SIGIT

SIGIT
Mungkin kah


__ADS_3

Hiatusssss


Hiatusssss


Hiatussss


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss


 


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss

__ADS_1


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss


“ Bayu, ka Arka “ ucap ku dengan wajah kaget, jelas saja kaget karena aku sedang tidak bermimpi kan Arka masuk ke kamar ku dan aku hanya menggunakan kaos dan celana pendek.


“ kenapa sih risya liat kita udah kaya liat setan “ ucap Bayu sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur ku yang empuk.


“ hay Risya, lagi apa “ Tanya Arka sambil berjalan kearah ku yang sedang duduk mengerjakan PR di meja belajar.


“ lagi kerjain PR Matematika ka Arka “ ucap ku sambil mengigit pena standard ku yang berwana hitam.


“ yang ini salah Risya, harus nya begini nih “ ucap Arka ketika melihat buku PR ku, dy pun kemudian memberitahu ku dan mengajari ku PR matematika itu.


“ aku juga tau, harusnya yang jadi ketua Osis itu ka Arka bukan kamu Bayu yang bodoh “ ucap ku sambil meledek Bayu, dengan wajah penuh gembira. Akhirnya ada kesempatan untuk Aku membuli Bayu.


“ Bodoh juga tampan, masih banyak wanita yang mengejarku Risya “ucap Bayu sambil berdiri dan menghadap kaca meja rias ku dengan Pede nya dy senyum – senyum menatap wajah nya padahal Arka dan Bayu masih tampanan Arka kemana – mana .


" ada apa kalian kesini " ucap ku sambil menutup buku PR yang telah aku kerjakan, berkat Arka aku bisa mengerjakannya dengan mudah.


" kita mau pinjam laptop mu Risya, Laptop Bayu rusak. Apa boleh kita meminjam nya " ucap Arka penuh harapan.


" boleh ka Arka, sebentar aku ambil " ucap ku sambil berdiri dari kursi belajarku dan mengambil laptol yang saat itu ada di atas kasur ku.


" makasih ya Risya " ucap Arka sambil memegang laptop yang aku berika kepadanya dengan senyum lembut nya.


" thank you Risya sayang, ya sudah laptop kamu kami sita 2 minggu ya " ucap Bayu mencubit pipi ku dan memberikan senyum jelek nya hingga gigi nya terlihat.

__ADS_1


" iya iya sehari nya 100rb ya " ledek ku sambil merangkul Bayu dari belakang.


" dasar wanita mata duitan " ucap Bayu tak mau kalah meledek ku.


Saat itu Arka melihat kami yang begitu dekat seperti adik dan kakak pada umumnya senyum - senyum bahagia.


" kenapa kamu Arka senyum - senyum, kamu membayangkan Risya yang tidak - tidak ya " ucap Bayu saat itu dan seketika membuat wajah putih Arka memerah.


" sembarangan kamu Bay, bukan itu aku senang saja melihat kalian seperti itu. Andai saja aku punya adik perempuan juga " ucap Arka seakan dy memberitahu kami bahwa dy sedih hidup sendiri selama ini. Adik atau kakak dy tak punya dan orang tua nya begitu sibuk dengan pekerjaannya.


" kamu bisa melakukannya dengan Melda " ledek Bayu menatap wajah Arka.


" akh Melda gadis arogan yang selalu membuatku pusing " ucap Arka wajah nya berubah seketika saat mendengar nama Melda.


Aku ingat jelas saat itu, dari situ Arka sering menghubungi ku dan mengantar jemput sekolah ku. Dan saat itu aku makin sulit untuk mendekati Sigit.


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss


Hiatussssss


Hiatusssssss


Hiatusssssss


Hiatussssssss

__ADS_1


__ADS_2