SIGIT

SIGIT
Salah Paham


__ADS_3

" darimana saja kalian, tau tidak kami mencari kalian " ucap Kholis sambil menatap sinis aku dan Sigit


" cihhh, tak usah memandangku seperti itu " ucap Sigit sambil mendorong bahu Kholis karena dy tak suka dengan cara bicara dan tatapan Kholis tadi.


" sudah sudah jangan bertengkar " Aku berusaha melerai mereka sebelum terjadi keributan


Acara api unggun di mulai, ya pelantikan kami telah usai dan kami resmi menjadi Siswa Siswi SMU PERTIWI.


Anggota osis yang tadi nya sangar dan galak kini berbaur menjadi satu dengan kami.


kami pun membuat permainan untuk keseruan malam ini.


permainan yang tak asing yaitu jujur atau tantangan.


sebatang kayu kecil di putar sambil memainkan musik dan ketika musik berhenti putaran kayu itu pun berhenti.


Kali ini kayu itu berhenti di tangan ku.


" Risya kau pilih tantangan atau Jujur " ujar Bayu kepadaku sambil tersenyum.


" aku pilih tantangan " jawab ku dengan pede menantang Bayu, aku pikir Bayu gak akan memberikan tantangan yang sulit kepada adik tercinta nya ini, daripada aku harus memilih jujur pasti dy akan melontarkan pertanyaan yang tak masuk akal.


" Risya suruh orang yang kamu sukai menyanyikan sebuah lagu untuk mu " ucap Bayu sambil memberikan gitar.


Sial Bayu benar - benar menantang ku. Siapa yang harus aku minta saat ini, jika orang itu menolak malu lah aku di hadapan banyak orang.


" Ayo Sya suruh ka Arka aja " bisik Via di telinga ku dengan senyum gembira. Entah niatnya menyemangati ku atau malah meledek ku.

__ADS_1


hmm tapi selain Arka siapa lagi yang bisa aku minta. Dengan perasaan malu akhir nya aku meminta Arka untuk menyanyikan lagu untuk ku.


" Ka Arka bisa kah kamu bernyanyi untuk ku " ucap ku sambil memberikan gitar kepada Arka dengan wajah merah


" kalau aku tak mau bagaimana " ledek Arka saat itu dengan senyum seolah wajah nya menggodaku


" kalau tidak mau ya sudah " ucap ku sambil berbalik badan dan hendak meninggalkan Arka.


ketika semua orang mentertawakan aku Arka tiba - tiba menarik gitar yang aku pegang.


" jantung ku berdetak saat engkau ada di dekat ku mungkin kah diriku telah jatuh cinta kepada dirimu " sekilas Arka menyanyikan lagu dari Vagetos yang berjudul kehadiran mu.


Semua orang yang tadi mentertawakan ku kini menyoraki ku seolah mereka kagum bahwa aku telah meluluhkan hati Arka.


Arka mulai memainkan gitar nya dan menyanyikan Full lagu nya, alunan gitar Arka begitu indah. Kami semua ikut bernyanyi.


Sigit pun meninggalkan kerumunan menuju toilet.


Diam diam aku mengikuti nya dari belakang.


ketika dy memasuki toilet pria, aku ikut masuk kedalam toilet wanita. kebetulan toilet nya bersebelahan jadi aku bisa mendengar apa yang di lakukan Sigit.


Sigit terdengar seperti orang kecewa dengan menonjok tonjok tembok, sesekali terdengar Sigit merintih.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sigit yang aneh dan angkuh itu


Ketika aku mendekatkan telinga ketembok untuk mencari tau lebih lanjut tiba - tiba seperti ada sesuatu yang mengintip ku dari lubang ventiasi luar.

__ADS_1


" aaaaaa " aku teriak kencang saat itu dan pandangan ku tiba - tiba kabur dan entah apalagi yang terjadi saat itu aku gak tau.


Ketika ku terbangun aku sudah ada di dalam tenda dengan Arka dan Dinda di samping ku.


Terdengar suara Bayu dari luar seperti sedang marah pada seseorang.


" ini pasti kamu yang bikin Risya begini. Sigit apa yang kamu lakuin sama Risya " ucap Bayu sambil menarik baju Sigit dengan penuh emosi dan hampir saja memukul jika Arka keluar sedikit lebih terlambat untuk melerai


" udah Bay, gak usah kaya anak kecil begini " ujar Arka menarik tangan Bayu dari baju Sigit


" tapi ka, dy udah bikin Risya tak sadar kan diri " ujar Bayu yang masih emosi dengan mata merah


" Risya sudah sadar, kita tanya Risya apa yang terjadi " ucap Arka mengajak Bayu masuk kedalan tenda.


Saat itu aku bingung kenapa Bayu bisa semarah itu pada Sigit


" Risya kamu baik - baik saja " ujar Bayu penuh khawatir saat menatap ku


" iya Bay, aku baik - baik saja " ucap ku dengan nada lemah seakan tubuhku menolak untuk berbicara lantang.


" Apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sigit telah lakukan sama kamu " ucap Bayu masih menahan emosi


" Sigit ??? kamu salah paham Bayu. Dy tak melakukan apapun terhadapku aku masih ingat itu " ucap ku meyakinkan Bayu agar tak marah lagi


" Sudah Bay biarkan Risya beristirahat, besok kita lanjutkan lagi " ujar Dinda mencoba menenangkan kekasih nya itu agar segera mereda emosi nya.


" Biar Risya tidur sama aku aja " ujar Bayu khawatir, dy takut terjadi sesuatu kagi pada ku.

__ADS_1


__ADS_2