalam dilubuk hatiku yang paling dalam.


“ Terimakasih Risya, aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia dan aku tidak  akan menyakitimu sedikitpun. Kamu harus percaya itu.” Ucap Arka dengan memeluk erat tubuhku. Aku selalu percaya Arka karena sampai detik inipun Arka tidak pernah menyakitiku dan mengecewakanku.


Arka melepaskan pelukannya dan mencium keningku. Dy pun mengusap lembut pipiku dan terlihat betapa besar


cintanya untukku.


Pagi yang cerah, hari ini semangatku begitu besar. Pagi sekali kami sudah bersiap – siap untuk melakukan kegiatan kami dilapangan Desa.


“ Risya tolong kamu siapkan obat – obatan yang ada di mobil dan bawa kesini ya.” Ucap Arka memintaku untuk mengambilkan kotak obat yang ada di mobilnya.


“ Iya ka, kotak obat yang merah kan ya?” Ucapku untuk memastikan lagi agar tidak salah ambil.


“ Iya sayang, terimakasih.” Ucap Arka dengan senyum. Arka yang saat itu juga sibuk sekali menyiapkan peralatan untuk posko kesehatan.

__ADS_1


Aku berjalan kearah mobil Honda Jazz Arka berwarna putih. Aku buka bagasi mobil dan mencari kotak merah yang berisi obat – obatan untuk warga sekitar.


“ Ada yang bisa saya bantu?” Ucap Sigit yang sudah berdiri di belakangku. Dy sepertinya baru saja tiba di tempat ini dan menghampiriku.


“ Owh tidak usah ini hanya kotak obat kecil aku bisa membawanya.” Ucapku sambil mengangkat kotak obat itu.


“ Tidak baik menolak penawaran seorang pria.” Ucap Sigit sambil mengambil kotak obat itu dan membawakannya. Aku dan Sigit berjalan kearah Arka dan yang lainnya. Terlihat Arka memperhatikan kami dari kejauhan namun Dy langsung membuang pandangannya ketika kami hampir tiba.


“ Assalamualaikum. Selamat pagi Pak Agung, Dr. Arka.” Ucap Sigit memberi salam ketika tiba di hadapan mereka.


“ Wa’alaikum salam.” Kami semua menjawab salam dari Sigit.


“ Selamat pagi Pak Sigit.” Ucap Arka sambil mengulurkan tangan mengajak bersalaman  ketika Sigit meletakan kotak obat diatas meja. Sigit membalas uluran tangan Arka. Jika dilihat – lihat mereka seperti sudah akrab atau pernah bertemu.


“ Selamat pagi Pak Sigit, bagaimana kabar Anda?.” Ucap Pak Kades sambil menyalami Sigit juga.


 “ Alhamdulillah kabar saya baik – baik saja Pak Agung, lalu bagaimana kabar Pak Agung dan Warga Desa?.” Ucap Sigit sambil membalas salam tangan Pak Kades.


Aku masih sibuk membantu teman – teman, lalu terdengar Pak Kades memanggil Arka untuk ikut bergabung bersama mereka mengobrol.


Dilihat dari kejauhan sepertinya yang dibicarakan mereka sangat serius. Aku sungguh penasaran. Ya sudahlah


jikapun itu sangat penting nanti juga Arka akan memberitahuku. Pikirku dalam hati.


“ Risya 10 menit lagi acara dimulai ya, Warga sudah mulai berdatangan.” Ucap Runa memberitahuku ketika melihat warga sudah mulai berdatangan.


Terlihat banyak sekali warga yang sudah ujur dan sepuh. Tapi mereka masih kuat berjalan dan terlihat gagah. Padahal jika dilihat – lihat usia mereka ada yang sudah lebih dari 80 tahun.


“ Baik Runa, biarkan mereka duduk terlebih dahulu dan bagikan snack serta minumnya. Mungkin mereka ada yang belum sarapan.” Ucapku meminta Runa untuk membagikan makanan terlebih dahulu karena aku pikir takutnya mereka belum sempat sarapan.


“ Terimaksih Runa.” Ucapku lagi kepada Runa saat Dy akan beranjak pergi. Runa memberikan senyum serta mengangkat Ibu jari tangan kanannya.


“ Ada yang bisa saya bantu Ibu Risya.” Ucap di telingaku sambil menggoda.

__ADS_1


“ Arka kamu mengagetkan saja, ayo kita mulai saja. Kamu berdiri samping aku ya. Aku sangat tegang sekali.” Ucapku meminta Arka untuk menemaniku saat memberi sambutan kepada Warga.


“ Baiklah Bu Risya, aku akan selalu ada saat kamu butuhkan.” Ucap Arka sambil memegang tanganku untuk menenangkanku agar Aku tidak gerogi.


“ Terimakasih Arka sayang.” Ucapku sambil tersenyum dan menatap ke dua manik Arka.


Aku dan Arka berdiri di hadapan Warga untuk memberi sambuan. Kiki, Runa, Amel dan


Via sudah duduk bersiap – siap di posko mereka.


Dikursi barisan depan ada Pak Agung, Sigit, Bu Risma


dan Aki Udin sang sepuh.


“ Assalamualaikum Wr. Wb.” Ucapku membuka salam.


“ Wa’alaikum salam Wr. Wb.” Ucap Semua Warga membalas salamku.


“ Pertama – tama saya ucapkan Puji dan Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk berjumpa disimi. Saya Ucapkan juga terimakasih kepada Bapak Agung selaku Kepala Desa disini yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melakukan KKN dan mendirikan posko kesehatan, Saya ucapkan juga


terimakasih kepada Bapak Sigit yang sudah memberikan donasi dan duukungan kepada kami, saya ucapkan juga terimakasih kepada Dr. Arka yang sudah mau membantu kami dan warga disini, Saya ucapkan juga terimakasih banyak keapada Aki Udin yang telah memberikan kepercayaan kepada kami di Desa ini dan termakasih yang sebesar – besarnya kepada semua warga yang senantiasa membantu kami. Sebelum acara ini di mulai mari kita berdoa bersama menurut ajaran masing – masing.” ( Berdoa ) Aminn.


 “ Setelah itu dilanjutkan pemeriksaan Dini oleh Sdr. Via dan jika ada yang punya keluhan penyakit mendalam bisa konsultasi kepada Dr. Arka. Untuk anak – anak yang ingin periksa gigi bisa ke Sdr. Kiki dan Runa. Untuk sekedar konsultasi tentang psikologi bisa kepada saya dan Sdr. Amel. Dengan mengucapkan Bismillah acara ini kita mulai.” Setelah Aku memberikan sambutan, kami kembali ke posko kami masing – masing untuk menangani para Warga. Meraka antusias untuk memeriksakan kesehatan mereka.


Terlebih mereka yang sudah paruh baya. Banyak sekali yang menghampiri Arka. Ada juga yang sengaja menghampiri Arka dan menggoda Arka karena ketampanannya. Aku hanya tersenyum melihat itu semua, karena yang menggoda Arka kebanyakan Ibu – ibu dan Nenek – nenek.


 


“ Dr. Risya boleh saya berkonsultasi dengan Anda?” Ucap Sigit yang kini duduk di depanku.


 


 

__ADS_1


__ADS_2