SIGIT

SIGIT
Bahagia


__ADS_3

 


 


“ Ega sudah sadarkan diri, silahkan kalian masuk untuk menemuinya. Sepertinya Ega pun sangat rindu kalian.” Ucap Arka dengan senyum bahagia. Bu Risma pun tidak menunggu lama dan langsung berlari kedalam ruangan Ega.


“ Terimakasih Dok.” Ucapku kepada Arka dan teman – temannya. Akupun langsung menyusul Bu Risma masuk keruangan Ega.


“ Dokter Arka apa gadis itu kekasih mu?” Tanya seorang Dokter perempuan kepada Arka saat mereka akan kembali keruangan mereka.


“ Iya Dy tunangan saya, jika tidak ada halangan setelah Dy lulus dan menjadi Dokter kami akan segera menikah.” Ucap Arka dengan raut yang sangat bahagia saat membicaran Risya.


“ Sepertinya kau sangat mencintainya.” Ucap Dokter perempuan itu.


“ Iya, aku sangat mencintai Risya. Dy wanita pertama yang bisa membuat aku sangat jatuh cinta. Ya sudah Dokter Eka saya harus kembali keruangan saya dahalu.” Ucap Arka sambil membuka pintu ruangannya.


“ Oh ya jangan lupa Dokter jam 3 kita ada jadwal Operasi.” Ucap Dokter Eka sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis.


 

__ADS_1


 


“ Silahkan duduk Dr.Risya.” Ucap Arka meledekku sambil memberikan kursinya untuk aku duduki.


“ Tidak perlu repot – repot dokter Arka, aku hanya akan mampir sebentar keruangan mu ini.” Ucapku yang berdiri di depannya sambil membetulkan dasi berwarna biru bergaris yang Ia kenakan.


“ Tahukah kamu Dr. Risya aku sangat merindukan mu.” Ucap Arka memeluk tubuhku. Pelukannya begitu hangat. Aku tahu Dy begitu merindukanku. Sudah 3 bulan kami tidak bertemu gara – gara Arka sibuk dengan kerjaannya di Bandung ini dan aku sibuk dengan tugas kampusku di Jakarta.


“ Arka lepasin, malu nanti kalau tiba – tiba ada yang datang.” Ucapku mencoba melepaskan pelukan Arka yang semakin erat.


“ Aku tidak mau, apa kamu tidak merindukan kekasihmu ini?” Ucap Arka dengan tingkah konyol dan manjanya. Kadang Arka yang dewasa sering manja saat berada disampingku. Padahal yang orang lain tahu saat ini tentang Arka adalah Dy yang cuek dan berwibawa. Nyatanya mereka salah, Arka jauh lebih manja dan kekanak – kanakan.


“ Baiklah jka kamu tidak merindukanku.” Ucap Arka sambil tersandar di pojok meja kerjanya. Wajahnya semakin terlihat sedih dan kecewa saat mendengar perkataanku itu.


Cup kucium bibirnya sekilas agar Ia tak sedih lagi. Arka memegang bibirnya dan tersenyum kembali. Arka menarik tanganku dan mendekatkan tubuhnya ke tubuhku. Kini jarang kami hanya terbatas oleh hidung mancungnya saja.


Tok tok terdengar seseorang mengetuk pintu saat Arka akan menciumku kembali.


“ Sial, ada saja yang mengganggu,” Ucap Arka dengan nada penuh kecewa. Aku pun hanya tersenyum mendengarnya seperti itu.

__ADS_1


“ Permisi Dr. Arka pasien sudah menunggu.” Ucap seorang perawat dengan tubuh lebih rendah dariku.


“ Baik suster saya akan kesana 5 menit lagi, terimakasih.” Ucap Arka kepada perawat itu, perawat itu pun menutup kembali ruangan Arka.


“ Ayo kita lanjutkan.” Ucap Arka yang masih saja menggodaku.


“ Apa perlu aku memanggil mu Dokter mesum.” Ucapku mengelus pipi Arka lembut.


“ Habis wajah mu selalu menggodaku. Ya sudah sayang aku harus pergi menemui pasien – pasienku di ruang pemeriksaan. Kamu tetap disini dan tunggu Aku.” Ucap Arka menarik hidung mancungku dengan lembut dan penuh kasih sayang.


“ Aku harus menemui Bu Risma dulu Arka, nanti jika kamu sudah selesai hubungi aku dan aku akan kemari lagi.” Ucapku sambil menatap wajah Arka dan membeikan senyum untuk menyemangatinya.


“ Baiklah sayang, jaga dirimu dan pandanganmu ya.” Ucap Arka mencium keningku.mKata – kata itu selalu Arka ucapkan saat aku tak bersamanya. Namun apakah Arka tahu bahwa akupun menjaga separuh hatiku unuk pria lain.


“ Kamupun jaga dirimu dari pasien – pasien nakal.” Ucapku membalikan kata – kata Arka yang tadi kepada dirinya. Arka tersenyum dan mengangguk. Aku yakin Arka selalu bisa menjaga hati dan perasaannya untukku.


 


 

__ADS_1


__ADS_2